BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Warga Kabupaten Banjar Bereaksi

- Apahabar.com Rabu, 1 Juli 2020 - 17:35 WIB

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Warga Kabupaten Banjar Bereaksi

Kantor pelayanan BPJS Kesehatan Cabang Kabupaten Banjar. Foto-apahabar.com/hendra

apahabar.com, MARTAPURA – Iuran BPJS Kesehatan untuk kelas I dan II naik per hari ini, Rabu 1 Juli 2020. Kenaikan ini sesuai Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Kenaikan itu menuai reaksi sejumlah warga Kabupaten Banjar. Apalagi saat ini hampir seluruh masyarakat merasakan imbas Covid-19 yang tak kunjung reda.

Sekarang, bagi Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) kelas I iuran per orang per bulan menjadi Rp 150.000, dan kelas II jadi Rp 100.000.

Sementara bagi kelas III tetap pada Rp 25.000. Namun, mulai tahun 2021 kelas III bakal naik menjadi Rp 35.000.

“Sebenarnya memberatkan, apalagi kan ini di masa pandemi Covid-19,” ujar Rizkia (23), peserta BPJS Kesehatan kelas II ini kepada apahabar.com, Rabu (1/7).

Saking kesalnya, warga Martapura ini mengaku bahwa mengikuti BPJS ini terpaksa, karena tidak ada alternatif lain pada jaminan kesehatan. “Bisa dibilang terpaksa. Semua tahu bagaimana pelayanannya yang banyak dikeluhkan, obat lah yang habis, belum lagi birokrasinya yang ribet,” ucapnya.

Ia mengungkapkan hingga saat ini masih ada tunggakan iuran kurang lebih Rp 500.000. “Sebagai warga yang ekonominya pas pasan, bagi saya sebenarnya berat. Nantinya mau turun kelas aja,” tuturnya.

Beda halnya dengan Zainal Abidin (30), ia merasa tidak masalah dengan kenaikan iuran BPJS saat ini karena ia peserta kelas III.

“Alhamdulillah kelas III tidak ikut naik. Tidak masalah bagi saya. Tahun depan kan jadi Rp 31 ribu, tidak memberatkan juga,” kata warga Tunggul Irang, Martapura.

Namun ia berharap dengan adanya kenaikan di kelas I dan II, pelayanan BPJS dapat lebih ditingkatkan lagi.

Terkait cara turun kelas, Kepala Kantor Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Banjar, Noorlina menjelaskan syaratnya peserta sudah terdaftar di BPJS 1 tahun lamanya.

“Harus satu tahun dulu sebagai peserta dan juga harus diikuti seluruh anggota keluarga sesuai dalam KK (Kartu Keluarga). Kecuali ada program tertentu dari BPJS sehingga dapat turun kelas sebelum satu tahun,” kata Noorlina.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Hendra Lianor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kalsel Diprakirakan Bebas Hujan, Simak Prakiraan BMKG Hari Ini!

Kalsel

Persiapan HKSN 2019 di Kalsel Mencapai 80 Persen
apahabar.com

Kalsel

Alalak Meledak Lagi, Ditemukan 13 Pasien Baru Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Peringati HUT ke-65 Lalu Lintas Bhayangkara, Polres Banjar Bagikan Ratusan Logistik pada Korban Laka
apahabar.com

Kalsel

Apel Deklarasi, Kapolda Kalsel Ingatkan Paslon Pilkada Kalsel 2020 Terapkan Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Hujan Lagi
apahabar.com

Kalsel

Selain APD, PDIP Salurkan 4 Ton Beras ke Batola
apahabar.com

Kalsel

BMKG Prakirakan 4 Daerah di Kalsel Hujan Disertai Petir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com