ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Ekbis

Sabtu, 11 Juli 2020 - 21:15 WIB

Kreatif di Tengah Pandemi, Yuk Intip Produk Andalan Srikandi Kotabaru

Reporter: Masduki - apahabar.com

Srikandi di Desa Tebing Tinggi, Kelumpang Tengah mengembangkan produk lokal untuk meningkatkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Foto-apahabar.com/Masduki

Srikandi di Desa Tebing Tinggi, Kelumpang Tengah mengembangkan produk lokal untuk meningkatkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Foto-apahabar.com/Masduki

apahabar.com, KOTABARU – Pandemi virus Corona (Covid-19) menghantam ekonomi masyarakat. Tak terkecuali di Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Menyiasati krisis, warga di pelosok Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Kelumpang Tengah punya cara kreatif untuk menggerakkan roda ekonominya. Caranya, mengembangkan produk lokal.

Desa Tebing Tinggi merupakan salah satu desa yang dicanangkan sebagI Kampung Tangguh Banua, di Kotabaru.

Di sana, beragam produk unggulan lokal dikemas, dan dipasarkan. Meski masih terjual di lingkup masyarakat setempat namun, hasilnya boleh dibilang lumayan di masa pandemi ini.

Baca juga :  Di Tengah Pandemi, Telkom Cetak Laba Rp10,99 Triliun

“Iya, mas, Alhamdulillah. Banyak yang beli beragam produk olahan kami ini. Apalagi, jamu tangguh, paling laris. Sebab, khasiatnya bisa meningkatkan imun tubuh,” ujar Sihwinanti, Ketua Tim Kreasi, di Kampung Tangguh Banua Tebing Tinggi itu.

Selain itu, ia mengaku, per hari puluhan produk lokalnya laku terjual.

“Tiap hari jamunya rata-rata laku 40 botol. Kalau keripiknya sama juga kayak gitu,” tuturnya, Sabtu, (11/7) siang.

Baca juga :  Harga Emas Bisa Tembus Rp2 Juta? Simak Prediksinya

Sekadar informasi, produk lokal olahan yang sudah menghasilkan uang itu di antaranya, keripik singkong aneka rasa, keripik talas, dan keripik ubi ungu.

Sementara, produk lainnya berupa jamu kemasan, dan serbuk. Jenisnya, jamu tangguh temulawak, jahe, dam kunyit asam. Untuk jamu dihargai Rp10 ribu per botol, dan keripik Rp25 ribu per bungkus.

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Erick Thohir Akan Datangkan Bahan Baku Masker dari Eropa
apahabar.com

Ekbis

Bank Mandiri Tingkatkan Pasokan Uang Tunai hingga Rp 1,9 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Sopir di Banjarmasin Setop Logistik ke Palangka Raya, Ada Apa?
apahabar.com

Ekbis

GSX-R150 Tampil Beda, Berikut Fitur dan Harganya
apahabar.com

Ekbis

Setelah Natal, Harga Emas Antam Melambung Rp 6.000
apahabar.com

Ekbis

Gapki Tepis Isu Perusahaan Sawit Rusak Ekosistem
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Pangkas Kuota Impor Minyak Pertamina
apahabar.com

Ekbis

Kontribusi Positif, Sejumlah Lapangan Migas Pertamina Lampaui Target Produksi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com