Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D

Hipmi Siap Minimalisir PHK di Tengah Pandemi Covid-19

- Apahabar.com Senin, 6 Juli 2020 - 15:34 WIB

Hipmi Siap Minimalisir PHK di Tengah Pandemi Covid-19

Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi Mardani H Maming. Foto:Instagram/mardani-maming

apahabar.com, JAKARTA – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) siap meminimalisir Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi sebagai dampak pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) Hipmi Mardani H Maming (MHM) dalam diskusinya dengan Kepala Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

“Kita jaga untuk meminimalisir PHK. Kita jaga ekosistem dunia usaha agar bisa hadapi pandemi Covid-19. Bersama Gugus Tugas insyallah kita bisa sinergi bersama,” kata MHM dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (6/7).

MHM menambahkan, para pemangku kepentingan ekonomi nasional baik pengusaha, buruh, pemerintah dan UMKM diminta mengedepankan kepentingan nasional dalam mengambil keputusan dan bertindak.

Sebaliknya, lanjutnya, mereka harus bekerja bersama untuk menciptakan kondisi dan solusi yang saling menguntungkan (win-win solution) ketimbang berselisih.

“Bersama-sama kita semua bisa menghadapi situasi yang sangat tidak menentu ini. Kami berharap, pemerintah pusat dan daerah fokus mengatasi pandemi Covid-19 ini supaya cepat terkendali. Tak lupa mendukung pengusaha khususnya pengusaha muda melalui stimulus ekonomi yang terbaik, baik dari sisi perpajakan, kredit/cash flow, maupun keringanan beban operasional,” tandasnya.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Vokasi, dan Kesehatan BPP Hipmi, Sari Pramono mengatakan untuk mencegah masyarakat terpapar Covid-19 dan PHK, BNPB dan Hipmi akan melakukan sosialisasi bersama agar seluruh pengusaha menaati protokol kesehatan dalam menjalankan kegiatan perekonomiannya.

“Kami dan BNPB terus mengadakan sosialisasi untuk protokoler kesehatan. Kita fokus adaptasi di era new normal. Insya Allah ke depan kita akan mengadakan webinar bersama soal PHK yang bisa dihubungkan dengan pandemi Covid-19. Jadi, para pengusaha harus cerdas dan siap,” ujar Sari.

Menurut Sari, peran sumber daya manusia (SDM) sangat penting bagi perekonomian sebuah negara dan salah satu input penting bagi pembangunan industri yang berdaya saing.

Pada 2030-2040, Indonesia akan mengalami bonus demografi di mana jumlah usia produktif mencapai 64 persen dari total penduduk 297 juta jiwa.

“Sumber daya sehat dan kuat itu penting, seperti misalnya bonus demografi antara bencana vs kesempatan. Berdasarkan laporan World Economic Forum (WEF), indeks daya saing global Indonesia pada 2017 di peringkat 47, pada 2018 menempati posisi peringkat 45, dan di peringkat 50 pada 2019,” tuturnya.

Sari mengatakan Hipmi sendiri saat ini sedang melakukan survei dan kajian akan dampak PHK di tengah pandemi saat ini.

“Internal kami sedang melakukan survei dan kajian tentang dampak PHK karena pandemi Covid-19. Masing-masing sektor berbeda-beda imbasnya,” katanya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Pemulihan Ekonomi Global Dorong Penguatan Rupiah
apahabar.com

Ekbis

Dibayangi Sentimen Negatif Global, Rupiah Terkoreksi Dekati Rp15.000
apahabar.com

Ekbis

RAFI 2020: Trafik Melonjak, Telkomsel Pamasuka Siagakan 52.100 BTS
apahabar.com

Ekbis

Xiaomi Mi MIX 3 Versi 5G Berkemampuan Unduh 2Gbps
apahabar.com

Ekbis

Suku Bunga BI Diputuskan Tetap 4,5 Persen
apahabar.com

Ekbis

Harga Jagung di Barito Utara Naik, Petani Gembira
apahabar.com

Ekbis

Gapki: THR Buruh Sawit Kalsel Kemungkinan Telat
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Masih Terdampak Kekhawatiran Atas Virus Corona di China
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com