ga('send', 'pageview');
Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST Nih, Hasil Swab Wali Kota Banjarmasin Usai Bertemu Nadjmi Adhani Duh, Mobil Patwal Bupati HSU Tabrak Tiang Listrik di Kandangan Terungkap, Ciri Tengkorak dalam Karung di Kurau Tanah Laut! Warga Pelaihari Geger, Jasad Perempuan dalam Karung di Kurau




Home Nasional

Sabtu, 4 Juli 2020 - 12:41 WIB

Jokowi Sampaikan 4 Pesan Penting di Forum Rektor Indonesia

Redaksi - apahabar.com

Presiden Joko Widodo. Foto-ant

Presiden Joko Widodo. Foto-ant

apahabar.com, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo membuka Konferensi Forum Rektor Indonesia (FRI) 2020 secara virtual, Sabtu (4/7).

Dari Istana Kepresidenan, Jokowi menyampaikan empat pesan penting pada kesempatan itu.

Menurut Presiden, FRI memegang peran penting dari sisi penyiapan sumber daya manusia, untuk mencegah Indonesia terjebak dalam perangkap pendapatan menengah (middle income trap).

“Saya meyakini Forum Rektor Indonesia punya peran besar. Oleh karena itu saya berpesan beberapa hal,” ujar Presiden.

Pertama, Presiden mengajak FRI agar jangan hanya menjadi forum komunikasi, tapi harus dikemas menjadi forum saling peduli dan saling berbagi.

Presiden mengatakan universitas yang mampu bisa membantu yang tidak mampu. Universitas yang memiliki sesuatu bisa membantu yang tidak punya.

“Berbagi pengalaman secara daring, berbagi kurikulum dan silabus, berbagi koleksi perpustakaan secara daring, berbagi dosen dan perkuliahan secara daring untuk maju bersama, memajukan mahasiswa di seluruh Indonesia. Ini saya meyakini bisa dilakukan Forum Rektor Indonesia,” jelasnya.

Kedua, ia mengajak para rektor dan FRI untuk memfasilitasi mahasiswa untuk bisa belajar kepada siapa saja.

Presiden menekankan mahasiswa tidak hanya belajar kepada dosen, tapi juga belajar kepada pelaku industri, wirausahawan, praktisi pemerintahan, praktisi hukum dan pelaku lapangan lain.

Baca juga :  Jokowi Akui Angka Kematian Covid-19 di Indonesia Lampaui Rata-Rata Dunia

Tujuannya agar mahasiswa dapat menangkap perubahan dunia yang dinamis, yang dipicu disrupsi dan hiperkompetisi yang terjadi sekarang ini.

“Di era disrupsi dan hiper kompetisi sekarang, dunia berubah sangat cepat. Banyak hal belum sempat dibukukan sudah berubah di lapangan, banyak karakter kerja yang tidak bisa ditangkap hanya melalui membaca, tapi harus melalui mengalami pengalaman nyata, itu lah pentingnya memerdekakan mahasiswa agar bisa belajar kepada siapa saja,” jelasnya.

Ketiga, Jokowi mengajak perguruan tinggi lebih aktif bekerja sama dengan industri, termasuk bekerja sama dengan kawasan industri terdekat di wilayahnya.

Presiden menyampaikan perguruan tinggi dapat mengajak kawasan industri terdekat bekerja sama, membuka fakultas atau departemen atau program studi di kawasan itu yang karakter keilmuannya dekat dengan industri di kawasan tersebut.

“Kerja sama dengan industri bukan hanya untuk memberi pengalaman kerja kepada mahasiswa tapi perguruan tinggi juga bisa kerja sama untuk penelitian dan pengembangan teknologi, untuk riset dan development dunia industri, sekaligus pengembangan ilmu murni,” ujar Presiden.

Terakhir, yang menurut Jokowi paling penting, perguruan tinggi harus memberikan perhatian besar kepada kesehatan fisik dan mental mahasiswa.

Baca juga :  Gubernur Jabar Siap Disuntik Sinovac, Kandidat Vaksin Covid-19 China

Ia meminta perguruan tinggi membangun karakter mahasiswa yang hati dan pikirannya merah putih untuk Indonesia, berakhlak mulia, bermental baja dan memegang teguh Pancasila.

Suasana kampus, menurut Kepala Negara, harus memperkokoh rasa kebangsaan, menghargai kebhinnekaan dalam persaudaraan dan persatuan, berintegritas tinggi dan anti korupsi serta toleransi dan menghargai demokrasi.

“Bapak ibu adalah orang tua yang bertanggungjawab terhadap masa depan mereka sekaligus masa depan Indonesia. Semua itu harus kita lakukan dengan cepat, dengan sangat segera. Mari manfaatkan puncak bonus demografi sekarang untuk mencetak generasi muda unggul untuk membangun Indonesia maju,” ujar Presiden.

Kepala Negara mengingatkan usia satu abad Republik Indonesia sudah dekat yakni pada tahun 2045. Artinya tinggal 25 tahun mendatang.

Presiden mengajak seluruh pihak mencetak sejarah bersama, dengan membuktikan Indonesia tidak terjebak pada perangkap pendapatan menengah atau middle income trap.

“Mari kita buktikan tahun 2045 Indonesia mampu menjadi negara berpenghasilan tinggi yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” seru Jokowi.(Ant)

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

“Terima Kasih Presiden, Alhamdulillah Ibu Kota di Kalimantan Timur”
apahabar.com

Nasional

Catatan Akhir Tahun 2019 PWI: Tegakkan Independensi dan Profesionalisme Pers
apahabar.com

Nasional

Selain Istri, Kembaran Ifan Seventeen Juga Hilang Pasca-Tsunami
apahabar.com

Nasional

Api Diduga dari Ruang Kebugaran
apahabar.com

Nasional

Ratusan Ribu Hektare Lahan Prabowo di Aceh Terungkap!
apahabar.com

Nasional

Kereta Api Kalsel Masih Sebatas Angan-Angan
apahabar.com

Nasional

Kenang Ani Yudhoyono, Warga Pacitan Kibarkan Bendera Setengah Tiang
apahabar.com

Nasional

Rekor, Kalsel Kembali Masuk 5 Besar Penambahan Kasus Covid-19 Terbanyak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com