ga('send', 'pageview');
Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST Nih, Hasil Swab Wali Kota Banjarmasin Usai Bertemu Nadjmi Adhani




Home Nasional

Selasa, 7 Juli 2020 - 10:25 WIB

Gempa 6,1 Magnitudo Berpusat di Jepara Dirasakan Warga Bali hingga Pangandaran

Redaksi - apahabar.com

Lokasi gempa di Jepara. Foto-twitter/@bmkg

Lokasi gempa di Jepara. Foto-twitter/@bmkg

apahabar.com, JAKARTA – Gempa bumi mengguncang Kabupaten Jepara, Jawa Tengah pada Selasa (7/7) pukul 05.54 WIB dengan kekuatan magnitudo 6,1.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, gempa yang berpusat di koordinat 6.12 Lintang Selatan dan 110.55 Bujur Timur, sekitar 53 km barat laut Jepara, pada kedalaman 578 km tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,77 LS dan 110,64 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 85 km arah utara Mlonggo, Jepara, Jawa Tengah pada kedalaman 539 km,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, menurut dia, gempa bumi tersebut termasuk jenis gempa dalam akibat adanya deformasi atau penyesaran pada lempeng yang tersubduksi di bawah Laut Jawa.

Rahmat mengatakan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi itu memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).

Menurut dia, getaran gempa tersebut dirasakan di daerah Karangkates, Nganjuk, Yogyakarta, Purworejo, Kuta, dan Mataram pada skala III MMI, dirasakan nyata dalam rumah dan terasa seperti ada truk berlalu.

Baca juga :  Indonesia Bakal Pulangkan 2 Buronan di Amerika, Polri Akan Lakukan Barter

Getaran akibat gempa juga dirasakan di Denpasar, Malang, Lumajang, Tulungagung, Blitar, Ponorogo, Pacitan, Surabaya, Wonogiri, dan Kebumen pada skala II-III MMI.

Selain itu, gempa tersebut getarannya dirasakan di Banjarnegara, Pangandaran, Karangasem, Lombok Barat , Garut, Boyolali, Krui, Sekincau, Semaka, Pekalongan, Banyumas, wonosobo, Magelang, Purbalingga, dan Gianyar pada skala II MMI, getaran yang dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Menurut Rahmat, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan yang terjadi akibat gempa bumi tersebut.

Hasil monitoring BMKG menunjukkan hingga pukul 06.50 WIB belum menunjukkan ada aktivitas gempa bumi susulan.

Rahmat mengimbau warga tetap tenang serta memeriksa bangunan tempat tinggal untuk mengetahui dampak gempa dan menghindar dari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” katanya.

Baca juga :  Peserta Positif Covid-19 Bisa Ikuti SKB CPNS, Berikut Penjelasan BKN

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdianto mengatakan bahwa belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa tersebut.

“Gempa tersebut memang tidak dirasakan oleh warga, termasuk informasi di wilayah pantai hingga kini juga tidak ada laporan masuk terkait gempa tersebut,” katanya.

Seorang warga Kecamatan Keling di Jepara yang sedang berada di luar rumah saat gempa terjadi mengatakan bahwa dia tidak merasakan getaran gempa.

“Saya justru baru mengetahui jika pukul 05.54 WIB terjadi gempa,” kata Hari, warga Keling.

Anwar, warga Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Jepara, juga tidak merasakan getaran gempa. Demikian pula dengan warga yang tinggal di Pulau Karimunjawa.

Namun seorang warga Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengaku merasakan getaran gempa. “Saya merasakan getaran yang disebutkan pusat gempanya ada di Kabupaten Jepara,” kata Arif, warga Bantul.

Arwin mengatakan, sejak awal tahun 2020 sampai sekarang Kabupaten Jepara sudah tiga kali menghadapi gempa, namun semuanya tidak sampai menimbulkan kerusakan.(Ant)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Dokumen Tak Lengkap, 8 Mobil Mewah Disita Polisi
apahabar.com

Nasional

ASN Hamil Dizinkan Tak Bekerja Selama Kabut Asap
apahabar.com

Nasional

Sejauh Mana Proses Pembangunan Ibu Kota Baru?
apahabar.com

Nasional

Kampanye Akbar Prabowo Sandi di GBK Berjalan Kondusif
apahabar.com

Nasional

Cegah Hoaks, WhatsApp Batasi Forward Pesan 5 KaliĀ 
apahabar.com

Nasional

KPU Janji Jawab Gugatan Pilpres 12 Juni
apahabar.com

Nasional

Jepang Intip Rencana Perpindahan Ibu Kota ke Kalimantan
apahabar.com

Nasional

Mahfud MD Menilai Persoalan RUU KPK Hanya pada Prosedurnya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com