Masuk 10 Terbaik Nasional, Pertumbuhan Mobile Banking bank bjb Tercatat Paling Pesat Nah Lho.. Anggota DPRD Kalsel Terjaring Jam Malam di Banjarmasin Yang Terjadi Jika MK Menerima Permohonan AnandaMu… Saat Banjarmasin Berlakukan Jam Malam: Lampu-Lampu Dimatikan, ‘Jalur Tikus’ Dijaga Ketat 3 Pelajar Banjarmasin Raih Juara Lomba Baca Berita, Salah Satunya dari SMP Almazaya

Istilah Status Covid-19 Diganti, GTPP Banjar Tunggu Arahan Provinsi

- Apahabar.com Selasa, 14 Juli 2020 - 22:06 WIB

Istilah Status Covid-19 Diganti, GTPP Banjar Tunggu Arahan Provinsi

Tayangan informasi data kasus Covid-19 di Kabupaten Banjar, saat video konferensi pers GTPP Covid-19 Banjar. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARTAPURA – Istilah status Covid-19, seperti Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) kini diganti.

Pemkab Banjar segera melakukan perubahan istilah tersebut pada website layanan.banjarkab.go.id/coronavirus.

Hal ini diungkapkan Kadiskominfo, Statistik dan Persandian, HM Aidil Basith melalui Kabid Penyelenggaraan E-Government, Cornelius Kristiyanto.

“Setelah mengetahui adanya perubahan ini, kami akan segera melakukan penyesuaian di website kita biasanya mengupdate kasus Covid-19 tiap hari,” ujar Kristiyanto kepada apahabar.com, Selasa (14/7).

Nanum, lanjutnya, terlebih dahulu berkoordinasi dengan Gugus Tugas. “Besok kita koordinasi dulu dengan Gugus Tugas,” imbuhnya.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatanan Penanganan (GTPP) Covid-19, dr Diauddin mengatakan pihaknya memilih menunggu arahan Pemprov Kalsel.
“Untuk keseragaman data, kita nunggu sikap Pemerintah Provinsi Kalsel dulu,” ucapnya.

Sebelumnya, digantinya istilah tersebut diketahui setelah adanya surat Keputusan Menkes RI Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang telah ditandatangani pada Senin (13/7).

Dikutip dari lembaran Kepmenkes tersebut, Selasa (14/7), ODP berubah istilahnya menjadi kontak erat, PDP menjadi kasus suspek, dan OTG menjadi kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik).

Berikut rincian definisi operasional yang baru menurut Kepmenkes:

1. Kasus suspek

Maksud istilah ini adalah seseorang yang memiliki salah satu dari kriteria berikut:
a. Orang dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.
b. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable Covid-19.
c. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Sebagai catatan, istilah pasien dalam pengawasan (PDP) saat ini diperkenalkan dengan istilah kasus suspek.

2. Kasus probable

Maksud istilah ini adalah kasus suspek dengan ISPA berat/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium real time PCR.

3. Kasus konfirmasi

Maksud istilah ini adalah seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium real time.
Kasus konfirmasi dibagi menjadi dua, yaitu:

a. Kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik)
b. Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik)

4. Kontak erat

Maksud istilah ini adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi Covid-19. Riwayat kontak yang dimaksud antara lain:
a. Kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable atau kasus konfirmasi dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih.
b. Sentuhan fisik langsung dengan kasus probable atau konfirmasi (seperti bersalaman, berpegangan tangan, dan lain-lain).
c. Orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD yang sesuai standar.
d. Situasi lainnya yang mengindikasikan adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi setempat.

Pada kasus probable atau konfirmasi yang bergejala (simptomatik), untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari dua hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Pada kasus konfirmasi yang tidak bergejala (asimptomatik), untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari dua hari sebelum dan 14 hari setelah tanggal pengambilan spesimen kasus konfirmasi.

5. Pelaku perjalanan

Maksud istilah ini adalah seseorang yang melakukan perjalanan dari dalam negeri (domestik) maupun luar negeri pada 14 hari terakhir.

6. Discarded.

Discarded apabila memenuhi salah satu kriteria berikut:
a. Seseorang dengan status kasus suspek dengan hasil pemeriksaan RT-PCR 2 kali negatif selama dua hari berturut-turut dengan selang waktu lebih dari 24 jam.
b. Seseorang dengan status kontak erat yang telah menyelesaikan masa karantina selama 14 hari.

7. Selesai isolasi

Selesai isolasi apabila memenuhi salah satu kriteria berikut:
a. Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dengan ditambah 10 hari isolasi mandiri sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.
b. Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dihitung 10 hari sejak tanggal onset dengan ditambah minimal tiga hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.
c. Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang mendapatkan hasil pemeriksaan follow up RT-PCR 1 kali negatif, dengan ditambah minimal tiga hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.

8. Kematian

Kematian Covid-19 untuk kepentingan surveilans adalah kasus konfirmasi/probable Covid-19 yang meninggal.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Hendra Lianor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

10 Napi Anak Ikut UN, Ini Perbedaannya
Pohon Pisang

Kalsel

Penanaman Pohon Pisang di Cemara Ujung Banjarmasin Berbuntut
apahabar.com

Kalsel

Gunakan Busana Putih, Paman Birin Motivasi Warga Gunakan Hak Pilih

Kalsel

Pakar ULM: Peningkatan Kasus Covid-19 Januari 2021 Dekati Situasi Terburuk
John Lee CS

Kalsel

Waktu Berbuka Puasa, John Lee CS Gagalkan Transaksi Sabu Dua Pemuda di Kias HST
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 di Kalsel, ODP Berkurang 178 Orang, 1 Penderita Meninggal
apahabar.com

Kalsel

Mensos: Selama 2019, PKH Memberikan Hasil yang Sangat Baik
apahabar.com

Kalsel

BPTD Temukan 43 Bus Angkutan Mudik Tak Layak Operasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com