Malam Lebaran, Kebakaran Gegerkan Warga Kuin Banjarmasin! Ngenes! Mau Tutup, Pengunjung Duta Mall Banjarmasin Malah Menurun H-1 Lebaran, Puluhan Pemudik Diputarbalik di Pos Penyekatan Tabalong! Buat Jalur Khusus Jemaah, Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin Gelar Salat Ied Hore! Remisi Lebaran Warga Binaan di Kalsel Diusulkan Bertambah, Segini Jumlahnya

Harga Minyak Naik, Ditopang Langkah Stimulus AS

- Apahabar.com Selasa, 28 Juli 2020 - 10:00 WIB

Harga Minyak Naik, Ditopang Langkah Stimulus AS

Ilustrasi: Kilang minyak di Sulphur, Louisiana, Amerika Serikat Foto: Reuters

apahabar.com, NEW YORK – Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Selasa (28/7) pagi, di tengah harapan bahwa upaya-upaya stimulus akan membantu merevitalisasi ekonomi AS.

Tetapi kenaikannya dibatasi oleh meningkatnya kasus virus corona dan ketegangan antara Washington dan Beijing.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik 31 sen menjadi menetap di 41,60 dolar AS per barel.

Sementara harga minyak mentah Brent untuk pengiriman September bertambah tujuh sen menjadi ditutup pada 43,41 dolar AS per barel.

Partai Republik di senat diperkirakan akan meluncurkan paket bantuan virus corona baru senilai satu triliun dolar AS pada Senin sore waktu setempat.

“Jika kita dapat memasukkan lebih banyak uang ke kantong konsumen, mereka akan membelanjakannya untuk barang dan jasa,” kata Analis Senior Grup Price Futures, Phil Flynn, di Chicago. “Itu akan mendorong pada lebih banyak permintaan bensin, lebih banyak perjalanan dan lebih banyak belanja.”

Dolar AS yang lemah, yang membuat komoditas berdenominasi dolar lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, juga membantu mendorong minyak berjangka. Indeks dolar AS mencapai level terendah sejak Juni 2018, dirugikan oleh kekhawatiran ekonomi domestik dan memburuknya hubungan AS-China.

Ketegangan baru antara dua ekonomi terbesar di dunia setelah penutupan konsulat di Houston dan Chengdu telah mengirim investor ke tempat yang aman, seperti emas dan obligasi, dan menjauh dari aset-aset berisiko seperti minyak berjangka.

Sementara itu, kasus global dari Virus Corona telah melebihi 16 juta, dan virus ini melonjak di wilayah Amerika Serikat.

Sementara permintaan minyak telah meningkat setelah jatuh pada kuartal kedua, penguncian kembali karena kenaikan tingkat infeksi telah membuat pemulihan tidak merata.

Brent tetap berada di jalur untuk kenaikan bulanan keempat berturut-turut dan WTI akan naik untuk bulan ketiga karena pemotongan pasokan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia memberikan dukungan.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Semangat Menyatukan, Telkomsel Gelar 17.800 BTS dan Bangun Infrastruktur di Penjuru Kalimantan
apahabar.com

Ekbis

Aksi Buru Saham Murah, Simak Dampaknya pada IHSG Hari Ini
apahabar.com

Ekbis

Dolar di Asia Bertengger Mendekati Level Tertinggi
apahabar.com

Ekbis

Ekonom Singgung 2 Sektor Andalan Pertumbuhan Ekonomi Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Pertamax Cs Turun, Pengusaha Kalsel Kecipratan Untung

Ekbis

Gara-Gara Stimulus AS, Rupiah Susah Menguat
apahabar.com

Ekbis

Resmi, Telkomsel Umumkan Susunan Direksi Baru
apahabar.com

Ekbis

Permudah Layanan, PLN Siapkan WA untuk Lapor Meter Mandiri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com