Breaking News! Warga Tangkap Buaya Pemangsa di Pantai Kotabaru Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir

Jokowi: Indonesia Diprediksi Masuk Tiga Besar Ekonomi Dunia

- Apahabar.com Selasa, 28 Juli 2020 - 15:18 WIB

Jokowi: Indonesia Diprediksi Masuk Tiga Besar Ekonomi Dunia

Presiden Joko Widodo. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, perekonomian Indonesia masuk tiga besar terbaik dunia pada 2020. Ini berdasarkan prediksi International Monetary Fund (IMF).

“Tiga besar ini adalah China masih tumbuh 1,9 persen plus, India akan tumbuh tahun ini perkiraan mereka 1,2 persen plus, dan Indonesia berada di angka 0,5 persen plus,” kata Jokowi saat memberikan arahan kepada peserta program kegiatan bersama kejuangan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat seperti dilansir dari Republika.co.id, Selasa (28/7).

Kendati demikian, dengan kondisi perekonomian dunia yang sangat dinamis dan tidak menentu saat ini, Jokowi mengaku belum mengetahui posisi pertumbuhan ekonomi Indonesia terkini.

“Tetapi dengan perubahan-perubahan yang semakin buruk tadi, kita juga belum mendapatkan angka-angka yang paling akhir, berapa posisi negara kita pertumbuhan ekonominya di tahun 2020,” ucap dia.

Jokowi menceritakan, empat bulan yang lalu, managing director IMF menyampaikan pertumbuhan ekonomi global akan berada pada posisi minus 2,5 persen. Kemudian, sebulan setelahnya, Bank Dunia juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi global berada posisi minus 5 persen.

“Padahal sebelumnya masih minus 2,5 persen. Pada keadaan normal posisinya adalah 3-3,5 persen,”ungkapnya.

Dan kemudian tiga pekan yang lalu, OECD pun menyampaikan bahwa ekonomi global akan terkontraksi dan berada pada minus 6 hingga minus 7,6 persen. Kondisi ini terjadi di berbagai negara di dunia.

Seperti di Prancis yang pertumbuhan ekonominya diperkirakan mencapai minus 17,2 persen, Inggris diprediksi pada posisi minus 15,4 persen, Jerman diperkirakan minus 11,2 persen, dan Amerika Serikat diperkirakan berada posisi minus 9,7 persen.

“Dan negara-negara lain posisinya sama, minus minus minus,” kata dia.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Rupiah Rabu Pagi Bergerak Menguat
apahabar.com

Ekbis

Belasan Warga Kalsel Terimbas Penyusutan Karyawan Lion Air
apahabar.com

Ekbis

Soal Kenaikan Tagihan Listrik, Berikut Penjelasan Kementerian BUMN
apahabar.com

Ekbis

Cegah Covid-19, Duta Mall Rutin Rapid Test Karyawan
apahabar.com

Ekbis

Dukung Pengembangan UMKM, Ini yang Dilakukan Lion Express di Kalsel
apahabar.com

Ekbis

Wacana Subsidi LPG 3 Kg Dicabut, Nadjmi: Harus Ada Pola Pengganti
apahabar.com

Ekbis

Kini, Warga Kalsel Bisa Bayar Pajak Kendaraan Malam Hari
apahabar.com

Ekbis

Pilpres AS Berlangsung Ketat, IHSG Ditutup Melemah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com