Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer Buron, Suami Penggorok Istri di Kintap Tala Kuasai Medan Pelarian KDRT di Kintap Tala: Cemburu, Suami Tebas Leher Istri Link Live Streaming MotoGP Catalunya 2020, Live Trans7, Kans Rossi Podium Hasil Kualifikasi MotoGP Catalunya 2020, Morbidelli Pole Position, Rossi Start Ketiga, Live Trans7

Jokowi: Indonesia Diprediksi Masuk Tiga Besar Ekonomi Dunia

- Apahabar.com Selasa, 28 Juli 2020 - 15:18 WIB

Jokowi: Indonesia Diprediksi Masuk Tiga Besar Ekonomi Dunia

Presiden Joko Widodo. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, perekonomian Indonesia masuk tiga besar terbaik dunia pada 2020. Ini berdasarkan prediksi International Monetary Fund (IMF).

“Tiga besar ini adalah China masih tumbuh 1,9 persen plus, India akan tumbuh tahun ini perkiraan mereka 1,2 persen plus, dan Indonesia berada di angka 0,5 persen plus,” kata Jokowi saat memberikan arahan kepada peserta program kegiatan bersama kejuangan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat seperti dilansir dari Republika.co.id, Selasa (28/7).

Kendati demikian, dengan kondisi perekonomian dunia yang sangat dinamis dan tidak menentu saat ini, Jokowi mengaku belum mengetahui posisi pertumbuhan ekonomi Indonesia terkini.

Baca juga :  Kasus Covid-19 Indonesia Tembus 275.213, Letjen Doni Sebut OTG Silent Killer

“Tetapi dengan perubahan-perubahan yang semakin buruk tadi, kita juga belum mendapatkan angka-angka yang paling akhir, berapa posisi negara kita pertumbuhan ekonominya di tahun 2020,” ucap dia.

Jokowi menceritakan, empat bulan yang lalu, managing director IMF menyampaikan pertumbuhan ekonomi global akan berada pada posisi minus 2,5 persen. Kemudian, sebulan setelahnya, Bank Dunia juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi global berada posisi minus 5 persen.

“Padahal sebelumnya masih minus 2,5 persen. Pada keadaan normal posisinya adalah 3-3,5 persen,”ungkapnya.

Baca juga :  Angkat Pamor Ikan Hias di Indonesia, Himakua Gelar Aquafest 2020

Dan kemudian tiga pekan yang lalu, OECD pun menyampaikan bahwa ekonomi global akan terkontraksi dan berada pada minus 6 hingga minus 7,6 persen. Kondisi ini terjadi di berbagai negara di dunia.

Seperti di Prancis yang pertumbuhan ekonominya diperkirakan mencapai minus 17,2 persen, Inggris diprediksi pada posisi minus 15,4 persen, Jerman diperkirakan minus 11,2 persen, dan Amerika Serikat diperkirakan berada posisi minus 9,7 persen.

“Dan negara-negara lain posisinya sama, minus minus minus,” kata dia.(Rep)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Gegara Pandemi, Penjualan Motor Diprediksi Anjlok hingga 45 Persen
apahabar.com

Ekbis

Kembali Layani Penerbangan, Garuda Terapkan Prosedur Ketat
apahabar.com

Ekbis

Bayar PPB di Tokopedia, Warga Kalsel Ikut Dorong Perekonomian Daerah
apahabar.com

Ekbis

Harga Minyak Mentah AS Anjlok, IHSG Diprediksi Melemah
apahabar.com

Ekbis

Rabu Sore, Rupiah Melemah Tipis ke Rp 14.241 per Dolar AS
apahabar.com

Ekbis

BBM Satu Harga Bakal Pacu Ekonomi Desa Bajayau
apahabar.com

Ekbis

Perdana, Medco Produksi Gas Lapangan Meliwis
apahabar.com

Ekbis

Selasa Pagi, Rupiah Bergerak Seperti Yoyo
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com