BUMN Merugi, Siap-Siap Tak Terima Kucuran Dana PMN Pemeran Video Syur Sesama Jenis Banjarmasin Bisa Dipidana? Tok! MK Tolak Permohonan Pemohon, Ibu Kota Provinsi Kalsel Sah di Banjarbaru 8 Merek Otomotif Bakal Tampil di GIIAS Medan 2022, Bawa Atmosfer Masa Depan Mulai Pulih dari Situasi Pandemi Covid-19, Jumlah Penumpang Pesawat Mengalami Kenaikan

JKN-KIS dan Prinsip Gotong Royong, Agus Punya Pengalaman

- Apahabar.com     Rabu, 8 Juli 2020 - 14:38 WITA

JKN-KIS dan Prinsip Gotong Royong, Agus Punya Pengalaman

Agustriono saat di Kantor BPJS Cabang Barabai.Foto-Reza for apahabar.com

apahabar.com, BARABAI – Agustriono, warga Desa Kasarangan Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Hulu Sungai Tengah (HST) pernah mempunyai pengalaman mengenai Jaminan Kesehatan Nasional melalui Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Pria berumur 59 tahun ini pernah merasakan manfaat JKN-KIS dari BPJS Kesehatan. Bukan dari dirinya sendiri melainkan dari sang istri. Beberapa tahun silam, sang istri mengidap penyakit komplikasi, stroke dan diabetes.

Saat itu, dia bersyukur ada program pemerintah yang membantu dalam hal urusan penjaminan kesehatan. Dari sini, keluarganya terjamin dalam hal kesehatan.

Dia dan kelurganya terdaftar pada segmen mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) pada BPJS Kesehatan. Sehingga biaya pengobatannya diambil dari dana pensiun.

“Dulu saat istri sakit juga pakai BPJS, tapi sekarang sudah tidak ada (meninggal-red),” tutur Agus.

Walaupun dulu sempat ada permasalahan dengan salah satu rumah sakit swasta terkait pelayanannya, Agus menggaris bawahi, sebenarnya Program JKN-KIS sampai saat ini sudah baik pelaksanaannya. Termasuk dengan pelayanan di fasilitas kesehatan.

Agus berharap agar seluruh rumah sakit swasta seluruhnya bisa melayani Peserta JKN-KIS.

“Semoga saja rumah sakit swasta yang ada dapat kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Jadi kalau regulasi tentang itu dibuat, pastinya peserta akan lebih dimudahkan lagi,” harap Agus.

Banyaknya segmen kepesertaan pada BPJS Kesehatan, kata Agus, masyarakat dapat tercover ke dalam program JKN-KIS sesuai dengan profesi dan kemampuan.

Sehingga tidak ada lagi istilah tak mendaftar menjadi peserta JKN-KIS karena berbagai alasan.

“Dengan banyaknya segmen dan kelas, di situlah gotong-royongnya kental, jadi saling membantu sesuai dengan kemampuan (bayar iuran-red) masing-masing, atau kalau memang tak mampu bisa ikut PBI,” jelas Agus.

Berangkat dari pengetahuannya tentang BPJS Kesehatan, lelaki yang pernah bekerja di Barito Timur Kalteng ini, memahami betul prinsip gotong-royong tadi dalam penyelenggaraan Program JKN-KIS.

Masyarakat luas, kata Agus juga harus memahami prinsip itu agar program tersebut berjalan baik agar terealisasi masyarakat Indonesia yang sehat.

Agus berharap khususnya peserta di segmen mandiri atau Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) agar taat dalam membayar iuran.

Sebab yang selama ini banyak menjadi masalah jika peserta mandiri mendaftar karena memerlukan sesaat. Namun setelah mendapatkan pelayanan mereka enggan untuk melakukan kewajibannya membayar iuran bulanan.

“Kalau kaya begitu caranya, prinsip gotong-royongnya enggak jalan, peserta seperti itu harus ditertibkan,” tutup Agus.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: HN Lazuardi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Aplikasi P-Care

BPJS Kesehatan Barabai

Aplikasi P-Care Jadi Andalan Pendataan Vaksinasi Boster di HST
Bidan Lisa

BPJS Kesehatan Barabai

Bidan Lisa, Menolong dan Menyaksikan Warga Meratus HST Bersalin Berteman JKN-KIS

BPJS Kesehatan Barabai

Biaya Melahirkan Istri Alfianur Dijamin, si Bayi Langsung Didaftarkan ke JKN-KIS

BPJS Kesehatan Barabai

Biayanya Jutaan, Operasi Caesar Dwi Warga HST Terbantu JKN-KIS

BPJS Kesehatan Barabai

Catat! Kepesertaan BPJS Kesehatan Jadi Salah Satu Syarat Perizinan BU di HSU
BPJS Kesehatan Barabai

BPJS Kesehatan Barabai

Dari Kantor BPJS Kesehatan Barabai, Ros Kecantol Mobile JKN-KIS
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Rela Pensiunan Almarhum Dipotong, Mursinah: Demi Kesehatan
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Operasi Jantung Senilai 200 Juta Tanpa Biaya?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com