Kopi Liberika Diminati Mancanegara, SPI Kalsel Sebut Mutiara Hitam Gambut OTT KPK di Amuntai, Pegawai Kaget Ruang Kerja Bupati HSU Sudah Disegel Siang Ini, KSAL Bareng Menko Perekonomian Kunker Tinjau Vaksinasi-Replanting di Kotabaru Raperda Pajak HST Tuai Kritik, Jangan Matikan Usaha Kecil Kans Terakhir, Jawara Gulat SEA Games 2013 Asal Tapin Bidik Emas PON Papua

Harga Minyak Naik Didorong Pengurangan Stok AS

- Apahabar.com     Kamis, 2 Juli 2020 - 10:30 WITA

Harga Minyak Naik Didorong Pengurangan Stok AS

Lapangan minyak. Foto-The New York Times

apahabar.com, NEW YORK – Harga minyak naik lebih dari satu persen pada akhir perdagangan pada Rabu (1/7) waktu setempat. Ini didorong penurunan persediaan minyak mentah AS dari rekor tertinggi dan serangkaian data manufaktur positif. Akan tetapi, lonjakan kasus virus corona membatasi kenaikan.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September naik 76 sen atau 1,8 persen, menjadi ditutup pada 42,03 dolar per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik 55 sen atau 1,4 persen menjadi menetap pada 39,82 dolar AS per barel.

Data Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS berkurang lebih besar dari yang diperkirakan, turun 7,2 juta barel pekan lalu, setelah mencapai tertinggi sepanjang masa selama tiga minggu berturut-turut. Para analis memperkirakan penurunan 710.000 barel.

“Impor dari Saudi jatuh hingga mencapai jumlah kecil dan saya pikir penurunan (stok) ini akan menjadi yang pertama dalam serangkaian penurunan,” kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures di Chicago.

Sebagian besar penurunan juga dikaitkan dengan kilang-kilang yang meningkatkan produksi mereka setelah mengurangi operasi selama musim semi ini karena pandemi. Sehingga tingkat pemanfaatan kilang naik 0,9 poin persentase menjadi 75,5 persen, tertinggi sejak awal April.

Peningkatan kegiatan ekonomi global juga mendukung harga minyak. Aktivitas manufaktur AS rebound pada Juni, mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun ketika ekonomi yang lebih luas dibuka kembali.

Di China, aktivitas pabrik tumbuh pada laju yang lebih cepat pada Juni, sebuah survei bisnis swasta menunjukkan. Sektor manufaktur Jerman mengalami kontraksi pada laju yang lebih lambat pada Juni, sementara aktivitas pabrik Prancis rebound ke dalam pertumbuhan.

Dalam tanda bahwa permintaan bahan bakar mulai pulih, puluhan juta barel minyak mentah dan produk minyak yang disimpan di tanker di laut akibat krisis virus corona sedang dijual, kata sumber perusahaan pengiriman.

Namun, investor berhati-hati setelah lonjakan infeksi di Amerika Serikat dan peringatan dari pakar penyakit menular top pemerintah AS bahwa jumlahnya dapat segera berlipat ganda.

Menyusul kesepakatan untuk membatasi pasokan, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memproduksi rata-rata 22,62 juta barel per hari (bph) pada Juni, survei Reuters menemukan, turun 1,92 juta barel per hari dari angka direvisi pada Mei.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Sepanjang 2020, Pertamina Tambah 14 SPBU di Daerah Terluar Kalimantan
apahabar.com

Ekbis

Awal Pekan, Rupiah Masih Lanjut Menguat
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Stabil, Investor Cermati Covid-19 dan Pilpres AS
apahabar.com

Ekbis

Mobil Wapres Isi Bensin Pakai Jeriken, Simak Klarifikasi Pertamina
apahabar.com

Ekbis

Harga BBM Turun, Hiswana Migas Kalsel Soroti Penggunanya
Bursa Saham

Ekbis

Bursa Saham Kawasan Menguat, IHSG Ditutup Turun

Ekbis

IHSG Ditutup Turun Tipis, di Tengah Pasar Menanti Stimulus AS
apahabar.com

Ekbis

Tekan Inflasi, BI Kalsel ‘Bangunkan’ Lahan Tidur
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com