ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Nasional

Kamis, 9 Juli 2020 - 05:30 WIB

Kenapa STNK Kendaraan Baru Lama Jadinya

Uploader - apahabar.com

Ilustrasi. Foto-Antara

Ilustrasi. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Walau masih dilanda pandemi Covid-19, transaksi pembelian kendaraan bermotor tetap berjalan. Terbukti, selama wabah ada ribuan unit mobil dan motor yang terjual.

Setelah menyelesaikan transaksi, maka unit yang dibeli bisa langsung dibawa pulang ke rumah. Tapi, kendaraan itu belum dapat digunakan di jalan raya, karena tidak dibekali surat-surat kelengkapan.

Agar mobil atau motor bisa secara resmi melintas di jalan raya, maka harus ada surat tanda kendaraan bermotor dan pelat nomor. Biasanya, pihak diler menginformasikan bahwa proses pengurusan surat-surat kendaraan memakan waktu cukup lama.

Baca juga :  Pemerintah Beri Bintang Jasa untuk Tenaga Medis Gugur Tangani Covid-19

Seperti dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resmi Auto2000, agar polisi dapat memproses STNK dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor, mereka membutuhkan faktur kendaraan. Dokumen ini tersedia dalam waktu yang berbeda, tergantung dari status dari kendaraan itu.

Apabila mobil dirakit dan diproduksi di dalam negeri atau completely knock down, maka untuk kendaraan dengan pelat B (Jakarta, Depok, Bekasi, dan Tangerang) pengurusan STNK maksimal 14 hari kerja dan BPKB adalah maksimal 60 hari kerja setelah STNK terbit.

Baca juga :  Kasad Jadi Wakil Ketua Komite Covid-19, Simak Apa Kata Mahfud

Sementara itu, untuk mobil yang didatangkan secara utuh dari luar negeri atau completely built up, waktu pengurusan STNK adalah maksimal 30 hari kerja dan BPKB adalah maksimal 60 hari kerja setelah STNK terbit.

Perlu diingat, bahwa waktu dihitung berdasarkan hari kerja, di mana hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional tidak termasuk. Jadi, jika banyak hari libur di saat pengurusan, maka ada potensi waktunya semakin lama. (viva)

Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Menang Telak di Bali, Jokowi Ucapkan Terima Kasih

Nasional

Pejuang Demokrasi Berguguran, Abdul Hadi Embuskan Napas Terakhir di RSUD Ulin
apahabar.com

Nasional

Sejarah Masjid Kuno Nusantara Dipamerkan di Yogyakarta
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Pencairan Bantuan Sosial Covid-19 Tepat Sasaran
apahabar.com

Nasional

Tak Pernah ke China, Seorang WNI di Singapura Terjangkit Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Gempa 3,1 SR Kembali Guncang Mamasa
apahabar.com

Nasional

Megawati Imbau Semua Pihak Sabar Tunggu Pengumuman Resmi Hasil Pemilu
apahabar.com

Nasional

Debat Final Caketum Hipmi, Mardani H Maming Siap Maksimalkan Revolusi Industri 4.0
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com