Resmi, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 3 Pekan Setelah Viral Kisah Perjuangan Istri Alm Brimob Kalsel Hidupi 8 Anak Kronologi Lengkap Pembunuhan di Pelambuan Gara-Gara Istri Diganggu Fakta Baru Duel Maut di Sungai Miai Banjarmasin, Hanya Gara-Gara Rumput Laka di Kapar HST: Pengendara Vario Nyungsep ke Kolong Colt L-300

Kena Provokasi, Warga Pekapuran Raya Tolak Tes Covid-19!

- Apahabar.com     Selasa, 7 Juli 2020 - 15:27 WITA

Kena Provokasi, Warga Pekapuran Raya Tolak Tes Covid-19!

Sejumlah oknum warga di Pekapuran Raya terindikasi menghimpun dukungan warga lainnya untuk menolak swab test yang dilakukan Dinas Kesehatan Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Penolakan terhadap pemeriksaan untuk mendeteksi virus Corona (Covid-19) terjadi lagi di Banjarmasin.

Penolakan kali ini dilakukan sejumlah warga Kelurahan Pekapuran Raya di Banjarmasin Timur.

Penolakan bermula saat dua orang warga sekitar enggan mengikuti swab test yang dilakukan Dinas Kesehatan Banjarmasin.

Dari sana, keduanya lalu menghimpun dukungan dari warga sekitar hingga secarik surat pernyataan penolakan ditandatangani mereka.

“Dua orang yang menolak swab ini minta dukungan semua warga sekampungan dengan tanda tangan,” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi kepada apahabar.com.

Ia menerangkan kedua orang yang berasal dari zona hitam tersebut tak ingin dilaksanakan pemeriksaan swab kedua.

Alasannya mereka mengklaim bahwa kondisi sekarang sudah sehat dan terbebas dari Covid-19.

“Yang menolak ini sebenarnya banyak, tapi yang ketahuan dua orang ini saja,” ucapnya.

Sementara itu, Camat Banjarmasin Timur Muzaiyin menyampaikan kedua orang yang menolak swab adalah pasangan suami istri.

Mereka mengirim surat penolakan tadi pagi, Selasa (7/7) ke Puskesmas Pekapuran Raya.

Padahal keduanya telah diedukasi oleh Tim Gugus Tugas Pekapuran Raya dan Bhabinkamtibnas. Namun tetap ngotot tak mau di-swab.

“Beberapa kali sudah diedukasi dan agar keras menolak sampai keluar surat ini,” tegasnya.

Pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari Dinas Kesehatan dalam menangani para pasien positif Covid-19 itu.

Sebelumnya, swab test digalakkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin untuk mencegah penyularan corona secara masif mulai di tingka rukun tetangga.

Tambah Zona Hitam

Kelurahan yang masuk daftar zona hitam kasus Covid-19 kembali bertambah. Totalnya, dua wilayah.

Keduanya, adalah Kelurahan Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah, dan Pemurus Baru, Banjarmasin Selatan.

Kedua wilayah itu menyusul kelurahan Pekapuran Raya, Banjarmasin Timur, dan Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan.

Secara umum, penyebaran Covid-19 di daerah yang masuk dalam zona hitam sudah dianggap sangat parah.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan (P2) Covid-19 menganjurkan untuk perlunya memberlakukan lockdown atau karantina wilayah, dan penerapan protokol kesehatan secara maksimal.

“Jadi di Banjarmasin ada 4 zona hitam penyebaran virus corona. Pekapuran Raya, Teluk Dalam, Pemurus Dalam dan Pemurus Baru,” ujar Machli, belum lama tadi.

Keempat kelurahan yang dinyatakan zona hitam penyebaran virus corona akan mendapat atensi khusus.

Sebab lonjakan kasusnya sangat mengkhawatirkan belakangan ini.

Padahal dalam istilah kesehatan, kata dia, tidak mengenal namanya zona hitam.

Mengacu pedoman kesehatan hanya menyebut 4 zona. Yakni hijau, kuning, oranye dan merah.

Zona hitam, menurutnya, menyerupai warna merah yang sangat pekat.

“Ini kita sampaikan ke masyarakat agar lebih berhati-hati karena zona hitam sangat berbahaya,” tegasnya.

Apabila tidak disampaikan begitu, otomatis masyarakat sangat menyepelekan ancaman Covid-19.

“Ketemu di jalan mereka tidak bermasker. Itu fakta yang kita lihat setelah berputar memantau dan jujur sangat prihatin,” ucap pria yang merangkap kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin itu.

Sampai akhir pekan kemarin, jumlah kasus positif Covid-19 di Pekapuran Raya mencapai 104 orang.

Rinciannya, 76 orang dalam perawatan, 21 sembuh dan 7 meninggal dunia.

Sedangkan Pemurus Dalam 77 kasus. Rinciannya, 61 orang dalam perawatan, 8 sembuh dan 7 meninggal dunia.

Sementara di Teluk Dalam, ada 65 kasus positif Covid-19. Rinciannya, 54 orang dalam perawatan, 1 sembuh dan 10 meninggal dunia.

Sedangkan Pemurus Baru mempunyai 64 kasus. Di antaranya 52 orang dalam perawatan, 5 sembuh dan 7 meninggal dunia.

Sebagai informasi tambahan, ada empat kode zona dalam identifikasi Covid-19. Yakni zona hijau, zona kuning, zona oranye, dan zona merah.

Keempat zona tadi digunakan untuk memantau dan merespons wabah agar lebih efektif.

Zona hitam, artinya kasus Covid-19 sudah sangat parah sehingga perlu dilakukan lockdown.

Zona merah, artinya masih ditemukan kasus Covid-19 pada satu atau lebih kluster dengan peningkatan kasus yang signifikan. Pada zona ini perlu dilakukan PSBB secara penuh.

Zona kuning, artinya penemuan kasus Covid-19 hanya pada kluster tunggal. Di zona ini bisa dilakukan PSBB secara parsial.

Zona biru, artinya ada kasus Covid-19 secara sporadis baik kasus impor (imported case) atau penularan lokal. Pada zona ini, boleh dibebaskan dari PSBB, namun wilayah tersebut wajib melakukan penjarakan fisik.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Nyaris Tak Diwarnai Hujan
apahabar,com

Kalsel

Operasi Odol, Sopir Tunjukkan Surat Uji Berlaku 30 Februari 2019
apahabar.com

Kalsel

Cegah Kecurangan, Simak Siasat BPJS Barabai
apahabar.com

Kalsel

Nekat, Pemilik Warung di Basirih Nyambi Jual Sabu dan Ineks
apahabar.com

Kalsel

Korban Tenggelam di Sungai Baru Ditemukan Tewas

Kalsel

Viral Putri Tidur di Banjarmasin, Terkuak Cerita Mistis
Gubernur

Kalsel

Pelantikan Pj Wali Kota Banjarmasin Tinggal Tunggu Jadwal Kemendagri
apahabar.com

Kalsel

Sebelum Ditemukan Tewas Tergantung, Yusuf Lebih Sering Diam
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com