ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Nasional

Minggu, 5 Juli 2020 - 13:29 WIB

KLHK Kalimantan Tetapkan Dua Aktor Intelektual Tersangka Pembalakan Liar

Redaksi - apahabar.com

Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan menetapkan dua aktor intelektual tersangka pembalakan hutan secara liar. Foto-Antara

Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan menetapkan dua aktor intelektual tersangka pembalakan hutan secara liar. Foto-Antara

apahabar.com, PONTIANAK – Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan menetapkan dua aktor intelektual pembalakan hutan secara liar sebagai tersangka.

Aksi itu dilakukan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Tanjungpura Pontianak dan Hutan Produksi (HP) Sungai Peniti Besar-Sungai Temila, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

“Kedua aktor intelektual itu kami tetapkan sebagai tersangka baru sejak 3 Juli 2020, yakni berinisial AL (37) dan HS (30),” kata Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan, Subhan, Minggu (5/7).

Menurut dia, dua tersangka tersebut adalah pemodal dan yang menyuruh ketiga tersangka sebelumnya menebang kayu di kawasan hutan itu.

“Kedua tersangka saat ini telah ditahan di rumah tahanan Polda Kalimantan Barat. Barang bukti berupa nota pembelian dan pembayaran disita untuk persidangan,” katanya.

Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan menjerat tersangka dengan pasal 82 ayat (1) huruf c dan pasal 84 ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

Baca juga :  Hadi Pranoto Gugat Muannas Rp150 Triliun, Berikut Rinciannya

Terungkapnya kasus tersebut berawal dari proses pengembangan penyidikan oleh Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan terhadap tersangka sebelumnya, yakni HS (39), HM (43), dan SR (30) yang mengaku kalau AL (37) dan HS (30) yang menyuruh dan memberikan modal kerja untuk mereka.

Setelah mendalami kasus ini, Penyidik Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan mengamankan AL (37) dan HS (30) sebagai aktor intelektual kasus pembalakan hutan secara liar tersebut.

Subhan mengatakan penyidik masih terus mendalami keterlibatan aktor intelektual lainnya untuk mengungkap kegiatan pembalakan liar di dalam kawasan KHDTK Universitas Tanjungpura Pontianak dan HP Sungai Peniti Besar-Sungai Temila hingga tuntas.

Baca juga :  Rapid Test Antigen, Diklaim Akurat Deteksi Covid-19

“Keberhasilan penanganan kasus ini berkat kerja sama yang baik antara Balai Gakkum Kalimantan, Korem 121/Abw, Direskrimsus Polda Kalimantan Barat, Kodim 1201/Mph, Polres Mempawah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalbar, KPH Mempawah, Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK, Sustyo Iriyono mengatakan bahwa komitmen KLHK dalam penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan tidak berubah.
“Di tengah pandemi Covid-19, Polhut dan penyidik kami terus bekerja di lapangan,” ujarnya.

“Perintah langsung dari Dirjen Gakkum Rasio Ridho Sani untuk menindak tegas para pelaku kejahatan seperti ini, mereka harus dihukum seberat-beratnya, karena mencari keuntungan dengan cara merugikan negara dan merusak lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat, yakni dengan mencari aktor intelektual para pemodalnya,” kata Sustyo.(ant)

Editor : Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pesan Ketum MHM: BPD dan BPC Hipmi Bali Jaga Soliditas
apahabar.com

Nasional

Konser Putih Adalah Kita, Bentuk Dukungan 50 Musisi untuk Jokowi
apahabar.com

Nasional

Jokowi Bidik Puncak Bukit Sepaku Jadi Lokasi Istana yang Baru
apahabar.com

Nasional

Jokowi Targetkan 75 Persen Suara di Kalteng
apahabar.com

Nasional

Kaltara Paparkan Pelestarian Hutan di Internasional

Nasional

Kadin Sambut Positif Penundaaan Pelonggaran Modal Asing
apahabar.com

Nasional

Atasi Covid-19, Luhut Ingin Indonesia Tiru Jerman, Taiwan, dan Rusia
apahabar.com

Nasional

Bamsoet: Sebaiknya Pemerintah Kaji Ulang Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com