ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Kalsel

Sabtu, 4 Juli 2020 - 18:03 WIB

Hotspot Terdeteksi, Puncak Kemarau Kalsel Diprediksi Sebentar Lagi

Reporter: Nurul Mufidah - apahabar.com

BMKG mulai mendeteksi sejumlah hotspot di Kalimantan Selatan. Foto ilustrasi diambil 9 September 2019 silam. Foto-Dok.apahabar.com

BMKG mulai mendeteksi sejumlah hotspot di Kalimantan Selatan. Foto ilustrasi diambil 9 September 2019 silam. Foto-Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARBARU – Memasuki musim kemarau, titik panas (hotspot) mulai terpantau di Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Sudah ada 5 titik panas,” ujar Staf Prakirawan BMKG Syamsuddin Noor, Rimelda kepada apahabar.com, Sabtu (4/7) siang.

Namun begitu, kelima titik panas tersebut katanya masih belum bisa dipastikan titik api atau bukan.

“Karena tingkat kepercayaannya masih rendah, ” jelasnya.

Meski begitu, ia membenarkan jika titik panas mulai bermunculan. Sebab Kalsel sejak Juni hingga Juli ini memasuki musim kemarau.

“Tapi saat ini belum ada terpantau titik panas dengan tingkat kepercayaan yang tinggi,” terangnya.

Baca juga :  Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi

Diprakirakan, titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi akan ditemui menjelang puncak musim kemarau.

“Prakiraan puncaknya (Kemarau) Agustus sampai September,” ungkapnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru, prakiraan musim kemarau 2020 dapat disimpulkan sebagai berikut:

1) Awal Musim Kemarau 2020 di Zona Musim (ZOM) Kalimantan Selatan diprakirakan umumnya dimulai pada pertengahan Juni – awal Juli 2020 sebanyak 4 ZOM, akhir Mei – pertengahan Juni 2020 sebanyak 2 ZOM dan awal Juni – akhir Juni 2020 sebanyak 2 ZOM.

2) Apabila dibandingkan dengan rata-rata Awal Musim Kemarau periode 1981-2010, maka Awal Musim Kemarau 2020 sebagian besar daerah 7 ZOM (58%) mundur (lebih lambat) dari rata-ratanya dan 4 ZOM ( 34%) sama terhadap rata-ratanya.

Baca juga :  Keren, Pemanjat Taklukan Puncak Masjid di Kotabaru untuk Bersih-Bersih

3) Sifat Hujan selama Musim Kemarau 2020 di sebagian besar daerah yaitu 11 ZOM (91%) diprakirakan Normal (N) dan 1 ZOM (9%) diprakirakan Bawah Normal (BN).

4) Puncak Musim Kemarau 2020 di 12 Zona Musim (ZOM) diprakirakan umumnya terjadi Agustus 2020 sebanyak 9 ZOM (75%). dan lainnya pada bulan September 2020 sebanyak 3 ZOM (25%).

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Waswas Karhutla Tala, Kapolres Langsung Turun Tangan
apahabar.com

Kalsel

Awan Subarkah Berharap Ada Penyegaran Posisi di Komisi

Kalsel

Pelayanan Passport di Kanim Kelas I Banjarmasin Terganggu, Ini Penyebabnya
apahabar.com

Kalsel

Dewan Banjarmasin Minta Ada Metode Belajar Siswa Kurang Mampu
apahabar.com

Kalsel

Awal Ramadan, Volume Sampah Banjarmasin Mulai Meningkat
apahabar.com

Kalsel

PPP Beri Sinyal Kuat Dukung Sahbirin Noor di Pilkada 2020
apahabar.com

Kalsel

Kecewa dengan Kepsek, Puluhan Ortu Siswa Datangi Polresta Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Prediksi BMKG, Hujan Kembali Mewarnai Hari Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com