ga('send', 'pageview');
Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST




Home Nasional

Kamis, 30 Juli 2020 - 22:41 WIB

Iduladha Istimewa Etty, Bebas Hukuman Mati di Saudi Kumpul Keluarga Lagi

Uploader - apahabar.com

Putra Etty binti Toyyib, Rosidin, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang membantu pembebasan ibunya dari vonis hukuman mati di Arab Saudi dalam acara serah terima di Kementerian Luar Negeri, Kamis (30/7). Foto-Istimewa

Putra Etty binti Toyyib, Rosidin, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang membantu pembebasan ibunya dari vonis hukuman mati di Arab Saudi dalam acara serah terima di Kementerian Luar Negeri, Kamis (30/7). Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah RI secara resmi menyerahkan Etty binti Toyyib Anwar, pekerja migran Indonesia bebas dari hukuman mati di Arab Saudi kepada keluarganya, Kamis (30/7).

Dengan demikian, Etty bisa berkumpul keluarganya lagi seperti sedia kala.

“Kepada Ibu Etty dan keluarga, saya sampaikan bahwa proses pembebasan Ibu Etty bukan upaya yang mudah. Kita patut bersyukur bahwa dalam proses pembebasan banyak pihak yang membantu kita,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam acara serah terima yang dipantau secara virtual, Kamis.

Etty Toyyib adalah terpidana qisas atas kasus pembunuhan di Saudi pada 2020.

Baca juga :  Puluhan Juta Vaksin Covid-19 Akan Disuntikkan Januari 2021

Pekerja migran asal Majalengka, Jawa Barat, itu dijatuhi hukuman pancung karena didakwa meracuni majikannya, Faisal al Ghamdi.

Selama hampir 19 tahun Etty dipenjara, perwakilan RI di Riyadh dan Jeddah melakukan pendekatan kepada keluarga korban agar dia diampuni, serta melakukan pendampingan kekonsuleran.

Sebagai buah dari upaya panjang tersebut, Etty akhirnya dibebaskan melalui pembayaran diyat sebesar empat juta real (sekitar Rp15,2 miliar) kepada keluarga korban.

Ia kemudian dipulangkan dan tiba di Tanah Air pada 6 Juli lalu.

Setibanya di Tanah Air, Etty harus menjalani perawatan di RS Darurat Corona di Wisma Atlet Jakarta karena dinyatakan positif Covid-19.

Baca juga :  Mendagri: Jangan Pilih Lagi Kepala Daerah yang Tak Serius Tangani Covid-19

“Alhamdulillah sekarang sudah sehat, setelah melalui semua aturan yang ditetapkan pemerintah terkait protokol kesehatan sehingga hari ini dapat bertemu kembali dengan keluarga,” kata Menlu Retno.

Merujuk pada kasus Etty, Menlu Retno menegaskan pentingnya penguatan aspek pencegahan agar pekerja migran Indonesia tidak tersandung kasus hukum di negara penempatan.

“Penting bagi kita untuk memperkuat aspek pencegahan, seperti pemahaman mengenai hukum setempat, terutama bagi WNI yang bekerja di negara-negara seperti di Arab Saudi,” kata dia.(ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Inilah Waktu Larangan Lontar Jumrah bagi Jemaah Haji Indonesia
apahabar.com

Nasional

Jubir Pemerintah: Kantor dan Pasar Rawan Penularan Covid-19
apahabar.com

Nasional

Ma’ruf Optimis Indonesia Tidak Akan Bubar Karena Dijaga Ulama

Nasional

Pengamat Intelijen: Kelancaran Reuni 212 Bukti Pemerintahan Jokowi Pro Islam
apahabar.com

Nasional

‘Bilik Cinta’ Inneke-Fahmi yang Terungkap di Persidangan
apahabar.com

Nasional

Bersiap Ikuti 2 Pameran Internasional, Jokowi: Tampilkan Wajah Indoensia
apahabar.com

Nasional

Menggugat Hari Pers Nasional
Misteri Kematian Mahasiswa ITB di Kotabaru: Beringin dan Tangisan di Alam Gaib

Nasional

Misteri Kematian Mahasiswa ITB di Kotabaru: Beringin dan Tangisan di Alam Gaib
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com