Mulai Esok, RS Idaman Banjarbaru Kembali Terima Pasien Baru PPKM Level IV: Banjarmasin Jauh Lebih Boros Ketimbang Banjarbaru Ssttt.. Satu Pembunuh Perawat RSDI Banjarbaru Lolos Penyergapan di Jawa Laut Cerita Relawan Banjar: Pahitnya Daun Sungkai Bisa Menyembuhkan Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara

JKN-KIS dan Prinsip Gotong Royong, Agus Punya Pengalaman

- Apahabar.com     Rabu, 8 Juli 2020 - 14:38 WITA

JKN-KIS dan Prinsip Gotong Royong, Agus Punya Pengalaman

Agustriono saat di Kantor BPJS Cabang Barabai.Foto-Reza for apahabar.com

apahabar.com, BARABAI – Agustriono, warga Desa Kasarangan Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Hulu Sungai Tengah (HST) pernah mempunyai pengalaman mengenai Jaminan Kesehatan Nasional melalui Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Pria berumur 59 tahun ini pernah merasakan manfaat JKN-KIS dari BPJS Kesehatan. Bukan dari dirinya sendiri melainkan dari sang istri. Beberapa tahun silam, sang istri mengidap penyakit komplikasi, stroke dan diabetes.

Saat itu, dia bersyukur ada program pemerintah yang membantu dalam hal urusan penjaminan kesehatan. Dari sini, keluarganya terjamin dalam hal kesehatan.

Dia dan kelurganya terdaftar pada segmen mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) pada BPJS Kesehatan. Sehingga biaya pengobatannya diambil dari dana pensiun.

“Dulu saat istri sakit juga pakai BPJS, tapi sekarang sudah tidak ada (meninggal-red),” tutur Agus.

Walaupun dulu sempat ada permasalahan dengan salah satu rumah sakit swasta terkait pelayanannya, Agus menggaris bawahi, sebenarnya Program JKN-KIS sampai saat ini sudah baik pelaksanaannya. Termasuk dengan pelayanan di fasilitas kesehatan.

Agus berharap agar seluruh rumah sakit swasta seluruhnya bisa melayani Peserta JKN-KIS.

“Semoga saja rumah sakit swasta yang ada dapat kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Jadi kalau regulasi tentang itu dibuat, pastinya peserta akan lebih dimudahkan lagi,” harap Agus.

Banyaknya segmen kepesertaan pada BPJS Kesehatan, kata Agus, masyarakat dapat tercover ke dalam program JKN-KIS sesuai dengan profesi dan kemampuan.

Sehingga tidak ada lagi istilah tak mendaftar menjadi peserta JKN-KIS karena berbagai alasan.

“Dengan banyaknya segmen dan kelas, di situlah gotong-royongnya kental, jadi saling membantu sesuai dengan kemampuan (bayar iuran-red) masing-masing, atau kalau memang tak mampu bisa ikut PBI,” jelas Agus.

Berangkat dari pengetahuannya tentang BPJS Kesehatan, lelaki yang pernah bekerja di Barito Timur Kalteng ini, memahami betul prinsip gotong-royong tadi dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS.

Masyarakat luas, kata Agus juga harus memahami prinsip itu agar program tersebut berjalan baik agar terealisasi masyarakat Indonesia yang sehat.

Agus berharap khususnya peserta di segmen mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) agar taat dalam membayar iuran.

Sebab yang selama ini banyak menjadi masalah jika peserta mandiri mendaftar karena memerlukan sesaat. Namun setelah mendapatkan pelayanan mereka enggan untuk melakukan kewajibannya membayar iuran bulanan.

“Kalau kaya begitu caranya, prinsip gotong-royongnya enggak jalan, peserta seperti itu harus ditertibkan,” tutup Agus.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: HN Lazuardi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Wajibkan Kepesertaan JKN-KIS, Warning Bagi Badan Usaha Tak Patuh di Tapin
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Bahas Keterbukaan Informasi, BPJS Kesehatan Buka FGD Bersama Komisi Informasi Kalsel
JKN-KIS

BPJS Kesehatan Barabai

Layanan Peserta JKN-KIS Barabai Dipastikan Tak Terpengaruh Natura
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Warga HST Ini Rasakan Manfaat JKN-KIS BPJS Kesehatan
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

HRD Ini Punya ‘Senjata’ Atasi Layanan JKN-KIS di Perusahaannya
Gandeng Kejari HST, BPJS Kesehatan Barabai Tertibkan Pemberi Kerja Tak Patuh

BPJS Kesehatan Barabai

Gandeng Kejari HST, BPJS Kesehatan Barabai Tertibkan Pemberi Kerja Tak Patuh
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Mengintip Prestasi Dokter Aminah, Peraih Penghargaan BPJS Award 2020  

BPJS Kesehatan Barabai

Hari Kesehatan Nasional, Duta BPJS Kesehatan Apresiasi Nakes dan Kampanyekan Prokes di HST
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com