Pascabanjir Kalsel, Wamen LHK Siapkan 5 Aspek Pemulihan Lingkungan Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan

Jangan Khawatir, Masker Tak Kurangi Jumlah Oksigen

- Apahabar.com Senin, 20 Juli 2020 - 06:30 WIB

Jangan Khawatir, Masker Tak Kurangi Jumlah Oksigen

Ilustrasi masker. Foto-hongkongliving.com

apahabar.com, TORONTO – Menggunakan masker menjadi salah satu yang harus dilakukan dalam protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Namun, banyak orang yang merasa menggunakan masker justru malah mengurangi kadar oksigen sehingga tak lagi memakai masker.

Lalu, apakah benar masker mengurangi kadar oksigen seseorang? Dilansir di laman CBC News, Minggu (19/7), para ahli mengatakan tidak ada kebenaran untuk klaim itu.

“Saya belum melihat bukti medis atau ilmiah yang menunjukkan bahwa memakai masker akan menghabiskan oksigen tubuh Anda,” kata Direktur Medis Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di University Health Network di Toronto, dr Susy Hota.

Masker juga dinilai tidak akan membiarkan gas berbahaya, seperti karbon dioksida, menumpuk di dalam. Saat merasa panas atau menjadi lebih sadar akan pernapasan pada saat mengenakan masker, Hota mengatakan itu tak membahayakan.

Dilansir Republika.co.id, seorang dokter keluarga di Burlington, Ontario, dr Jennifer Kwan sepakat dengan Hota. Oksigen dan karbon dioksida dapat menembus masker, tetapi masker menangkap droplet yang mengandung virus. Hal itu dapat membantu mengurangi penularan.

“Sebagai seorang profesional medis, kami mengenakan masker dalam praktik sehari-hari dan itu tidak menyebabkan dokter atau perawat atau ahli bedah dalam kondisi membahayakan,” kata dia.

Risiko sebenarnya, kata Kwan, adalah ketika mengenakan masker secara tidak benar. Misalnya seperti berbagi masker yang sama kepada orang lain, menggunakan kembali masker sekali pakai, atau tidak membersihkan masker kain dengan benar.

Dia menyebut cara memakai masker yang benar antara lain cuci atau bersihkan tangan terlebih dahulu sebelum memakai dan melepasnya. Pegang hanya di bagian pengait untuk telinga. Jangan menyentuh bagian depan. Penting pula untuk menjaga agar wajah tertutup dari atas lubang hidung ke bawah dagu.

Jenis masker beragam. Masyarakat mungkin menemui orang-orang di jalan dengan masker yang memiliki katup atau ventilasi yang dirancang agar membuat pernapasan lebih mudah.

Para ahli mengatakan masker dengan jenis ini tak aman digunakan. Masker berventilasi mungkin terlihat berteknologi tinggi dan lebih nyaman dipakai, tetapi Health Canada mengatakan masker tersebut memungkinkan droplet tersebar.

Chakrabarti dan Kwan merekomendasikan masker bedah atau masker kain. Sebaiknya hindari penggunaan masker berventilasi dan berkatup.

Hal yang perlu diingat yaitu meski telah menggunakan masker, bukan berarti Anda boleh mengabaikan jarak fisik dan kebersihan tangan yang baik.

Jaga jarak dan sering mencuci tangan juga menjadi anjuran yang perlu diterapkan. Ketiga hal itu menjadi upaya pencegahan penularan Covid-19.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Kawasaki Ninja ZX-25R Segera Hadir
apahabar.com

Gaya

Kriteria Buah yang Bagus untuk Penderita Diabetes
apahabar.com

Gaya

Perhatikan Ini Saat Merawat Si Janda Bolong yang Bisa Laku Rp 100 Juta
apahabar.com

Gaya

Peneliti India Buat Stetoskop Pintar Jarak Jauh
apahabar.com

Gaya

Sering Makan Kacang, Awas Risiko Kanker Ini Mengintai
apahabar.com

Gaya

Jadi Trending Twitter, Video Aldi Taher Lantunkan Al-Qur’an Jadi Cibiran Warganet
apahabar.com

Gaya

5 Cara Hindari Lonjakan Kolesterol Saat Rayakan Iduladha 1441 H
apahabar.com

Gaya

Tokocrypto Luncurkan Aplikasi Mobile untuk Android
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com