Dilaporkan Tim 2BHD, Erfan Instruksikan Bawaslu Kotabaru Rapatkan Barisan Api Berkobar di Bantuil Batola, 9 Rumah Jadi Arang Bupati Anang Resmikan SAMTA, Sekolah Alam Perdana di Tabalong Warga Eks Bioskop Cempaka Geger, Pria Tewas Bersimbah Darah 7 POPULER KALSEL: Ibu Bunuh Anak di Benawa HST hingga Ketua Nasdem Tala Buron

Ingin Berbakti kepada Orang Tua yang Sudah Wafat? Berikut 9 Amalannya

- Apahabar.com Minggu, 5 Juli 2020 - 05:00 WIB

Ingin Berbakti kepada Orang Tua yang Sudah Wafat? Berikut 9 Amalannya

Ilustrasi berbakti kepada orang tua. Foto-malut.com

apahabar.com, JAKARTA – Seorang anak masih memiliki kesempatan untuk berbakti kepada orangtua meski orang tua telah tiada.

Pada kondisi itu anak tetap harus berusaha mempersembahkan sesuatu kepada kedua orang tuanya sebagai bentuk penghormatan dan pengagungan kepada orang tuanya.

Lalu, Apa saja rukun sikap bakti anak Setelah orang tua wafat? Muhammad Nur Abdullah Hafiz Suwaid dalam bukunya “Prophetic Parenting Cara Nabi Mendidik Anak” seperti dilansir dari khazanah.republika.co.id, memberikan 9 amalan yang mesti dikerjakan anak agar orang tuanya bahagia di alam barzakh.

Pertama, melaksanakan janji dan wasiat orang tua.

عن أبي أُسيد مالك بن ربيعة الساعدي قال: بينا نحن جلوس عند رسول الله ﷺ إذ جاءه رجل من بني سلمة فقال: يَا رَسُولَ اللّهِ، هَلْ بَقِيَ عَلَيَّ مِنْ شَيْءٍ لِوَالِدَيَّ أَبِرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ وَفَاتِهِمَا؟ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “نَعَمْ، الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا، وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا، وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا، وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا، وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا

Diriwayatkan Abu Daud dari Malik bin Rabi’ah as-Saidi ra. Ketika kami duduk bersama Rasulullah datanglah seorang dari kabilah Bani Salamah dan bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah ada bakti yang tersisa untuk kedua orang tuaku yang dapat aku lakukan setelah mereka meninggal? ”

Beliau menjawab, “Yah! mendoakan mereka, menunaikan janji mereka, menyambung tali silaturahmi yang pernah mereka lakukan, dan memuliakan teman mereka.”

Kedua, berdoa dan memohon ampun untuk orang tua.

عَن أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ أَنَّى لِي هَذِهِ فَيَقُولُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

Dari Abu Huraira RA Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah SWT mengangkat derajat bagi seorang hamba yang saleh di surga. Dia bertanya,” Tuhanku, dari mana ini? “Allah menjawab,” permohonan ampunan anakmu untukmu.”

Ketiga, menyambung tali silaturahim. Diriwayatkan Imam Muslim dari Ibnu Umar RA, Rasulullah bersabda:

“إِنَّ أَبَرَّ الْبِرِّ صِلَةُ الْوَلَدِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ”

“Sesungguhnya termasuk katagori berbakti yang paling baik adalah seseorang menyambung tali silaturahim dengan keluarga teman bapaknya setelah dia meninggal dunia.”

حديث أبي بُردة رضي الله عنه قال: قَدِمتُ المدينةَ فأتاني عبدُ الله بنُ عمر رضي الله عنهما فقال: أتدري لِمَ أتيتُكَ؟ قلتُ: لا. قال: سمعتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: “مَنْ أحَبَّ أنْ يَصِلَ أَبَاهُ فِي قَبْرِهِ؛ فَلْيَصِلْ إِخْوَانَ أَبِيهِ بَعْدَهُ

Diriwayatkan Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya dari Abu Burdah: aku pergi ke kota Madinah di sana Aku dikunjungi oleh Abdullah bin Umar yang kemudian berkata, “Tahukah engkau kenapa aku mengunjungimu?” Aku jawab, “tidak tahu.” Dia mengatakan, “aku mendengar Rasulullah bersabda.

“Barangsiapa yang ingin menyambung tali silaturahmi bapaknya di makamnya, hendaknya menyambung tali silaturahmi dengan saudara-saudara bapaknya setelah si bapak meninggal dunia.”

Keempat, bersedekah atas nama orang tua. Ini diriwayatkan Bukhari Muslim, An Nasa’i dan Abu Daud dari Abdullah bin Abbas RA:

أنَّ سعدَ بنَ عبادةَ رضي اللهُ عنه تُوُفِّيَتْ أمُّه وهو غائبٌ عنها فقال : يا رسولَ اللهِ إنَّ أمي تُوُفِّيَتْ وأنا غائبٌ عنها أينفعُها شيءٌ إن تصدَّقتُ به عنها ؟ قال : نعم . قال : فإني أُشهدُك أنَّ حائطي المِخرافَ صدقةٌ عليها

Bahwasanya Sa’ad bin Ubadah bertanya kepada Nabi SAW “Ibuku meninggal dunia. Apakah akan bermanfaat baginya apabila aku bersedekah atas namanya?”

Beliau menjawab, “Yah.” Dia berkata, “aku memiliki sebidang kebun. Aku mempersaksikan mu bahwa aku menyedekahkannya atas nama ibuku.”

Kelima, ibadah haji untuk orang tua.

أن النبي ﷺ قال له رجل: إن فريضة الله على عباده أدركت أبي شيخًا كبيرًا لا يستطيع الحج ولا الظعن، أفأحج عنه؟ فقال له النبي ﷺ: حج عن أبيك واعتمر

Abu Razin RA berkata “Wahai Rasulullah sesungguhnya bapakku sudah tua dan tidak sanggup melaksanakan ibadah haji umrah atau melakukan perjalanan.” Beliau bersabda, “Berhaji dan umroh atas nama bapakmu.”

Keenam, beramal saleh untuk membahagiakan almarhum.

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ

“Dan katakanlah: “Berjalanlah kamu maka Allah dan Rasulnya serta orang-orang Mukmin akan melihat pekerjaanmu itu.” (QS at-Taubah: 105)

Ilmu Ibnu Katsir mengatakan: “Disebutkan dalam hadits bahwa amalan orang yang masih hidup diperlihatkan kepada keluarga dan karib kerabat yang sudah meninggal dunia di alam barzakh.”

Kemudian dia membawakan hadits riwayat Abu Dawud dan ath-Thayalisi berikut sanadnya dari Jabir RA.

إِنَّ أَعْمَالَكُمْ تُعْرَضُ عَلَى أَقَارِبِكُمْ وَعَشَائِرِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْآخِرَةِ ، فَإِنْ كَانَ خَيْرًا فَرِحُوا وَاسْتَبْشَرُوا ، وَقَالُوا: اللهُمَّ هَذَا فَضْلُكَ وَرَحْمَتُكَ فَأَتْمِمْ نِعْمَتَكَ عَلَيْهِ ، وَأَمِتْهُ عَلَيْهَا وَيُعْرَضُ عَلَيْهِمْ عَمَلُ الْمُسِيءِ ، فَيَقُولُونَ: اللهُمَّ أَلْهِمْهُ عَمَلًا صَالِحًا تَرْضَى بِهِ عَنْهُ وتُقَرِّبُهُ إِلَيْكَ

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya amalan kalian akan diperlihatkan kepada karib kerabat dan keluarga kalian di kubur-kubur mereka. Apabila baik, mereka bangga dan bergembira dan berkata,”Ya Allah ini adalah anugerah dan rahmat-Mu maka sempurnakan dan wafatkanlah dia atasnya.

Apabila selain itu mereka berdoa. “Ya Allah ilhamkanlah kepada mereka untuk mengerjakan amalan yang Engkau ridhai dan mendekatkan kepada-Mu.”

Ketujuh, ziarah ke makam orang tua.

زَارَ النبيُّ صَلَّى اللَّهُ عليه وَسَلَّمَ قَبْرَ أُمِّهِ، فَبَكَى وَأَبْكَى مَن حَوْلَهُ، فَقالَ: اسْتَأْذَنْتُ رَبِّي في أَنْ أَسْتَغْفِرَ لَهَا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِي، وَاسْتَأْذَنْتُهُ في أَنْ أَزُورَ قَبْرَهَا فَأُذِنَ لِي، فَزُورُوا القُبُورَ فإنَّهَا تُذَكِّرُ المَوْتَ

Nabi SAW berziarah ke makam ibunda beliau. Beliau menangis dan membuat para hadirin di sekitar beliau juga menangis. Beliau bersabda:

“Aku minta izin kepada Rabb-ku untuk memohonkan ampunan baginya namun aku tidak diizinkan. Kemudian aku meminta izin kepadanya untuk berziarah ke makamnya dan aku diizinkan. Berziarah ke makam sebab itu dapat mengingatkan akan kematian.” (HR Muslim dari Abu Hurairah).

Kedelapan, menjaga nama baik orang tua.

عن عبد الرحمن بن سمرة قال : قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : ” من بر قسمهما وقضى دينهما ولم يستسب لهما ، كتب بارا وإن كان عاقا في حياته ، ومن لم يبر قسمهما ويقضي دينهما واستسب لهما ، كتب عاقا وإن كان بارا في حياته

Abdurrahman bin Samurah berkata Rasulullah SAW bersabda. “Barangsiapa yang menunaikan sumpah kedua orang tua, melunasi utang mereka dan tidak menyebabkan mereka dicaci maki, maka dia dicatat sebagai orang yang berbakti, walaupun dalam masa hidup orang tuanya dia durhaka. Dan barangsiapa yang tidak menunaikan sumpah kedua orang tua, tidak melunasi utang mereka, dan menyebabkan mereka dicaci-maki, maka dia dicatat sebagai orang yang durhaka walaupun dalam masa hidup orang tuanya dia berbakti.”

Kesembilan, puasa atas nama orang tua.

عن عبدِ اللهِ بنِ بُريدةَ، عن أبيه رَضِيَ اللهُ عنه، قال: ((بَينا أنا جالِسٌ عند رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، إذ أتَتْه امرأةٌ، فقالت: إنِّي تصَدَّقْتُ على أمِّي بجاريةٍ، وإنَّها ماتَتْ، قال: فقال: وجَبَ أجرُكِ، ورَدَّها عليكِ الميراثُ، قالت: يا رسولَ اللهِ، إنَّه كان عليها صَومُ شَهْرٍ، أفأصومُ عنها؟ قال: صُومِي عنها، قالت: إنَّها لم تحُجَّ قَطُّ، أفأحُجُّ عنها؟ قال: حُجِّي عنها))

Diriwayatkan dari Abdullah bin Buraidah dari bapaknya berkata seorang wanita datang menghadap Nabi SAW dan berkata, “Sesungguhnya ibuku memiliki utang puasa dua bulan.” Beliau bersabda, “berpuasalah atas nama ibumu.” Dia berkata lagi, “sesungguhnya ibuku belum menunaikan ibadah haji.” Beliau bersabda. “Kerjakanlah ibadah haji atas nama-nya.” Dia berkata lagi. “Aku pernah menyedekahkan budak wanita kepadanya.” Beliau bersabda Allah telah memberimu pahala karenanya, dan sekarang mengembalikannya kepadamu sebagai warisan.”(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Selalu Jaga Wudhu, Insya Allah Terhindar dari Covid-19
Hendak Jebak Rasulullah, Bagaimana Nasib Abu Jahal?

Hikmah

Hendak Jebak Rasulullah, Bagaimana Nasib Abu Jahal?
apahabar.com

Hikmah

Makna Berkurban Bagi Umat Islam
apahabar.com

Hikmah

Dimasukkan Golongan Shiddiqin Bagi yang Mampu Menahan Syahwatnya
apahabar.com

Hikmah

Menjadi Pemuda yang Dirindukan Rasulullah, Sulitkah?
apahabar.com

Hikmah

Kata Ghuluw dalam Alquran dan Hadis, Ini Maknanya?
apahabar.com

Hikmah

Kisah Batu yang Membawa Lari Baju Nabi Musa AS
apahabar,com

Hikmah

Amalan-Amalan Bermuatan Sedekah Menurut Rasulullah SAW
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com