ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Religi

Sabtu, 11 Juli 2020 - 11:28 WIB

Kisah Sumur Zamzam yang Tak Pernah Kering Sepanjang Zaman

Redaksi - apahabar.com

Sumur Zamzam di Museum Imarat Al Haramain Asy Syarifain, Makkah. Foto-Okezone.com/Rani Hardjanti

Sumur Zamzam di Museum Imarat Al Haramain Asy Syarifain, Makkah. Foto-Okezone.com/Rani Hardjanti

apahabar.com, JAKARTA – Sejak pertama kali ditemukan, hingga kini sumur zamzam tidak pernah habis airnya. Air zamzam penuh berkah dan banyak manfaat. Bahkan air Zamzam terbaik di muka bumi, salah satu kekuasaan Allah. Itu tertulis dalam Taurat dan Alquran.

Lalu siapa sebenarnya yang menggali zamzam pertama kali? Apakah benar akibat Nabi Ismail menangis kemudian menghentak-hentakan kakinya ke tanah, sehingga munculah semburan air di tengah gurun pasir Hijaz yang kering kerontang.

Ketua Program Pendidikan Manhaj Istinbath Fatwa Lembaga Dakwah Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah (LDTQN) Pondok Pesantren Suryalaya, Jakarta, Ustadz Rakhmad Zailani Kiki menuturkan, sumur zamzam pertama kali digali oleh malaikat Jibril dan airnya diberikan kepada Siti Hajar.

Disebutkan oleh Imam al Bukhari dalam Shahihnya, dari Ibnu ‘Abbas. Suatu hari ketika berada di Makkah, Nabi Ibrahim menempatkan istrinya Hajar dan anaknya Ismail di sekitar pondasi Kakbah, di salah satu pohon besar tepatnya di atas sumur zamzam.

“Waktu itu, tidak ada seorangpun di Makkah, melainkan mereka bertiga. Setelah Nabi Ibrahim Alaihissalam meletakkan kantong berisi kurma dan air, dia beranjak pergi,” ujarnya seperti ditulis Okezone.

Baca juga :  Cerita Kecintaan Syekh Yasin dengan Bangsa Indonesia

Namun Siti Hajar pun mengikuti Nabi Ibrahim sambil mengatakan, ”Wahai Ibrahim, kemanakah engkau akan pergi dengan meninggalkan kami sendiri di tempat yang tiada manusia lain, atau yang lainnya?”

Pertanyaan itu ia ulangi terus, tetapi Nabi Ibrahim tidak menengok kepadanya. Sampai akhirnya Hajar berseru kepadanya,”Apakah Allah yang menyuruhmu melakukan hal ini?”

“Ya,” jawab Nabi Ibrahim.

“Kalau begitu, Allah tidak akan menyengsarakan kami,” kata Hajar.

Kemudian kembalilah Hajar ke tempatnya, dan Nabi Ibrahim terus melanjutkan perjalanannya. Sesampainya di Tsaniyah -jalan bebukitan, arah jalan ke Kada`. Lalu Nabi Ibrahim menghadap ke arah Baitullah, dan mengangkat kedua tanganny, berdoa:

رَّبَّنَآ إِنِّىٓ أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِى بِوَادٍ غَيْرِ ذِى زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ ٱلْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱجْعَلْ أَفْـِٔدَةً مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهْوِىٓ إِلَيْهِمْ وَٱرْزُقْهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Rabbanā innī askantu min żurriyyatī biwādin gairi żī zar’in ‘inda baitikal-muḥarrami rabbanā liyuqīmuṣ-ṣalāta faj’al af`idatam minan-nāsi tahwī ilaihim warzuq-hum minaṡ-ṡamarāti la’allahum yasykurụn

Baca juga :  Cerita Kecintaan Syekh Yasin dengan Bangsa Indonesia

Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah qalbu sebagian manusia cenderung kepada mereka, dan beri rizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur” (QS. Ibrahim: 37).

Kemudian Hajar menyusui Ismail, dan minum dari kantong air yang ditinggalkan Nabi Ibrahim. Hingga akhirnya air itu pun habis, dan anaknya kehausan. Dia melihat anaknya dengan penuh cemas, karena terus menangis.

Hajar lari tujuh kali bolak balik antara bukit Shafa dan Marwah untuk mencari sumber air, hingga akhirnya air muncul dari balik mata kaki Ismail yang dibaringkan di tanah. Air itulah dinamakan zamzam. Sumur zamzam sempat tertutup ratusan tahun, sebelum digali kembali oleh Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad SAW.

Sementara peristiwa larinya Hajar antara Shafa-Marwah diabadikan dalam Alquran dan menjadi rukun ibadah haji serta umrah. (okz)

Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Haul ke-4 KH Irsyad Zein, Penulis Manakib Guru Sekumpul
apahabar.com

Habar

BMT Khairul Amin ‘Ketuk Rumah Warga’, Tuan Guru Naupal: Kami Bagi-bagi Sembako
apahabar.com

Religi

Kisah Imam di Hong Kong dan Misinya Mengenalkan Islam
apahabar.com

Hikmah

Hikmah di Balik Corona, Azan Diizinkan Mengalun di Jerman
apahabar.com

Religi

Tidur Siang Dianjurkan Rasulullah, Ada Keutamaannya
apahabar.com

Habar

Habib Ali bin Syekh Abu Bakar Motivasi Warga Tanah Laut untuk Gemar ‘Ibadah’
apahabar.com

Habar

Stadion Demang Lehman Siap Tampung Tamu Haul Sekumpul ke 15, Gratis!
apahabar.com

Habar

Jalan Panjang Temukan Islam, Mike Tyson: Saya Perlu Allah SWT
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com