ga('send', 'pageview');
Breaking News! Kabar Duka, Kadisdik Banjar Maidi Armansyah Meninggal Dunia Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan




Home Kalsel

Jumat, 10 Juli 2020 - 16:31 WIB

Kalsel Siaga Karhutla, Ring Satu Jadi Atensi

Reporter: Nurul Mufidah - apahabar.com

Asap akibat kebakaran hutan dan lahan saat menyelimuti kawasan Bandara Syamsudin Noor dan sekitarnya, akhir September 2019 silam. Foto-Jawapos.com

Asap akibat kebakaran hutan dan lahan saat menyelimuti kawasan Bandara Syamsudin Noor dan sekitarnya, akhir September 2019 silam. Foto-Jawapos.com

apahabar.com, BANJARBARU – Provinsi Kalimantan Selatan tengah bersiap menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel pun mulai bersiap diri. Titik paling diatensi ada di ring satu.

“Untuk kebakaran hutan dan lahan 2020 ini kita telah menetapkan status siaga per tanggal 1 Juli sampai dengan 20 November,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Sahruddin kepada apahabar.com, Jumat (10/7) siang.

Karhutla dianggap sebagai bencana langganan tiap tahun di musim kemarau. Daerah rawan karhutla ada di seluruh kabupaten/kota di Kalsel.

Namun yang paling perlu diwaspadai adalah wilayah ring satu. Yakni kawasan sekitar Bandara Internasioanal Syamsudin Noor.

“Itu di kawasan bandara dan ada 5 kabupaten / kota yang paling berdampak asapnya ke Bandara yaitu Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Batola dan Banjarmasin,” katanya.

Mengapa ring satu jadi atensi?

“Ring satu di Bandara itu untuk pengamanan transportasi udara, darat dan perekonomian,” jelasnya.

Sedangkan untuk saat ini, diterangkannya meski telah memasuki musim kemarau namun masih belum terlihat titik api yang signifikan.

Baca juga :  Prajurit Kodim Barabai Asah Kemampuan Menembak

“Ada laporan di daerah Kabupaten Banjar ada titik api tapi kemarin sempat dipadamkan, dan memang disekeliling itu masih basah jadi kalau terjadi kebakaran dibiarkan pun tidak menyebar ke mana mana karena sekelilingnya basah,” jelasnya.

Menurutnya, hal ini karena di beberapa daerah persawahan seperti Gambut dan Sungai Tabuk masih berair atau masih belum panen.

Ditambah kondisi di lapangan cuaca setiap harinya masih dipenuhi awan dan masih sering hujan.

“Prediksi BMKG di 2020 ini Karhutla tidak terlalu parah, tapi kita tetap waspada tetap selalu siaga menghadapi walaupun suasana sekarang kita menangani Covid juga,” terangnya.

Untuk sarana dan prasarana dibeberkannya juga telah disiapkan termasuk personel.

“Kita sudah menyiapkan segala-galanya, artinya sarana prasarana sudah siap, termasuk tadi status siaga sudah kita tetapkan jadi sudah ada tindakan tindakan yang akan dilakukan oleh baik kabupaten atau kota, relawan, dan semua sektor,” ungkapnya.

Namun untuk posko Karhutla, kata Sahruddin bergabung dengan posko Covid-19 sehingga jika ada kebakaran lahan, maka satgas telah siap sedia.

Baca juga :  Esok, Puskesmas Se-Banjarmasin Gelar Tes Swab Massal

“Jumlah personel belum ada data detail pastinya, tapi yang pasti banyak karena ada TNI, Polri terlibat, saya belum mendata secara detail karena masih menangani covid-19 ini,” tutupnya.

apahabar.com

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel Roy Rizali. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Roy Rizali bilang saat ini pihaknya juga terus mengoordinasikan strategi penanganan Karhutla di samping penanganan Covid-19.

“Ya kita akan coba nanti rapatkan strateginya seperti apa. Nanti kita bicarakan dalam rapat jika memungkinkan nanti kita melibatkan semua pihak agar Karhutla tidak terjadi seperti tahun lalu,” ujarnya.

Roy juga akan menyinkronkan langkah dengan BNPB pusat terkait penanganan Karhutla.

“Alhamdulillah ini ada kunjungan dari teman teman BNPB untuk menyinkronkan masalah Karhutla juga seperti apa programnya, program pusat seperti apa, kemudian minta didukung apa, kalau misal personel dari TNI Polri banyak, tinggal peralatan pendukungnya seperti apa nanti kita rapatkan segera langkah langkah kita seperti apa,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Demi Isolasi Pasien Covid-19, Kelas I dan II RSUD Abdul Aziz Ditutup
apahabar.com

Kalsel

Rahasia Nasruddin Naba Bikin Durian Si Mangkal Jadi Buah Unggulan
apahabar.com

Kalsel

Swab Keluar, Staf hingga Kabid di Pemkot Banjarmasin Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

4 Jam Pencarian, Pria Tenggelam Itu Ditemukan
apahabar.com

Kalsel

Proyek Kutabamara Mencapai 30 Persen
apahabar.com

Kalsel

Wali Kota Banjarbaru Wafat, Ibnu Sina Kenang Sosok Nadjmi
apahabar.com

Kalsel

Ciptakan Pemilukada Aman dan Damai, KAMMI Banjarmasin Punya Trik
apahabar.com

Kalsel

Jelang Pelantikan Presiden, Polres Banjar Gelar Razia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com