INNALILLAHI, Anggota TNI Ditemukan Membusuk di Indekos Banjarmasin Kesbangpol dan KPU Jamin Hak 8.620 Pemilih Difabel di Kalsel Terpenuhi Tabir Kematian 2 Bocah di Benawa HST, Korban Dipocong Hidup-Hidup oleh Ibu Kandung Pembunuhan Wakar di Kelayan B Sudah Direncanakan, Pelaku Khilaf karena Luka Lama Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless

Kreatif di Tengah Pandemi, Yuk Intip Produk Andalan Srikandi Kotabaru

- Apahabar.com Sabtu, 11 Juli 2020 - 21:15 WIB

Kreatif di Tengah Pandemi, Yuk Intip Produk Andalan Srikandi Kotabaru

Srikandi di Desa Tebing Tinggi, Kelumpang Tengah mengembangkan produk lokal untuk meningkatkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Foto-apahabar.com/Masduki

apahabar.com, KOTABARU – Pandemi virus Corona (Covid-19) menghantam ekonomi masyarakat. Tak terkecuali di Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Menyiasati krisis, warga di pelosok Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Kelumpang Tengah punya cara kreatif untuk menggerakkan roda ekonominya. Caranya, mengembangkan produk lokal.

Desa Tebing Tinggi merupakan salah satu desa yang dicanangkan sebagI Kampung Tangguh Banua, di Kotabaru.

Di sana, beragam produk unggulan lokal dikemas, dan dipasarkan. Meski masih terjual di lingkup masyarakat setempat namun, hasilnya boleh dibilang lumayan di masa pandemi ini.

“Iya, mas, Alhamdulillah. Banyak yang beli beragam produk olahan kami ini. Apalagi, jamu tangguh, paling laris. Sebab, khasiatnya bisa meningkatkan imun tubuh,” ujar Sihwinanti, Ketua Tim Kreasi, di Kampung Tangguh Banua Tebing Tinggi itu.

Selain itu, ia mengaku, per hari puluhan produk lokalnya laku terjual.

“Tiap hari jamunya rata-rata laku 40 botol. Kalau keripiknya sama juga kayak gitu,” tuturnya, Sabtu, (11/7) siang.

Sekadar informasi, produk lokal olahan yang sudah menghasilkan uang itu di antaranya, keripik singkong aneka rasa, keripik talas, dan keripik ubi ungu.

Sementara, produk lainnya berupa jamu kemasan, dan serbuk. Jenisnya, jamu tangguh temulawak, jahe, dam kunyit asam. Untuk jamu dihargai Rp10 ribu per botol, dan keripik Rp25 ribu per bungkus.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Masduki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Mau Jadi Pengusaha Tangguh di Masa Pandemi? Intip Kiat Jitu Ketum Hipmi
apahabar.com

Ekbis

Rawan Perampokan Driver Online, Astra: Lengkapi dengan GPS
apahabar.com

Ekbis

BPS: Hunian Kamar Hotel di Kaltim Naik 1,46 Persen pada September
apahabar.com

Ekbis

Lewat APIK, BI Gandeng Pelindo Kembangkan Puluhan UMKM di Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Defisit Perdagangan RI di 2018 Catatkan Rekor Terburuk
apahabar.com

Ekbis

Kalsel Siap Jadi Tuan Rumah Fesyar 2019 di KTI, Ini Penjelasan BI
apahabar.com

Ekbis

Awal Pekan, Rupiah Diprediksi Lanjutkan Tren Positif
apahabar.com

Ekbis

Menko Perekonomian: Stok Gula Pasir Akan Meningkat Pada Mei-Juni
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com