Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Horee, ULM Buka Jalur Khusus untuk Anak Dayak Meratus

- Apahabar.com Sabtu, 25 Juli 2020 - 19:48 WIB

Horee, ULM Buka Jalur Khusus untuk Anak Dayak Meratus

Lewat jalur khusus, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memberikan kesempatan lebih ke mereka untuk melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Ada kabar baik untuk anak-anak suku Dayak di pedalaman Meratus, Kalimantan Selatan.

Lewat jalur khusus, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memberikan kesempatan lebih ke mereka untuk melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah.

“Jadi anak-anak Suku Dayak Meratus dapat akses khusus kuliah di ULM. Mereka kami masukan dalam kebijakan afirmasi agar peluang diterima lebih terbuka,” kata Rektor ULM Prof Dr H Sutarto Hadi, Sabtu (25/7).

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari kewajiban ULM untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) berpendidikan tinggi.

Dia berharap kebijakan itu bakal semakin banyak anak-anak Pegunungan Meratus yang bisa kuliah di ULM.

Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik di Kalimantan Selatan dengan akreditasi A itu telah menerima rekomendasi sekitar 10 orang anak Suku Dayak Pegunungan Meratus yang berkuliah tahun ini. Ke depan, ditargetkan bisa lebih dari 20 orang setiap tahun.

“Kami ingin setelah selesai kuliah, mereka dapat kembali ke kampung halamannya membangun masyarakat dan kampung halamannya di kawasan Pegunungan Meratus yang merupakan aset berharga kehidupan alam kita di Pulau Kalimantan,” kata Sutarto.

Sementara Ketua Perkumpulan Masyarakat Dayak Meratus (Kumdatus) Bunyamin Uhil berterima kasih atas kebijakan ULM memberikan kesempatan kuliah bagi warga pedalaman Suku Dayak Meratus.

Kumdatus sendiri saat ini telah mengusulkan sepuluh orang warga lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat asal Pegunungan Meratus untuk dapat diterima sebagai mahasiswa ULM.

“Kerja sama ini sangat membantu agar nantinya SDM masyarakat adat atau pegunungan dapat lebih baik. Kami ingin generasi muda Suku Dayak mampu berperan dalam pembangunan,” ujarnya.

Diakuinya selama ini angka putus sekolah anak Pegunungan Meratus sangat tinggi dan hanya segelintir mereka yang bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Sejumlah faktor jadi penyebabnya. Antara lain faktor ekonomi, kemampuan akademik, budaya seperti ikut orang tua bertani atau berladang serta banyak juga yang memilih menikah atau juga tidak bisa hidup merantau.

Kawasan Pegunungan Meratus tersebar di tiga provinsi di Kalimantan yaitu Kalsel, Kalteng dan Kaltim. Di Kalsel pegunungan ini membelah sembilan kabupaten.

Warga Suku Dayak Meratus hidup dalam wilayah yang disebut Balai Adat yang jumlahnya puluhan tersebar di Pegunungan Meratus. (Ant)

apahabar.com

Rektor ULM Prof Dr Sutarto Hadi bertemu Ketua Perkumpulan Masyarakat Dayak Meratus (Kumdatus) Bunyamin Uhil. Foto-Antara

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

PSBB Berakhir, Banjarmasin Perpanjang Darurat Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Dinkes Bantah Banjarbaru KLB Hepatitis A
apahabar.com

Kalsel

Serangan Lebah di SD Kelayan Barat, BPBD Gencarkan Pemberantasan
apahabar.com

Borneo

KPU Serahkan APK 278 Lembar

Kalsel

BBPLK Bekasi Kunjungan Kerja ke BLK Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Mulai Besok, Jam Kerja ASN Batola Dimulai Pukul 08.00
apahabar.com

Kalsel

Kementerian Perdagangan RI Hibahkan Pasar Rakyat Kelua ke Pemkab Tabalong Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Genjot Sektor Pariwisata, Simak Kalender 33 Even di Kalsel Tahun Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com