ga('send', 'pageview');
Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST Nih, Hasil Swab Wali Kota Banjarmasin Usai Bertemu Nadjmi Adhani




Home Kalsel

Kamis, 30 Juli 2020 - 18:13 WIB

Jelang Iduladha, RPH Marabahan Siap Jagal Hewan Kurban

Reporter: Bastian Alkaf - apahabar.com

Mesin perebah hewan yang digunakan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Marabahan. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

Mesin perebah hewan yang digunakan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Marabahan. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Dibanding tahun-tahun sebelumnya, aktivitas di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Marabahan dipastikan lebih sibuk selama Iduladha 1441 Hijriah.

RPH yang cukup representatif di Barito Kuala (Batola) ini terletak di Desa Barambai Kolam Kiri Ray 5, Kecamatan Barambai.

Pembangunan RPH menggunakan APBD murni selama tiga tahun dengan biaya sekitar Rp2,1 miliar.

Dibangun mulai pertengahan 2016, pengoperasian RPH resmi dilakukan akhir 2018.

Selanjutnya RPH tersebut hampir beroperasi setiap hari memasok kebutuhan daging di sejumlah kecamatan.

Sementara hewan yang dipotong kebanyakan dari Barambai, Wanaraya dan Marabahan.

Biasanya dalam sebulan, RPH Marbahan menjagal tidak kurang 12 ekor sapi.

Namun bertepatan dengan Iduladha 1441 H yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19, terjadi kesibukan tambahan di RPH.

Sesuai surat edaran Bupati Batola, pemotongan hewan dianjurkan dilakukan di RPH.

Selain jauh dari kerumunan, juga terdapat protokol kesehatan hewan ternak.

“Anjuran memotong hewan di RPH mengambil acuan protokol kesehatan, terutama larangan berkerumun,” ungkap Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Batola, Lasiman, Kamis (30/7).

Baca juga :  Pansus Terbentuk, Pengawasan Satuan Tugas Covid-19 di HST Dimaksimalkan

“Kesehatan hewan dan daging yang dihasilkan juga dijamin, karena semuanya menjalani pemeriksaan post mortem maupun ante mortem,” imbuhnya.

Disbunak Batola sendiri menjamin kesehatan sapi Bali yang menjadi hewan kurban unggulan di Bumi Selidah.

“Insya Allah hewan kurban di Batola sudah aman dari cacing hati, jembrana dan antrax. Namun kami mewaspadai kedatangan sapi luar, terutama dari Sulawesi yang akhir-akhir ini teridentifikasi ditulari antrax,” beber Lasiman.

Di dalam RPH seluas sekitar 30×30 meter tersebut, tersedia mesin perebah hewan yang diletakkan tepat ke arah kiblat.

Setelah penyembelihan dilakukan manual oleh petugas, hewan diangkat dengan pengait yang dilengkapi rel gantung sehingga tidak perlu diseret-seret sebelum dikuliti.

Setelah terpisah dari kulit, jeroan hewan seperti usus dan lambung dipisah ke ruang pembersih kotoran.

Baca juga :  Cerita Miris Badut Upin dan Sikap Serba Salah Satpol PP Banjarbaru

Selanjutnya daging, tulang dan bagian lain yang telah dipotong-potong, diterima kembali oleh pemilik hewan kurban di pintu keluar.

“Sampai sekarang sudah terdaftar 18 sapi yang siap potong di RPH. Sementara sarana dan prasarana penunjang juga sudah dibersihkan,” beber Lasiman.

“Pemotongan dilakukan sejak 31 Juli hingga 3 Agustus 2020 oleh 3 petugas RPH. Kami juga memberdayakan warga sekitar untuk menguliti dan pembersihan,” sambungnya.

Untuk setiap hewan, dikenakan retribusi sebesar Rp70 ribu hingga Rp100 ribu.

Retribusi itu diperuntukkan jasa kandang ternak, pemakaian RPH dan pemeriksaan.

Retribusi itu belum termasuk jasa menguliti dan pembersihan. “Menyerahkan pemotongan ke RPH terbilang praktis, karena pemilik hanya tahu bersih,” papar Amin, salah seorang warga Marabahan yang berkurban.

“Semakin praktis lagi, kalau sapi dibeli dari Barambai atau Wanaraya. Penjual yang langsung mengantar hewan ke RPH, sementara pembeli tinggal menunggu daging di antar ke rumah,” tandasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

Kalsel

Waspada! Banjir Masih Hantui Kota Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Handphone Meledak di Kamar Nisa Tanbu, Uang Jutaan Rupiah Terbakar
apahabar.com

Kalsel

Pernyataan Sikap FKUB Tala Terkait Perusakan Musala di Minahasa
apahabar.com

Kalsel

Jelang Pelantikan Presiden, DPRD Kalsel Rapat Eksklusif
apahabar.com

Kalsel

Kasus Covid-19 di Banjarmasin Meroket, 10 Kelurahan Zona Hijau
apahabar.com

Kalsel

Sudah 3 Warga HST Reaktif Covid-19, Simak Kronologisnya
apahabar.com

Kalsel

Tabrakan Beruntun di Gunung Raja, 5 Mobil Rusak Berat
apahabar.com

Kalsel

Selama 2018 Polres Balangan Ungkap 51 Kasus Narkoba
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com