Pascabanjir Kalsel, Wamen LHK Siapkan 5 Aspek Pemulihan Lingkungan Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan

Jelang 17 Agustus, Penjualan Bambu di Banjarmasin Kembali Bergairah

- Apahabar.com Minggu, 19 Juli 2020 - 17:14 WIB

Jelang 17 Agustus, Penjualan Bambu di Banjarmasin Kembali Bergairah

Bambu siap dipasarkan untuk memenuhi kemeriahan Hari Kemerdekaan RI. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Hampir semua denyut usaha terdampak pandemik Covid-19. Tak terkecuali usaha penjualan bambu milik Supian (18), warga Sungai Baru, Banjarmasin Tengah.

Pada masa virus Corona, pria yang bermodal lulusan SMA ini sangat merasakan imbas bencana itu. Biasanya permintaan bambu 100 batang per hari, musim Covid-19 ia hanya mampu melayani 10 hingga 20 batang bambu sesuai permintaan.

Supian biasanya menaruh bambu dagangannya di samping Jembatan Dewi, depan pintu gerbang Sungai Baru. “Ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sepi sekali, menjual 10 batang bambu aja sulit,” ujarnya.

Beruntung fase PSBB tak berlangsung lama dan sekarang digantikan dengan New Normal atau tatanan kehidupan baru. Dalam fase ini, Supian menaruh harapan kembali dengan dagangan batang bambu yang digelutinya dari usia 15 tahun tersebut.

Terbukti beberapa waktu saja, usahanya membuahkan hasil. Permintaan konsumen terus meningkat. Faktor ini diakuinya karena menjelang momen hari kemerdekaan yang diperingkati tanggal 17 Agustus setiap tahunnya.

Momen kemerdekaan RI ini sangat dirayakan masyarakat, tak kecuali warga Banjarmasin. Setiap pelosok sering menaikan bendera merah putih dengan bambu sebagai pondasi utama.

Dari sanalah, penjualan batang bambu laris dan kembali dilirik. “Alhamdulillah ada pernah 400 batang bambu yang dijual sehari tapi puncak awalnya biasanya diakhir Juli sampai mendekati tanggal 17 Agustus,” ucapnya.

Supian sendiri memesan batang bambu ini dari Loksado, Hulu Sungai Selatan (HSS).
Dari kaki Pegunungan Meratus itu bambu ditarik kapal berukuran sedang. Dalam sekali tarikan biasanya 6 rakit bambu yang mengandeng.

Waktu perjalanan hingga ke Banjarmasin mencapai 4 hari 4 malam. Satu rakit berisi 6.000 batang bambu. “Kendalanya air saja. Karena pengirimian mengikuti arus air pasang atau tidak,” pungkasnya.

Editor: Syarif

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Satgas Covid-19 Visitasi Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin, Mau Buka Lagi?
apahabar.com

Kalsel

Bentrokan Pecah, Pemuda Bersimbah Darah di Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Tak Hanya Tangani Covid-19, Kapolda Kalsel: KTB Juga untuk Ketahanan Pangan dan Sosial Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

Diamuk Covid-19, Kuda Lumping di Batola Curhat: Sulitnya Cari ‘Makan’
Syamsudin Noor

Kalsel

Ganti Sumber Pendapatan Daerah, Intip Siasat Pemprov Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Samakan Misi Bangun Banjarmasin, Ibnu Sina Kukuhkan Pengurus Baru Karang Taruna
Banjir Kalsel

Kalsel

Debit Air Naik Lagi, Warga Kabupaten Banjar Bertahan di Atas Atap
apahabar.com

Kalsel

Sejarah Aksi Mahasiswa di Kalsel (I), Penembak Hasanuddin HM Diduga Dilindungi Pejabat Daerah!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com