ga('send', 'pageview');
Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST Nih, Hasil Swab Wali Kota Banjarmasin Usai Bertemu Nadjmi Adhani Duh, Mobil Patwal Bupati HSU Tabrak Tiang Listrik di Kandangan Terungkap, Ciri Tengkorak dalam Karung di Kurau Tanah Laut! Warga Pelaihari Geger, Jasad Perempuan dalam Karung di Kurau




Home Kalsel

Kamis, 9 Juli 2020 - 16:22 WIB

Lagi Dokter Kalsel Gugur karena Covid-19, IDI: Sudah 55 Terjangkit!

Reporter: Rizal Khalqi - apahabar.com

Satu lagi pejuang medis di Kalimantan Selatan gugur karena Covid-19. Foto-Istimewa

Satu lagi pejuang medis di Kalimantan Selatan gugur karena Covid-19. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Dini hari tadi, sekitar pukul 02.05, Kamis (9/7) seorang dokter di Kalimantan Selatan (Kalsel) tutup usia.

Dia adalah Dokter Zulkiflie Saleh. Dokter satu ini tutup usia setelah terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari catatan apahabar.com, kepergian dr Zuliflie menambah panjang catatan pejuang medis yang meninggal dunia karena Covid-19. Sebelumnya, dua dokter juga meninggal usai terpapar virus asal Wuhan, China itu.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel, M Rudiansyah prihatin dan berbelasungkawa atas meninggalnya dr Zuliflie.

“Kalsel perlu perhatian khusus. Karena penyebarannya masih masif,” kata dr Rudiansyah dihubungi apahabar.com, Kamis (9/7) siang.

Akhir Pekan Ini, Wisata Siring Banjarmasin Resmi Ditutup

Dari catatan IDI, saat ini ada 55 dokter yang terjangkit Covid-19 di Kalsel. Artinya, perlu cara lain untuk makin menyadarkan masyarakat supaya lebih berhati-hati terhadap Covid-19.

Baca juga :  Kadisnya Positif Covid-19, Pegawai-Guru Disdik Banjar Dirumahkan

Meski banyak masyarakat yang sadar akan protokol kesehatan saat beraktifitas. Namun jumlah yang tak peduli, kata dia, juga banyak. Contohnya di daerah Pekapuran di Banjarmasin.

Pemerintah mesti mengambil langkah jitu untuk makin masif melakukan rapid test.

Selain itu IDI berharap ada kerja sama antara pemerintah dengan pihak swasta untuk melaksanakan uji swab.

Baca juga :  Takut Ketinggalan Pesawat, Beberapa Anggota Dewan Kalsel ‘Abaikan’ Paripurna

“Data kemarin itu yang 10 hari sampai dua minggu yang lalu. Kalau diperiksa hari ini tunggu 10 harian ya lagi,” sambungnya.

Lambatnya hasil swab test juga menjadi kendala tersendiri. Sebab bagi orang yang hasil rapid testnya reaktif mesti menunggu hingga berhari-hari.

Sebelumnya, dua dokter spesialis juga gugur akibat Covid-19, yakni dr Hasan Zain seorang dokter spesialis paru-paru dan dr Heru Prasetya SpPD seorang dokter spesialis penyakit dalam.

apahabar.com

Dokter Zulkiflie Saleh tutup usia sekitar pukul 02.00 dini hari tadi, Kamis (9/7). Foto-Istimewa

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

21 Rumah Ludes, Kebakaran Hebat di Alalak Diduga Dipicu Korsleting
apahabar.com

Kalsel

Mengenal Lebih Dekat Sahrani, Sosok Pengingat Sahur Bersuara Khas dari Martapura
apahabar.com

Kalsel

Tahun Depan, Ruas Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Mulus 100 Persen
apahabar.com

Kalsel

Ciptakan Kenyamanan Pemilu 2019
apahabar.com

Kalsel

Imbas Naik 35 Persen, Peredaran Cukai Rokok Ilegal di Kalsel  Diprediksi Meningkat
apahabar.com

Kalsel

Hormati Haul Guru Sekumpul, Ratusan Baliho Bacada Banjarbaru Aditya-Iwansyah Dicopot
apahabar.com

Kalsel

Lestarikan Biota Laut, Lanal Kotabaru Tanam Terumbu Karang di Pantai Teluk Tamiang
apahabar.com

Kalsel

Didukung Cipayung Plus, Imam Mantap Maju sebagai Ketua DPD KNPI Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com