Ribuan Warga Terdampak Banjir Mengungsi di Masjid Al-Karomah Martapura Bantu Evakuasi Korban Banjir, Pemprov Kalteng Kirim Relawan ke Kalsel Legislator Kalsel: Banjir Dahsyat dan Longsor Akibat Alih Fungsi Hutan Meski Cedera, Messi Tetap Ingin Main di Final Piala Super Spanyol Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan

Jokowi Ingatkan Indonesia Masuk Peringkat 3 Penderita TBC Terbanyak di Dunia

- Apahabar.com Selasa, 21 Juli 2020 - 12:31 WIB

Jokowi Ingatkan Indonesia Masuk Peringkat 3 Penderita TBC Terbanyak di Dunia

Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/7). Foto: Capture Youtube Sekretariat Presiden

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bahaya penyakit menular Tuberkulosis (TBC) yang rentan menyerang kelompok masyarakat produktif berusia 15 hingga 55 tahun.

“Sekitar 75 persen pasien TBC adalah kelompok produktif artinya di usia produktif 15-55 (tahun), ini yang juga harus kita waspadai,” kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas Percepatan Eliminasi TBC di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.

Berdasarkan laporan yang diterima Presiden Jokowi, jumlah pasien TBC yang meninggal dunia di Indonesia cukup banyak.

Jokowi menyebut Indonesia juga menjadi negara ketiga tertinggi di dunia untuk jumlah pasien penderita TBC, setelah India dan China.

Pada tahun 2017, kata Presiden, di Indonesia terdapat 165 ribu orang meninggal karena TBC dan di tahun 2018 tercatat 98 ribu orang meninggal karena TBC.

“Dan TBC merupakan salah satu dari 10 penyakit menular yang menyebabkan kematian terbanyak di dunia, lebih besar dibanding HIV, AIDS tiap tahunnya,” ujarnya.

Oleh karena itu, Kepala Negara meminta upaya pencegahan dan penanganan TBC harus dilakukan lintas sektor.

Selain dari sisi pengobatan, jajaran kementerian dan lembaga negara juga harus mendorong pencegahan penularan TBC. Misalnya, dengan menata ulang lingkungan masyarakat karena kondisi lingkungan yang padat, kumuh, dan minim asupan cahaya matahari merupakan tempat yang rawan penularan TBC.

“Untuk tempat tinggal rumah lembab, tanpa cahaya matahari, kurang ventilasi terutama tempat-tempat yang padat. Kepadatan lingkungan ini betul-betul sangat berpengaruh terhadap penularan antar individu sehingga ini bukan hanya di Kementerian Kesehatan, di Kementerian Sosial tapi juga Kementerian PUPR juga harus dilibatkan, dalam pengurangan TBC ini,” ujarnya.

Dari sisi pengobatan, Jokowi meminta seluruh alat medis dan farmasi untuk menangani TBC harus tersedia.

“Stok obat-obatan harus dipastikan tersedia, kalau perlu butuh Perpres atau Permen segera terbitkan. Prinsip kita sejak awal segera temukan, obati itu yang dilakukan, seperti yang kita kerjakan pada Covid-19. TBC yang jelas juga menjadi concern kita untuk menyelesaikan,” ujarnya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Status Rommy Jadi Tersangka Suap
apahabar.com

Nasional

Tak Ada Peringatan Dini Tsunami Selat Sunda, Begini Kata BMKG
apahabar.com

Nasional

KLHK Segel 2 Lokasi Kebakaran Lahan Perusahaan di Kalteng
Sumba

Nasional

Tahun Baru di Pulau Sumba, Dibuka Gempa Berkekuatan 5 SR
apahabar.com

Nasional

Jelang Malam, Ratusan Pengungsi Wamena Tiba di Mimika
apahabar.com

Nasional

Transit Merkurius Usai, Siap-Siap Mengamati Gerhana Matahari Cincin
apahabar.com

Nasional

Pengemis Tajir Punya Aset Rp 1 M, Apa Kata Sosiolog?
Wabah Covid-19 Global Lampaui China

Nasional

Wabah Covid-19 Global Lampaui China
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com