3 Kali Diskor, Sidang Perdana Netralitas ASN Camat Aluh Aluh Berlangsung hingga Malam Sisa 85 Hari Jadi Bupati, Sudian Noor Doyan Bikin Kebijakan Kontroversial Diam-Diam, Adaro Kepincut Proyek Coal to Methanol di Kotabaru, Apa Kata Dewan? Kubah Datu Kelampaian Kembali Ditutup, Simak Penjelasan Zuriyat Gelapkan Penjualan Motor, Supervisor Marketing PT NSS Tabalong Diamankan Polisi

Harga Minyak Naik, Ditopang Langkah Stimulus AS

- Apahabar.com Selasa, 28 Juli 2020 - 10:00 WIB

Harga Minyak Naik, Ditopang Langkah Stimulus AS

Ilustrasi: Kilang minyak di Sulphur, Louisiana, Amerika Serikat Foto: Reuters

apahabar.com, NEW YORK – Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Selasa (28/7) pagi, di tengah harapan bahwa upaya-upaya stimulus akan membantu merevitalisasi ekonomi AS.

Tetapi kenaikannya dibatasi oleh meningkatnya kasus virus corona dan ketegangan antara Washington dan Beijing.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik 31 sen menjadi menetap di 41,60 dolar AS per barel.

Sementara harga minyak mentah Brent untuk pengiriman September bertambah tujuh sen menjadi ditutup pada 43,41 dolar AS per barel.

Partai Republik di senat diperkirakan akan meluncurkan paket bantuan virus corona baru senilai satu triliun dolar AS pada Senin sore waktu setempat.

“Jika kita dapat memasukkan lebih banyak uang ke kantong konsumen, mereka akan membelanjakannya untuk barang dan jasa,” kata Analis Senior Grup Price Futures, Phil Flynn, di Chicago. “Itu akan mendorong pada lebih banyak permintaan bensin, lebih banyak perjalanan dan lebih banyak belanja.”

Dolar AS yang lemah, yang membuat komoditas berdenominasi dolar lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, juga membantu mendorong minyak berjangka. Indeks dolar AS mencapai level terendah sejak Juni 2018, dirugikan oleh kekhawatiran ekonomi domestik dan memburuknya hubungan AS-China.

Ketegangan baru antara dua ekonomi terbesar di dunia setelah penutupan konsulat di Houston dan Chengdu telah mengirim investor ke tempat yang aman, seperti emas dan obligasi, dan menjauh dari aset-aset berisiko seperti minyak berjangka.

Sementara itu, kasus global dari Virus Corona telah melebihi 16 juta, dan virus ini melonjak di wilayah Amerika Serikat.

Sementara permintaan minyak telah meningkat setelah jatuh pada kuartal kedua, penguncian kembali karena kenaikan tingkat infeksi telah membuat pemulihan tidak merata.

Brent tetap berada di jalur untuk kenaikan bulanan keempat berturut-turut dan WTI akan naik untuk bulan ketiga karena pemotongan pasokan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia memberikan dukungan.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Kemenpan RB Tinjau Mal Pelayanan Publik Barokah Kabupaten Banjar
apahabar.com

Ekbis

Hidupkan Gairah, Saturday Night Riding Suzuki Hadir di Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Harga Minyak Dunia Kembali Anjlok di Bawah 20 Dolar per Barel
apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Tegaskan Butuh Tim Bagus Pimpin 142 BUMN
apahabar.com

Ekbis

Pasca Pandemi, Bang Dhin Dorong Pemprov Kalsel Perhatikan UMKM
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Menguat Tembus Level Psikologis Rp15.000 per Dolar AS
apahabar.com

Ekbis

Optimisme Jokowi, Indonesia Harus Bajak Momentum Krisis
apahabar.com

Ekbis

Ekspor Perkayuan: Direct Call Diyakini Pacu Tranformasi Ekonomi Daerah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com