ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Kalsel

Senin, 13 Juli 2020 - 16:04 WIB

Kerugian Banjir Pelaihari Sentuh Miliaran Rupiah!

Reporter: Ahc14 - apahabar.com

Hewan-hewan ternak mati. Jalan, jembatan hingga perangkat elektronik di masjid dan gereja rusak. Banjir yang menerjang Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut terjadi akhir pekan lalu. Foto-Istimewa

Hewan-hewan ternak mati. Jalan, jembatan hingga perangkat elektronik di masjid dan gereja rusak. Banjir yang menerjang Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut terjadi akhir pekan lalu. Foto-Istimewa

apahabar. com, PELAIHARI – Terjangan banjir di Kabupaten Tanah Laut benar-benar memorak-porandakan sebagian Kota Pelaihari, Bajuin dan sekitarnya.

Akibat banjir Sabtu (11/7) itu, kerugiaan materiil ditaksir mencapai Rp 1,6 miliar.

Pasalnya, sejumlah fasilitas, jalan, jembatan, tempat ibadah, pertokoan, hingga permukiman warga mengalami kerusakan. Bahkan lima ternak warga dilaporkan mati terdampak banjir.

“Perkiraan kita sesuai hasil pendataan di lapangan kerugian mencapai Rp.1.618.500.000, bahkan lebih kerugian dari banjir kemarin,” sebut Kepala BPBD Tala HM. Kusri dihubungi apahabar.com Senin (13/07).

Sederet fasilitas umum rusak. Di antaranya, badan jalan di kawasan Trans 100, RT 6, Desa Damit Hulu, Kecamatan Batu Ampar, sepanjang 70 meter.

Kemudian di Desa Galam RT 6, Kecamatan Bajuin, jalan terkikis sehingga terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan.

“Mengalami kerugian sekitar Rp.300.000.000, Jalan Bajingah, Kelurahan Sarang Halang. Di Pelaihari, jembatan runtuh akibat derasnya luapan air sungai, mengalami kerugian sekitar Rp. 500.000.000. Sudah ada upaya pembuatan jembatan darurat dari Dinas PUPR Tanah Laut,” ujar Kusri.

Baca juga :  Cegah Karhutla, Polsek Jejangkit Cek Titik Api di Perbatasan Kabupaten

Di Desa Kunyit RT 1,2,3,5,7, Kecamatan Bajuin, kerugian materil berupa lahan tanaman cabai, tomat, ubi jalar, jagung manis, buncis, lombok dan hewan ternak. Kejadian itu membuat lima ekor sapi mati. Kerugian ditaksir sebesar Rp.363.500.000,-.

Selanjutnya tempat Ibadah Musala Nurul Yaqin di Jalan Telaga Daim, Kelurahan Karang Taruna Pelaihari. Seluruh perangkat elektronik termasuk pengeras suara rusak. Kerugian menyentuh Rp5 juta.

“Gereja Santa Theresia di Jalan Parit Mas RT 19, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari, mengalami kerugian berupa kerusakan alat elektronik, kendaraan roda 4 dan roda 2, sarana dan prasarana untuk ibadah sebesar Rp300 juta,” kata Kusri.

Selanjutnya tempat usaha Toko Mebel Fortuna yang sempat viral di media sosial lantaran barang-barangnya terbawa arus di Jalan Kemakmuran Rt 20, Kelurahan Angsau, Kecamatan Pelaihari.

“Mebel siap jual dan gudang pembuatan mebel rusak hingga menimbulkan kerugian Rp150juta,” katanya.

Banjir di Pelaihari dilaporkan akibat luapan air Sungai Tabanio. Sejumlah ruas jalan dan jembatan dilaporkan terputus. Ribuan warga terdampak banjir.

Baca juga :  Covid-19 di Tanbu: 18 Sembuh, 7 Positif

Sungai itu meluap dilaporkan akibat hujan lebat yang melanda kawasan pesisir Kalimantan Selatan sejak dua hari hingga siang tadi, Sabtu (11/7). Ketinggian air di sungai itu dilaporkan mencapai 2 meter.

Aarus lalu lintas jalan menuju Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, sempat lumpuh total akibat terendam air.

Pantauan terbaru apahabar.com petang itu, air yang menggenangi ruas jalan nasional itu baru mulai surut.

Sedikitnya terdapat beberapa kelurahan dan desa yang terendam banjir. Antara lain, Kelurahan Sarang Halang, Kelurahan Angsau, Kelurahan Sungai Riam, Kelurahan Karang Taruna, Desa Atu-Atu, Desa Damit Hulu, Dan Desa Galam.

Dari laporan keseluruhan BPBD, banjir merendam sejumlah kawasan di Kecamatan Pelaihari, Bajuin, Panyipatan, Takisung.

Semula hanya berkisar tiga ribu, total warga terdampak dilaporkan menyentuh 5.112 jiwa, dengan rincian 1.535 kepala keluarga, dan 1.349 rumah.

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Akhirnya, Anggur Karya Maju Marabahan Mulai Berbuah
apahabar.com

Kalsel

Hari Anak Nasional: Kekerasan Anak Masih Hantui Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kadis PUPR Banjar: Tukang yang Tidak Memiliki Sertifikat Akan Dirazia
apahabar.com

Kalsel

Perpusling Dispersip Kalsel, Kunjungi Sekolah Hingga Lapas Anak
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Warga Kalsel se-Jabodetabek Halalbihalal di Museum Gajah, Bupati HST Gaungkan #SaveMeratus

Kalsel

Duh, Penanganan Pasien Covid-19 Masih Jadi Satu di Puskesmas Tapin
"Mengungsi" ke Banjarbaru, Tanggal SKD CPNS Banjarmasin Sudah Keluar

Kalsel

“Mengungsi” ke Banjarbaru, Tanggal SKD CPNS Banjarmasin Sudah Keluar
apahabar.com

Kalsel

Alasan Tapin Siapkan Kuburan Massal untuk Korban Corona
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com