Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan 13 Menit di SDL, Jokowi Disambut Meriah Ribuan Pengungsi Banjir Kalsel

Lagi, Oli Bekas Cemari Sungai di Banjarmasin

- Apahabar.com Selasa, 21 Juli 2020 - 13:22 WIB

Lagi, Oli Bekas Cemari Sungai di Banjarmasin

Tim DLH Banjarmasin turun tangan untuk mengambil sampel limbah B3 di kawasan Sungai Ahmad Yani, Kilometer 2. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Limbah oli kembali memusingkan Pemkot Banjarmasin.

Setelah Sungai Martapura, kini giliran Sungai Ahmad Yani tercemar limbah B3 [Barang Berbahaya, dan Beracun] itu.

Berdasar pantauan apahabar.com di sungai kawasan Pal atau Kilometer 2 itu, air sungai berubah menjadi kehitam-hitaman.

Selain merusak estetika, bau busuk juga ikut menyeruak. Penuturan warga sekitar, pencemaran sudah terjadi sepekan belakangan.

Mencuat ke permukaan setelah sejumlah postingan warganet viral di media sosial sejak kemarin.

Joice Veronica Lawak, salah seorang warga setempat yang mengeluhkan kondisi tersebut.

Endapan limbah tepatnya di depan Showroom Suzuki Mobil Banjarmasin itu tak kunjung ditindaklanjuti.

“Mungkin karena tidak ada hujan. Jadinya limbahnya mengendap di sini,” ujar pemilik rumah toko itu.

Lantaran kesal, Joice segera mem-posting kondisi sungai di akun media sosialnya.

Joice dan warga sekitar mengaku tak tahu dari mana limbah yang mencemari habitat hewan itu berasal.

“Biasanya setiap pagi saya nyiram tanaman, sering lihat biawak berjemur di sungai itu. Sekarang sudah tidak lagi terlihat,” tegasnya.

Menanggapi keluhan warga, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin langsung turun tangan.

Mereka menerjunkan tim khusus untuk mengambil sampel limbah pada Selasa (21/7) tadi.

Kepala Bidang Pengawasan DLH Banjarmasin, Wahyu Hardo Cahyono memastikan sample limbah akan diperiksa di laboratorium. Guna mencari tahu ada tidaknya kandungan oli bekas atau limbah B3 di dalamnya.

“Kira-kira seminggu hasilnya baru keluar,” ucapnya kepada apahabar.com.

Wahyu menduga limbah yang membuat Sungai Ahmad Yani Km 2 tercemar adalah oli bekas.

Namun saat ditelusuri ke sejumlah ruko di sekitar sungai, DLH belum berhasil menemukan sumber limbah tersebut.

“Tadi sudah kita periksa beberapa sumber yang diduga mengalirkan limbah. Namun ternyata belum terbukti,” pungkasnya.

Lebih jauh, DLH berjanji akan segera membersihkan limbah oli bekas itu sesegera mungkin.

Kasus pencemaran limbah bukan kali pertama terjadi. Dari catatan media ini, kasus serupa pernah terjadi di Sungai Martapura tepatnya depan Pasar Terapung Siring Pierre Tendean, 9 Januari 2020 tadi.

Saat ditelusuri, rupanya limbah B3 itu berasal dari sebuah gudang oli yang berjarak selemparan batu dari Pasar Terapung.

Polisi yang ikut turun tangan akhirnya mengamankan sang pemilik gudang itu.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Bahaudin Qusairi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Status Tersangka Dua Pentolan BEM Se-Kalsel Dipertanyakan, Ada yang Janggal?
apahabar.com

Kalsel

Pakaian Tenaga Honorer Belum Ditentukan, Pemkot Banjarmasin: Kemungkinan Sasirangan
Kebakaran Sutoyo

Kalsel

Insiden Kebakaran di Sutoyo Banjarmasin, 2 Mobil Pemadam Tabrakan
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 6 Pasein, Positif 4 Orang
apahabar.com

Kalsel

Cara Badut Cari Duit Saat Pandemi Covid-19 di Pusat Kotabaru
Ini Wisata Alam Mempesona yang Bisa Dikunjungi Usai Haul Sekumpul

Kalsel

Ini Wisata Alam Mempesona yang Bisa Dikunjungi Usai Haul Sekumpul
Pajak kendaraan

Kalsel

Bulan Terakhir! Segera Manfaatkan Program Bebas Denda Pajak Kendaraan di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

1 PDP Positif, Batola Tambah Pasien Covid-19 Lagi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com