Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Jokowi: Jika Kuartal III Ekonomi Tidak Naik, Situasi Akan Lebih Sulit

- Apahabar.com Kamis, 23 Juli 2020 - 18:24 WIB

Jokowi: Jika Kuartal III Ekonomi Tidak Naik, Situasi Akan Lebih Sulit

Presiden Jokowi menyatakan ekonomi kuartal III 2020 harus lepas dari tekanan corona karena kalau tidak ekonomi RI bisa terperangkap dalam resesi. Foto-Antara/Budi Candra Setya via CNN Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jika perekonomian pada kuartal III 2020 tidak meningkat, maka kondisi ekonomi pada kuartal selanjutnya berpotensi lebih sulit.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi meminta jajaran kementerian/lembaga dan instansi terkait di sektor perekonomian untuk bekerja keras memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi pada kuartal III 2020 atau periode Juli, Agustus, September 2020.

“Kita berharap di kuartal ketiga, kita sudah harus naik lagi kalau enggak, enggak ngerti lagi saya, betapa akan lebih sulit kita,” ujar Jokowi dalam Acara Penyaluran Dana Bergulir Untuk Koperasi Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7).

Jokowi meminta pemulihan konsumsi masyarakat dan ekspor yang sudah terjadi di Juli 2020, dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pelaku usaha dan juga lembaga pembiayaan termasuk koperasi untuk mengungkit perekonomian.

Dana bergulir ke Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) yang disiapkan sebesar Rp1 triliun melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), kata Presiden, perlu segera dikucurkan kepada koperasi.

“Kita inginkan semua koperasi bergerak, UMKM juga pada awal Agustus juga akan kita berikan kepada 12 juta UMKM yang kita namakan bantuan modal kerja produktif kepada 12 juta UMKM yang kita harapkan juga akan mengungkit ekonomi kita,” ujar Jokowi.

Para menteri dan pimpinan lembaga negara juga diminta Presiden untuk mempercepat realisasi anggaran agar memberi efek berlipat ke sektor riil.

“Saya sampaikan ini juga kepada semua menteri agar belanja APBN di tiga bulan ini. Kesempatan kita ada di sini,” ujar Jokowi.

Beberapa lembaga ekonomi internasional menyatakan pertumbuhan ekonomi global pada 2020 akan terkontraksi ke level negatif. Bank Dunia menyatakan ekonomi global akan menurun hingga minus 5 persen, sedangkan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memproyeksikan perekonomian akan terjerembab ke minus 6 sampai minus 7,6 persen.

Sedangkan untuk Indonesia, Presiden Jokowi memperkirakan pada kuartal II 2020 atau periode April, Mei, Juni 2020, ekonomi akan terkontraksi ke level negatif ke minus 4,3 persen. Namun di kuartal III 2020, Presiden Jokowi meyakini Indonesia akan memasuki masa pemulihan.

“Kita hanya punya waktu untuk mengungkit ini di Juli, Agustus, September. Kalau kita bisa mengungkit ini Insya Allah kuartal keempat lebih mudah, tahun depan lebih mudah,” kata Jokowi.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Viral, Intip Nama-Nama Calon Ketum PSSI
apahabar.com

Nasional

Bencana Alam Indonesia Sepanjang Januari-Oktober: 4,7 Juta Mengungsi, 307 MD
apahabar.com

Nasional

Taruh Uang di Bawah Jok, Rp 20 Juta Raib
apahabar.com

Nasional

Harapan Pemindahan Ibu Kota Warnai Detik-Detik Proklamasi di Penajam
apahabar.com

Nasional

Cerita Warga Selamatkan Pilot Pesawat Tempur yang Jatuh
apahabar.com

Nasional

Wacana Jabatan Presiden 7-8 Tahun Mulai Dapat Dukungan Publik
apahabar.com

Nasional

Pasca Kerusuhan, Situasi Pontianak Kembali Normal
apahabar.com

Nasional

4 Fakta Penemuan Sekarung E-KTP di Pondok Kopi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com