Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

Keseruan Anak-anak Desa Kuin Kecil Rayakan Hari Anak Nasional

- Apahabar.com Jumat, 24 Juli 2020 - 10:58 WIB

Keseruan Anak-anak Desa Kuin Kecil Rayakan Hari Anak Nasional

Peserta lomba Covid-19 di Desa Kuin Kecil yang mendapatkan hadiah dari mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (23/7). Foto-istimewa.

apahabar.com, MARTAPURA – Meski tinggal di desa terpencil, anak-anak di Desa Kuin Kecil, Kecamatan Aluh-aluh, Kabupaten Banjar turut merayakan Hari Anak Nasional (HAN), Kamis (23/7).

Anak-anak di sana mengikuti lomba bertema Covid-19 yang digelar mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Menurut Maulana, Koordinator tim Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Bhaktimu Negeri UMM di Desa Kuin Kecil, pandemi Covid-19 bukanlah penghalang untuk memperingati HAN.

“Karena Covid-19 bukanlah alasan untuk melupakan hari bersejarah bagi seluruh anak Indonesia,” ujar Maulana.

Kegiatan pertama HAN diisi dengan penyemprotan disinfektan di rumah-rumah warga yang bekerja sama dengan pemerintah desa setempat.

Kemudian dilanjutkan dengan lomba untuk anak-anak, yaitu lomba mencuci tangan dengan baik dan benar sesuai protokol kesehatan Covid-19 dan lomba membaca cerita pendek tentang Covid-19.

“Diadakannya lomba Covid-19 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak di Desa Kuin Kecil akan bahaya Covid-19 serta memberikan hiburan untuk menciptakan generasi bangsa yang aktif, unggul, dan tangguh,” kata Maulana.

Para peserta yang mengikuti lomba, sebelum mendaftar diwajibkan untuk mengikuti pengecekan suhu tubuh dan wajib menggunakan masker terlebih dahulu. Kemudian mereka diharuskan menjaga jarak selama acara berjalan.

“Ide ini muncul dari Mahasiswa PMM Bhaktimu Negeri UMM, kami membantu dalam pelaksanaannya,” Kepala Desa Kuin Kecil, Hasanuddin.

Kegiatan berlangsung lancar dan peserta lomba merasa gembira. Sebab, perlombaan di sana biasanya hanya dilakukan saat 17 Agustus.

“Seru banget, aku baru tahu kalo ada hari anak, kirain ini mau bikin lomba 17 Agustusan. Senang banget bakalan banyak lomba-lomba di sini” ucap Guntur, salah satu peserta lomba.

Guntur merupakan salah satu anak yang sudah sangat bosan berada di rumah, bahkan untuk sekolah secara daring pun Guntur dan teman-temannya tidak bisa mengikuti karena terkendala fasilitas.

Selama pandemi ini, Guntur mengaku lebih sering membantu ayahnya mencari udang untuk dikonsumsi atau dijual kembali.

“Hak-hak anak seperti Guntur dan teman-temannya ini lah yang ingin kami perjuangkan, mendapatkan pendidikan yang layak. Harapan kami pemerintah daerah bisa lebih memperhatikan kawasan terpencil seperti Desa Kuin Kecil ini” ucap Maulana.

Kegiatan lomba diakhiri dengan pemberian hadiah kepada dua pemenang membaca cerita pendek tentang Covid-19 dan tiga pemenang lomba cuci tangan yang benar sesuai protokol kesehatan Covid-19. Kegiatan ini juga sangat diapresiasi oleh Pemerintah Desa dan warga Desa Kuin Kecil.

“Kami tahu bahwa ada peringatan HAN pada tanggal 23 Juli, tapi kami tidak berpikir untuk merayakannya ditambah lagi dengan adanya Covid-19. Alhamdulillah ada adik-adik mahasiswa UMM ini yang berinisiatif untuk menghibur anak-anak Desa Kuin Kecil. Harapan saya, semoga ke depannya akan lebih banyak lagi mahasiswa yang peduli terhadap desa-desa kecil seperti mereka” tutup Suryanata, Sekretaris Desa Kuin Kecil.

Untuk diketahui, tiap 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 44 Tahun 1984.

Ditetapkannya Hari Anak Nasional ini bertujuan untuk memperjuangkan hak-hak anak sebagai generasi penerus bangsa Indonesia.

Sejarah hari anak di Tanah Air dapat dikatakan cukup rumit. Pada awalnya merupakan gagasan dari Kongres Wanita Indonesia (KOWANI). Kowani sendiri merupakan organisasi perempuan Indonesia yang diresmikan pada tahun 1946.

Upaya dari Kowani dalam memperjuangkan HAN dilanjutkan dengan diadakannya Pekan Kanak-Kanak pada tahun 1952. Dalam pelaksanaannya, anak-anak Indonesia melakukan pawai di Istana Merdeka yang disambut oleh Presiden Soekarno pada saat itu, hingga sampai akhirnya HAN disahkan oleh Presiden Soeharto.

Editor: Puja Mandela

Editor: Reporter: Hendra Lianor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Apahabar.com

Kabupaten Banjar

Kemarau Diprediksi Awal Juli, Pemkab Banjar Bersiap Hadapi Karhutla
apahabar.com

Kabupaten Banjar

17 Ton Beras dan 1,4 Ton Telur Disalurkan ke 2.766 KK di Banjar
BNPB Banjar

Kabupaten Banjar

BNPB Banjar Slow Respons Tangani Banjir, Ketua DPRD: Seperti Internet Kehabisan Kuota
Bangkal

Kabupaten Banjar

Angin Puting Beliung Amuk Desa Sungai Bangkal Martapura, 23 Rumah Terdampak
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Jika Tidak Disiplin, ODP Covid-19 Bakal Dikarantina di Tempat Khusus
apahabar.com

Kabupaten Banjar

Implementasi Tanda Tangan Elektronik di Pemkab Banjar Dinilai Sudah Efektif

Kabupaten Banjar

Rakor Bersama KPK, Bupati Banjar Komitmen Tingkatkan Penilaian MCP
Melestarikan Budaya Lewat Lomba Rias Pengantin Adat Banjar

Kabupaten Banjar

Melestarikan Budaya Lewat Lomba Rias Pengantin Adat Banjar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com