Positif Sabu, Oknum Anggota DPRD Tala Terancam Dipecat! Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel

Gugus Tugas Jelaskan Protokol Saat Menerima Kiriman Barang

- Apahabar.com Senin, 13 Juli 2020 - 06:30 WIB

Gugus Tugas Jelaskan Protokol Saat Menerima Kiriman Barang

Ilustrasi pengiriman paket. Foto-Getty Images/iStockphoto

apahabar.com, JAKARTA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 menjelaskan protokol kesehatan yang dapat dilakukan saat menerima kiriman barang dari aplikasi pembelian berbasis daring.

“Jadi kita harus memastikan paket atau kiriman yang kita terima aman dan siap untuk dibuka,” kata anggota tim GTPP Covid-19, Reisa Broto Asmoro dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta, Minggu (12/7).

Ia mengatakan sejak pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga masa PSBB transisi diberlakukan, masyarakat menjadi semakin akrab dengan aplikasi daring untuk membeli atau memesan kebutuhan sehingga tidak perlu keluar rumah.

Namun meski mengurangi mobilitas ke luar rumah akan berdampak positif, masyarakat disarankan untuk tetap memastikan barang-barang yang mereka terima terjaga kebersihannya.

Untuk itu, protokol kesehatan yang dapat dilakukan guna mencegah kemungkinan penularan Covid-19 saat menerima barang pesanan antara lain adalah dengan menyiapkan tempat khusus di depan rumah agar paket pesanan yang diantarkan ke rumah bisa diletakkan oleh kurir tanpa langsung bertemu dengan pemesan.

Setelah barang diterima, bungkus yang melindungi barang disarankan untuk segera dibuang, kemudian diimbau untuk segera mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir atau dengan hand sanitizer.

Selanjutnya, pemesan disarankan untuk mensterilkan kotak kemasan dengan menyemprotkan disinfektan di bagian luar kotak.

Namun demikian, masyarakat tidak disarankan untuk mensterilkan kotak barang dengan cairan kimia berbahaya tersebut jika barang yang dibeli atau dipesan berupa makanan.

Jika barang pesanan berupa buah dan sayuran, maka buah-buahan dan sayuran tersebut dapat dicuci dengan air yang mengalir atau bisa juga dengan menggunakan sabun khusus sayur dan buah.

Namun, jika barang yang diantar berupa makanan, maka masyarakat disarankan untuk memasak sampai matang atau dipanaskan kembali dengan suhu minimal 65 derajat Celsius selama 3 menit.

Terakhir, masyarakat disarankan untuk kembali mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makanan siap untuk dikonsumsi.

“Mari biasakan (protokol kesehatan tersebut). Pastikan rumah tetap aman dari risikp penyakit dan anggota keluarga Anda tetap sehat,” pungkas Reisa.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Penyajian Nasi Astakona Bakal Catat Rekor Muri
apahabar.com

Gaya

Potong Rambut Sendiri Saat Wabah Corona, Berikut Caranya
apahabar.com

Gaya

Perangi Hoaks, Facebook Messenger Batasi Terusan Pesan
apahabar.com

Gaya

Mulai Tahun Depan, Lapan Akan Cari Kehidupan di Planet Lain
apahabar.com

Gaya

Made Wardana Bawa Budaya Bali ke Eropa Selama 22 Tahun
apahabar.com

Gaya

Gaji Cuma Rp4 Juta, Apa Penting Beli Sepeda?
apahabar.com

Gaya

Penelitian Terbaru, Orang Berdarah O dan B Miliki Resiko Rendah Terpapar Covid-19
apahabar.com

Gaya

3 Cara Jitu Mengajarkan Anak Berpuasa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com