Breaking News! Warga Tangkap Buaya Pemangsa di Pantai Kotabaru Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir

Hilang Diri, Pembunuh Guru Teweh di HSS Diselimuti Rasa Sesal

- Apahabar.com Kamis, 23 Juli 2020 - 23:18 WIB

Hilang Diri, Pembunuh Guru Teweh di HSS Diselimuti Rasa Sesal

Yudi diamankan tim gabungan di kediamannya, kawasan Landasan Ulin, Banjarbaru, Sabtu (18/7), usai menghabisi nyawa kekasihnya sendiri, Ermanelly Cassanova. Foto: Istimewa

apahabar.com, RANTAU – Nasi sudah jadi bubur, peribahasa yang pas untuk menggambarkan penyesalan di benak Yudi Riswanto (YR), pembunuh Ermanelly Cassanova (36).

Kurang dari 1×24 jam, YR berhasil diringkus Tim Jatanras Polda Kalimantan Selatan dan Satreskrim Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) di kediamannya, kawasan Landasan Ulin, Banjarbaru, Sabtu (18/7).

Lima hari sejak ditahan di Polres HSS, pria 27 tahun itu rupanya tak menunjukkan tanda-tanda depresi sekalipun dirundung rasa penyesalan.

Dari keterangan Kepala Satuan Perawatan, Tahanan dan Barang Bukti Polres HSS, Wahyono, kondisi kesehatan pelaku bisa dikatakan sehat dan normal.

“Pas kita kontrol sehat saja, tidak ada tanda depresi, cuma rasa penyesalan gitu saja,” ujarnya kepada apahabar.com, Kamis, (23/7) malam via sambungan telepon.

YR pun sempat mengaku ke Wahyono bahwa hilang diri saat melakukan aksi kejamnya terdapat guru di salah satu sekolah di Muara Teweh, Kalimantan Tengah itu.

Hilang diri atau kendali itu dilatarbelakangi oleh rasa cemburu yang membabi buta oleh YR setelah mendengar suara panggilan “sayang” dari ujung telepon korban Erma.

“Selain itu tidak ada yang menonjol dari perilakunya, biasa saja. Akan terus kita pantau selama di tahanan,” ujar Wahyono.

Kasat Reskrim Polres HSS, AKP Bala Putra Dewa mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan melakukan gelar perkara.

“Masih dicarikan waktu dan tempatnya,” ujarnya kepada apahabar.com.

Sampai hari ini, AKP Bala Putra memastikan jika YR merupakan pelaku tunggal dalam kasus pembunuhan berencana itu.

“Ya tersangka tunggal, motifnya sementara karena cemburu,” ujar Putra.

Atas pembunuhan wanita yang baru dipacari pelaku selama lima bulan lalu itu, YR terancam hukuman seumur hidup.

“Pelaku akan dijerat dengan pasal 340 tentang pembunuhan berencana, ancaman penjara seumur hidup,” ujarnya.

Motif lain dalam pembunuhan ini masih terus didalami polisi dari keterangan pelaku.

Kronologi Kejadian

YR tega menghabisi kekasihnya sendiri dengan cara yang cukup sadis.

Usai dihabisi, jasad korban dibuang begitu saja di semak belukar dalam keadaaan tak bernyawa.

Butuh 16 jam lamanya, jasad terbungkus karung pakan ikan itu ditemukan warga setempat.

“Pelaku ini sebenarnya masih sayang kepada korban, bertindak di luar batas karena tersulut api cemburu,” ujar Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Kalsel Kompol Riza Muttaqin dihubungi apahabar.com, Sabtu (18/7) malam.

Sekilas, YR tak memiliki tampang kejam. Namun, api cemburu pria berbadan ceking itu tersulut ketika mendapati sang kekasih menerima telepon dari seorang pria yang mengaku pacar korban.

Saat itu keduanya dalam perjalanan ke Ampah, Kabupaten Barito Timur. Keduanya lebih dulu bertemu di pinggir jalan di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Rabu 15 Juli, sekitar pukul 12.30.

“Korban minta diantarkan ke rumah kerabatnya,” jelasnya yang kala itu juga didampingi AKP Bala Putra.

Mengetahui seorang pria menelepon, YR naik pitam. Ia menepikan mobilnya di salah satu masjid di HSU.
Sebuah kunci roda di bagian bagasi belakang mobil diambil. Dua kali pukulan ia layangkan hingga korban tak berdaya.

Karena korban tak sadarkan diri, YR panik dan meneruskan perjalanan menuju arah Bajarmasin.

Di perbatasan antara Kabupaten HSU dan Hulu Sungai Tengah, ia berhenti untuk memastikan korban masih hidup atau tidak.

Begitu yakin kekasihnya itu sudah tak bernyawa, YR melanjutkan perjalanan menuju arah Banjarmasin.

Sekitar pukul 17.45 Wita, Kamis (16/7) YR berhenti di ruas Kilometer 71, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar.

Jasad korban dimasukan ke dalam karung. Ia kemudian melanjutkan perjalanan menuju hulu sungai untuk mencari lokasi pembuangan mayat.

Ketika melintasi Jalan Pierre Tendean, kawasan Jambu Hilir, Kabupaten HSS, tak jauh dari pabrik tahu setempat YR menemukan lokasi yang pas.

Pada Jumat (18/7) sekitar pukul 01.30, YR melempar jasad kekasihnya itu ke semak belukar demi menghilangkan jejak tindakan kejinya itu.

Kurang dari 1×24 jam tim gabungan Jatanras Polda Kalsel dan Satreskrim Polres HSS membekuk YR di kediamannya, kawasan Landasan Ulin, Banjarbaru, Sabtu (18/7) subuh.

Seusai dibekuk, pria yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir travel itu mengaku khilaf telah bertindak beringas ke kekasihnya sendiri.

“Ulun [saya] kalap mata sudah. Tapi ulun sebenarnya kasihan,” imbuhnya.

YR juga meminta maaf kepada keluarga atas perbuatannya kejinya.

“Dari saya sendiri, saya meminta maaf kepada keluarga korban sebesar-besarnya,” kata pelaku dalam sorotan kamera polisi.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Muhammad Fauzi Fadilah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Cerita Pilu Keluarga Pasien Positif Covid-19 di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

APD Bantuan Covid-19 Tiba di Banjarmasin, Walhi: Harus Tepat Sasaran
apahabar.com

Kalsel

Rawan Kecelakaan, Kawasan RSUD H Boejasin Dikeluhkan
apahabar.com

Kalsel

Operasi Antik 2020, Ratusan Gram Sabu dan Puluhan Pelaku Diamankan
Pandemi Covid-19, Pemkab Tanbu Berikan Bantuan Buat Insan Pers

Kalsel

Pandemi Covid-19, Pemkab Tanbu Berikan Bantuan Buat Insan Pers  
apahabar.com

Kalsel

Bhabinkamtibmas Perairan Satpolair Polres HSU Sosialisasikan Perbup HSU Hingga Pelosok Desa
HAS

Kalsel

HAS Luar Biasa, Petahana Ansharuddin Tumbang di Seluruh Kecamatan
Jurnalis Kotabaru

Kalsel

Jurnalis Kotabaru Terobos Banjir Salurkan Bantuan di Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com