ga('send', 'pageview');
Breaking News! Kabar Duka, Kadisdik Banjar Maidi Armansyah Meninggal Dunia Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan




Home Ekbis

Kamis, 2 Juli 2020 - 10:30 WIB

Harga Minyak Naik Didorong Pengurangan Stok AS

Redaksi - apahabar.com

Lapangan minyak. Foto-The New York Times

Lapangan minyak. Foto-The New York Times

apahabar.com, NEW YORK – Harga minyak naik lebih dari satu persen pada akhir perdagangan pada Rabu (1/7) waktu setempat. Ini didorong penurunan persediaan minyak mentah AS dari rekor tertinggi dan serangkaian data manufaktur positif. Akan tetapi, lonjakan kasus virus corona membatasi kenaikan.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September naik 76 sen atau 1,8 persen, menjadi ditutup pada 42,03 dolar per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik 55 sen atau 1,4 persen menjadi menetap pada 39,82 dolar AS per barel.

Data Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS berkurang lebih besar dari yang diperkirakan, turun 7,2 juta barel pekan lalu, setelah mencapai tertinggi sepanjang masa selama tiga minggu berturut-turut. Para analis memperkirakan penurunan 710.000 barel.

Baca juga :  Triwulan II, Intip Utang Luar Negeri Indonesia

“Impor dari Saudi jatuh hingga mencapai jumlah kecil dan saya pikir penurunan (stok) ini akan menjadi yang pertama dalam serangkaian penurunan,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures di Chicago.

Sebagian besar penurunan juga dikaitkan dengan kilang-kilang yang meningkatkan produksi mereka setelah mengurangi operasi selama musim semi ini karena pandemi. Sehingga tingkat pemanfaatan kilang naik 0,9 poin persentase menjadi 75,5 persen, tertinggi sejak awal April.

Peningkatan kegiatan ekonomi global juga mendukung harga minyak. Aktivitas manufaktur AS rebound pada Juni, mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun ketika ekonomi yang lebih luas dibuka kembali.

Di China, aktivitas pabrik tumbuh pada laju yang lebih cepat pada Juni, sebuah survei bisnis swasta menunjukkan. Sektor manufaktur Jerman mengalami kontraksi pada laju yang lebih lambat pada Juni, sementara aktivitas pabrik Prancis rebound ke dalam pertumbuhan.

Baca juga :  Triwulan II, Intip Utang Luar Negeri Indonesia

Dalam tanda bahwa permintaan bahan bakar mulai pulih, puluhan juta barel minyak mentah dan produk minyak yang disimpan di tanker di laut akibat krisis virus corona sedang dijual, kata sumber perusahaan pengiriman.

Namun, investor berhati-hati setelah lonjakan infeksi di Amerika Serikat dan peringatan dari pakar penyakit menular top pemerintah AS bahwa jumlahnya dapat segera berlipat ganda.

Menyusul kesepakatan untuk membatasi pasokan, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memproduksi rata-rata 22,62 juta barel per hari (bph) pada Juni, survei Reuters menemukan, turun 1,92 juta barel per hari dari angka direvisi pada Mei.(Ant)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

DPD RI: Palapa Ring Bisa Jadi Jalan Mengakselerasi Pemerataan Ekonomi

Ekbis

Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi Covid-19, KPw BI Kalsel Ambil Langkah Strategis
apahabar.com

Ekbis

Pencopotan Pejabat Bank Kalsel, Ini Analisa Ekonom
apahabar.com

Ekbis

Dikenakan Pajak 50 Persen, Hotel Aston Tanjung Berharap Ada Relaksasi
apahabar.com

Ekbis

Musim Virus, Nelayan Pulau Laut Kotabaru Menjerit
apahabar.com

Ekbis

PSBB akan Diberlakukan, Pelaku Distributor Banjarmasin Jamin Sembako Aman
apahabar.com

Ekbis

Malam Lebaran, Penjual Peci di Kelayan Ketiban Cuan
apahabar.com

Ekbis

Imbas Lockdown di India, Impor Daging Kalsel Tertunda
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com