ga('send', 'pageview');
Breaking News! Kabar Duka, Kadisdik Banjar Maidi Armansyah Meninggal Dunia Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan




Home Nasional

Sabtu, 11 Juli 2020 - 19:59 WIB

KSAD Jelaskan Kronologi Munculnya Klaster Secapa AD

Uploader - apahabar.com

Kepala Staf TNI AD, Jenderal Andika Perkasa. Foto-Detikcom/Wisma Putra

Kepala Staf TNI AD, Jenderal Andika Perkasa. Foto-Detikcom/Wisma Putra

apahabar.com, BANDUNG – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa menjelaskan awal mula kasus klaster baru penyebaran Covid-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) yakni bermula dari ketidaksengajaan.

Ketidaksengajaan itu, kata dia, diawali dari adanya dua orang siswa calon perwira yang berobat ke Rumah Sakit Dustira TNI AD di Cimahi. Dari kunjungan ke rumah sakit itu, mereka berdua mengikuti tes pemeriksaan Covid-19.

“Yang satu keluhan karena bisul, berarti demam karena adanya infeksi dan satu lagi masalah tulang belakang. Tapi ternyata mereka dilakukan swab test dan positif,” kata Andika di Markas Kodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Sabtu (11/7).

Baca juga :  Cara Satgas Covid-19 Antisipasi Klaster Baru Jelang Pembukaan Sekolah

Atas dasar dua siswa yang positif itu, ia memerintahkan seluruh siswa dan staf yang ada di Secapa AD untuk dilakukan rapid test. Walhasil, ditemukan 187 orang di lembaga pendidikan militer itu dinyatakan reaktif.

Namun belum sampai di situ, untuk lebih meyakinkan penyebaran wabah ini dapat diketahui, tes usap Covid-19 juga dilakukan terhadap seluruh siswa maupun staf Secapa.

Berdasarkan tes usap yang ditindaklanjuti dengan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction, kata dia, ditemukan sekitar 1.200 personel TNI di Secapa yang dinyatakan terinfeksi Covid-19.

Saat ini, ia menyatakan ada 1.280 personel yang positif Covid-19 di Secapa AD. Di antaranya, 991 personel merupakan siswa, dan 289 staf di Secapa beserta anggota keluarga dari staf.

Baca juga :  Pemerintah Akan Perpanjang Batas Usia Pensiun PNS

Namun ia memastikan, mayoritas personel yang positif Covid-19 itu tanpa gejala apapun. Hanya sedikit personel yang dirawat karena bergejala ataupun mengidap penyakit lainnya.

Sejauh ini, kata dia, ada 16 personel yang masih dirawat di Rumah Sakit Dustira, berkaitan dengan klaster Secapa. Awalnya menurutnya yang dirawat ada sebanyak 17 personel, namun satu di antaranya telah dinyatakan negatif meski belum diizinkan pulang.

“Dan 16 yang masih positif tapi semuanya sudah tidak merasakan gejala apapun juga. Yang satu negatif tetap di sana karena memang masalah TBC atau paru-paru,” kata Andika.(Ant)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Indonesia Penyebab Asap di Malaysia?
apahabar.com

Nasional

Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Bertambah Jadi 227 Orang
apahabar.com

Nasional

Skenario New Normal di Jakarta, Jabar, Sumbar dan Gorontalo
apahabar.com

Nasional

Gunung Anak Krakatau Meletus Lagi, Selama 2 Menit 14 Detik
apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: 4.241 Positif, 359 Sembuh, 373 Meninggal
apahabar.com

Nasional

Kelanjutan RKUHP dan RUU Pas, Yasona Tunggu Instruksi Jokowi
apahabar.com

Nasional

MUI: Belum Ada Fatwa Ucapan Selamat Natal
apahabar.com

Nasional

Gunung Merapi ‘Batuk’, Luncurkan Guguran Lava ke Arah Hulu Kali Gandol
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com