Dituduh 2BHD Curang dalam Sidang MK, Tim SJA-Arul Irit Bicara Breaking! 2 Penganiaya Brutal ABG di Hotel Banjarmasin Ditangkap Viral Aksi Brutal ABG Dianiaya di Hotel Banjarmasin, Pacar Pelaku Ternyata Salah Kamar Motif Penganiayaan Brutal ABG di Hotel Banjarmasin: Korban Menolak Dijual! Jejak 6 Preman Perbatasan Kalsel-Kaltim yang Disikat Polisi, Galang Dana dengan Memeras

Jokowi: Pemulihan Ekonomi Indonesia Diprediksi Tercepat Setelah China

- Apahabar.com Selasa, 28 Juli 2020 - 11:56 WIB

Jokowi: Pemulihan Ekonomi Indonesia Diprediksi Tercepat Setelah China

Presiden Joko Widodo. Foto-Instagram/jokowi

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutip lembaga keuangan global mengatakan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia pasca-pandemi Covid-19 diprediksi tercepat setelah China.

“Indonesia juga diproyeksikan masuk ke kelompok dengan pemulihan ekonomi tercepat setelah Tiongkok. Kalau proyeksi ini benar, saya kira patut kita syukuri,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (28/7).

Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam rapat terbatas dengan topik “Rancangan Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2021” yang dilakukan secara virtual.

Meski diprediksi ekonomi Indonesia dapat pulih dengan cepat, namun Jokowi tetap meminta agar waspada.

“Namun kita tetap harus waspada, kemungkinan dan antisipasi kita terhadap resiko terjadinya gelombang kedua, second wave, dan masih berlanjutnya sekali lagi ketidakpastian ekonomi global di tahun 2021,” tambah Jokowi.

Jokowi mengingatkan bahwa situasi ekonomi global berkembang sangat dinamis penuh dengan ketidakpastian.

“Beberapa lembaga keuangan dunia juga selalu merevisi prediksi-prediksi atas pertumbuhan ekonomi global di tahun 2020 maupun perkiraan di 2021, artinya sekali lagi masih dengan penuh dengan ketidakpastian,” ungkap Jokowi.

Jokowi misalnya mengutip tiga lembaga keuangan global yaitu Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) mengenai prediksi perekonomian dunia akan mulai tumbuh positif pada 2021.

“Bahkan IMF memperkirakan ekonomi dunia akan tumbuh 5,4 persen, ini sebuah perkiraan yang sangat tinggi menurut saya. Bank dunia 4,2 persen, OECD 2,8-5,2 persen. Saya kira kalau perkiraan ini betul, kita akan berada pada posisi ekonomi yang juga mestinya itu di atas pertumbuhan ekonomi dunia,” ungkap Jokowi.

Padahal lembaga-lembaga itu sebelumnya menyatakan pertumbuhan ekonomi global pada 2020 akan selalu minus. IMF memprediksi minus 2,5 persen, Bank Dunia menyatakan akan tumbuh minus 5 persen sedangkan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menilai pertumbuhan ekonomi akan minus 6-7,6 persen.

Jokowi pun meminta agar angka-angka indikator ekonomi makro dikalkulasi dengan cermat dan hati-hati optimis.

“Harus optimis, tapi juga harus realistis dengan pertimbangkan kondisi dan proyeksi terkini. Kita juga harus memastikan prioritas untuk 2021 dan juga pelebaran defisit untuk APBN 2021 yang difokuskan dalam rangka pembiayaan kegiatan percepatan pemulihan ekonomi dan sekaligus penguatan transformasi di berbagai sektor,” tegas Jokowi.

Sektor-sektor itu terutama reformasi di bidang kesehatan, reformasi pangan, energi, pendidikan dan juga percepatan transformasi digital.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Mulai Hari Ini, Garuda Turunkan Tiket Pesawat
apahabar.com

Ekbis

Menu Baru Cafe Rumah The PanasDalam, Bir Pletok Pas ‘Musim Corona’
apahabar.com

Ekbis

Lewat APIK, BI Gandeng Pelindo Kembangkan Puluhan UMKM di Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Ini Provinsi Terbesar Pengekspor Sarang Burung Walet
apahabar.com

Ekbis

Semangat Menyatukan, Telkomsel Gelar 17.800 BTS dan Bangun Infrastruktur di Penjuru Kalimantan

Ekbis

Meski Hari Ini Rupiah Melemah, Tapi Masih Bikin Untung
apahabar.com

Ekbis

Perluas Transaksi Nontunai, BI Pacu Instrumen Kebijakan
apahabar.com

Ekbis

April, Volume Kontainer di Trisakti Banjarmasin Naik Tipis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com