Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Kanalisasi Sepeda Motor di Banjarmasin Mencuat, Ahli Beri Catatan Plus Minus

- Apahabar.com Senin, 6 Juli 2020 - 17:19 WIB

Kanalisasi Sepeda Motor di Banjarmasin Mencuat, Ahli Beri Catatan Plus Minus

Rencana kanalisasi atau jalur khusus sepeda motor di Banjarmasin tengah mencuat. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Rencana kanalisasi atau jalur khusus sepeda motor di Banjarmasin tengah mencuat. Apakah sudah layak ibu kota Kalsel menerapkan sistem tersebut?

Sebelumnya, kanalisasi yang tengah disiapkan dikhususkan hanya untuk sepeda motor. Asumsinya, mampu mengurai kemacetan di Kota Seribu Sungai.

Ketua Dewan Pengurus Provinsi Ikatan Nasional Tenaga Ahli Konsultan Indonesia (INTAKI) Nanda Febryan Pratamajaya mendukung usulan itu, sesuai amanat Undang Undang (UU), namun dengan sejumlah catatan.

Yang perlu diperhatikan, kata dia, adalah kesiapan dan situasi di lapangan. Misalnya di ruas Jalan Jenderal Ahmad Yani.

“Harus dilakukan uji coba terlebih dahulu, lalu dievaluasi efektifitas model lalu lintas ini,” ujar pengamat tata kota tersebut.

Lebih lanjut, apakah kanalisasi ini hanya diperlukan pada jam-jam tertentu atau sebaliknya ingin dipermanenkan untuk 24 jam.

“Jika sudah sesuai rencana, kemudian dapat dilanjutkan pembangunan kanal permanen,” pungkasnya.

Sebelum kanalisasi, juga harus dilakukan penghitungan kapasitas Jalan Jenderal Ahmad Yani terhadap beban lalu lintas yang ada.

“Kemungkinan bila diterapkan pada jalan Ahmad Yani masih bisa dilakukan,” jelasnya.

Namun jika melihat kondisi riil lebar jalan di lokasi lain, maka sistem kanalisasi cukup sulit. Apalagi melihat cukup sempitnya lebar jalan.

“Hal ini bertujuan meminimalisir padatnya lajur khusus tersebut dan menghindari justru pengendara roda 2 serta angkutan umum justru ikut memakai jalur Roda 4 ke atas,” tegasnya.

Selain itu, menurut Nanda, masih akan ada hambatan sampingan lagi. Yang berpotensi mengganggu kelancaran arus di lajur roda 2 dan angkutan umum.

Gangguan dimaksud, yakni keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan lain-lain.

“Simpang dari jalur khusus ke jalur utama harus dihitung dengan baik agar tidak mengganggu arus pada jalur kendaraan roda 4 atau lebih,” tuturnya.

Satuan Lalu Lintas Polresta Banjarmasin tengah mensosialisasikan jalur kanalisasi sepeda motor yang berada di sebelah kiri jalan.

“Saat ini kami sedang membuat jalur khusus sepeda motor yang berada di kiri jalan,” ujar Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan, Senin (6/7) dikutip dari Antara.

Kanalisasi adalah pemisahan jalur antara kendaraan roda dua dengan roda empat, khususnya di kawasan-kawasan yang rawan kemacetan dan kecelakaan.

Selain mengurai kemacetan, sistem dimaksud untuk menekan peluang terjadinya kecelakaan lalu lintas dan kemacetan jalan-jalan padat.

Lajur khusus kendaraan itu diterapkan sesuai dengan UU No 22 Tahun 2009 pasal 108 di mana dalam berlalu lintas pengguna jalan harus menggunakan jalur sebelah kiri.

Maksud dari pernyataan itu, kata Rachmat yang saat itu didampingi Kasat Lantas AKP Gustaf Adolf Mamuaya, sepeda motor, kendaraan bermotor yang kecepatannya rendah, berada pada jalur sebelah kiri jalan.

Perwira menengah Polri itu juga mengatakan dengan adanya amanat dari UU tersebut sehingga Satlantas Polresta Banjarmasin akan melakukan penerapan jalur kanalisasi tersebut.

Dibuatnya jalur khusus roda dua itu semata-mata bertujuan untuk melindungi pengendara sepeda motor dari bahaya kecelakaan yang lebih fatal.

“Untuk sementara sosialisasi kami coba dulu di sepanjang jalan depan Mako Polresta Banjarmasjn dan diharapkan warga terbiasa dengan lajur sebelah kiri bagi pengguna roda dua,” ucap alumnus Akademi Polisi 1995 itu.

Terus dikatakannya, kegiatan memperkenalkan jalur sebelah kiri khusus sepeda motor itu akan dilakukan sesuai dengan tahapan yang telah buat.

“Pelaksanaan kegiatan ini merupakan implementasi dari penjabaran program Pemeliharaan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta dengan menghadirkan postur Polri di tengah-tengah masyarakat,” tutur pria jebolan Satuan Brimob Polda Kalsel itu.

apahabar.com

Anggota Satlantas Polresta Banjarmasin memberikan isyarat ke pengendara roda dua untuk melintas di jalur sebelah kiri. Foto-Antara

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jika Tanbu Jadi Jakarta Baru, Anggota DPRD Kalsel: Nanti Dulu
apahabar.com

Kalsel

Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Tanbu Kembali Bertambah
apahabar.com

Kalsel

Pembakar Istri di Tapin Terancam Dibui Selamanya!
Antisipasi Eskalasi Akibat Covid-19, Begini Rencana Polres Batola

Kalsel

Antisipasi Eskalasi Akibat Covid-19, Begini Rencana Polres Batola
apahabar.com

Kalsel

Siap-Siap, Polda Kalsel Bakal Gelar Operasi Zebra Intan 2019
HUT PDI Perjuangan

Kalsel

Puncak HUT PDI Perjuangan di Kalsel, Hermansyah Sampaikan Pesan
apahabar.com

Kalsel

86 Pejabat di Balangan Dilantik, Camat Diwajibkan Tinggali Rumah Dinas
apahabar.com

Kalsel

Inalillah, Tokoh Ulama Manado Asal Banjar Wafat, Dimakamkan di Kampung Kadi HST
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com