ga('send', 'pageview');
Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST Nih, Hasil Swab Wali Kota Banjarmasin Usai Bertemu Nadjmi Adhani Duh, Mobil Patwal Bupati HSU Tabrak Tiang Listrik di Kandangan Terungkap, Ciri Tengkorak dalam Karung di Kurau Tanah Laut! Warga Pelaihari Geger, Jasad Perempuan dalam Karung di Kurau




Home Kalsel

Kamis, 9 Juli 2020 - 13:56 WIB

Klarifikasi Oknum Dokter Banjarbaru Dugaan KDRT Istri Pertama

Reporter: Nurul Mufidah - apahabar.com

Seorang oknum dokter di Banjarbaru diduga kuat melakukan kekerasan fisik terhadap istri pertamanya. Foto-Istimewa

Seorang oknum dokter di Banjarbaru diduga kuat melakukan kekerasan fisik terhadap istri pertamanya. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – AH, oknum dokter di RS Banjarbaru tak terima disebut melakukan KDRT terhadap S.

Dari pengakuan AH, S merupakan istri pertamanya yang dinikahinya secara sah.

Dokter spesialis penyakit dalam ini menganggap kontak fisik itu bukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Melainkan, pembelaan diri sekaligus upaya melerai pertikaian yang terjadi.

“Saya katakan bahwa itu bukan KDRT, ini kan tindakan saya untuk melerai penyerangan istri pertama saya kepada istri kedua. Yang jelas aku tidak mengakui itu KDRT tapi pembelaan diri untuk menghentikan tindakan penyerangan penganiayaan dan penghinaan,” ujarnya kepada apahabar.com, Kamis (9/7) siang.

Menurutnya, akan lebih salah lagi, jika dirinya melakukan pembiaran. Ketika melihat penganiayaan yang dilakukan S ke istri keduanya itu.

“Ini penyerangan yang dilakukan istri saya pertama dengan mendatangi ke rumah istri saya kedua di mana istri saya kedua dalam posisi istirahat setelah capek berolahraga sepedaan, langsung didatangi dipukul bagian kepalanya kaget kan,” ceritanya.

S, kata dia, bukan hanya memukul, melainkan juga menjambak dan menendang bagian kepala istri keduanya itu.

Sontak AH memilih untuk membantu istri keduanya. Usaha untuk melerai, kata dia, berjalan alot.

AH mengaku terpaksa menggunakan jurus silat untuk menjatuhkan dan mengunci S yang tersulut api cemburu.

“Karena dia itu kan orangnya keras jadi saya teriak, tapi malah itu memicu kemarahan dia lebih besar, menendang saya, memukul saya, akhirnya ku jatuhkan kukunci supaya dia tidak bisa bergerak dan tidak bisa melakukan apa apa. Orang pesilat kan tau di mana titik menguncinya biar aman,” jelasnya.

Namun, masih kata AH, ocehan demi ocehan terus terlontar dari mulut S. Dengan berat hati, ia memukul istri sahnya itu dengan tujuan untuk menyadarkan.

Baca juga :  Pendisiplinan Protokol Kesehatan, Polres HSS Tak Segan Beri Sanksi

“Aku dengan tangan kiri memukul pipinya agar dia sadar, dia berubah 180 derajat dari yang marah langsung diam dingin, jadi alhamdulillah pukulanku untuk menyadarkan itu berhasil,” terangnya.

S, kata dia, kemudian berlari keluar rumah dan pulang. Setelahnya, sebagaimana diketahui S melaporkan AH ke Polres Banjarbaru dengan aduan KDRT, Senin (6/7) lalu.

“Sebenarnya saya sangat menyayangkan adanya laporan yang beredar, masalah keluarga ini, tapi biar lah enggak apa, nanti mudah mudahan bisa hilang sendiri tereliminasi sendiri gitu,” harapnya.

Akan tetapi, kata AH, ada yang perlu diketahui publik, yakni istrinya S juga menderita penyakit gampang memar.

“Jadi ada satu penyakit yang diderita istriku ini, dia gampang lebam, jadi kalau kebentur kursi, meja atau kebentur tangan atau dicubit sedikit saja dia langsung lebam atau kemerahan,” ungkapnya.

AH menganggap apa yang dilaporkan istri pertamanya itu terkesan berlebihan.

“Aku lihat dia juga mendramatisir untuk mencari perhatian dan sebagainya tapi karena dia tidak tahu implikasi hukumnya terjadi seperti ini,” terangnya.

S, lanjut AH, telah meminta maaf kepada dirinya. Juga berharap persoalan rumah tangga itu dapat selesai dengan baik.

“Sebenarnya setop aja masalah ini karena sudah minta maaf istriku, setelah laporan ke polres itu, sekarang istriku pergi meninggalkan rumah membawa mobilku enggak tahu di mana tapi kami sudah berkomunikasi. Sekarang dia mulai sadar dan merasa bersalah,” pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, AH dituding melakukan kekerasan fisik terhadap istri pertamanya yang berinisial S.

Hal tersebut terungkap dari laporan perempuan 35 tahun itu ke Polres Banjarbaru pada Senin (6/7) lalu.

Baca juga :  Cegah Karhutla dan Gangguan Kamtibmas, Polsek Tambang Ulang Rutin Patroli Siang Malam

“Iya benar, laporannya sudah kami terima,” ujar Kapolres Banjarbaru, AKBP Doni Hadi Santoso melalui Kasubag Humas, Iptu Tajudin Noor, kepada apahabar.com, Kamis (9/6) siang

Kini, laporan masih berproses di Polres Banjarbaru sekalipun terlapor disebut meminta sang istri untuk mencabutnya.

Penyidik, kata Tajudin, dalam waktu dekat akan memanggil terlapor untuk dimintai keterangan ihwal dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Rencananya minggu depan akan dilakukan pemanggilan,” lanjutnya.

Menilik laporan yang dilayangkan S, KDRT oleh dokter di salah satu RS Banjarbaru itu dilatari rasa cemburu. AH disebut lebih berpihak ke istri kedua yang dinikahi secara siri.

Saat dihubungi apahabar.com, pelapor S tak menampik ihwal laporan KDRT dirinya ke Polres Banjarbaru.

Namun sayangnya, perempuan berkulit putih itu masih belum dapat memberi keterangan jelas karena mengaku sakit.

Adapun informasi yang dihimpun oleh media ini, dugaan KDRT ini bermula dari pesan whatsapp istri pertama yang tak kunjung dibalas suaminya yang berprofesi sebagai dokter penyakit dalam itu.

Kemudian S mendatangi sang suami ke rumah istri kedua. Yang mana pada saat datang, rupanya AH sedang bersama istri siri tersebut.

Sontak hal itu menyulut api cemburu S dan langsung menjambak rambut istri siri AH.

Sejurus itu, AH disebut membalas tindakan S dengan memukuli berkali kali ke bagian tangan, wajah hingga mencekik leher istri sahnya itu.

Atas kejadian tersebut S mengalami luka lebam di tangan kanan dan kiri, luka bengkak di jari manis tangan kanan dan bagian wajah.

Mengaku kerap mengalami kekerasan fisik dan verbal, saat ini S mengaku sudah tak tinggal serumah dengan AH.

apahabar.com

Video dugaan KDRT oleh salah satu oknum dokter RS di Banjarbaru sempat beredar luas di jagat dunia maya. Kejadian itu diduga terjadi pada Senin (6/7). Foto-Tangkapan Layar FB

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tunggu Kedatangan Jokowi di Kalsel, Ribuan Personel TNI dan Polisi Disiagakan
apahabar.com

Kalsel

Isyarat Kematian Yusuf, Suami yang Nekat Gantung Diri di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Pasien Sembuh Ungguli Perkembangan Covid-19 di Kalsel, Berikut Laporannya
apahabar.com

Kalsel

RS di Banjarmasin Overload, Pasien Reaktif Tertahan di IGD
apahabar.com

Kalsel

Rusunawa Teluk Kelayan Masih Sepi Peminat
apahabar.com

Kalsel

Bulog Pastikan Stok Beras Musim Kemarau Terkendali
apahabar.com

Kalsel

Info Covid-19 Kalsel Sore Ini: Positif Tambah 17 Kasus, Sembuh 7 Orang

Kalsel

Kebakaran di Kupang Rantau Disertai Letupan Petasan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com