Jadwal Penumpang Banjarmasin Tujuan Bali Transit di Surabaya Berubah, Begini Respons Lion Air Mulai Berlaku, Syarat Wajib PCR Bikin Warga Kalsel Terbang ke Bali Berpikir Dua Kali Pembacok Jurkani di Tanbu Juga Rampas Barang Pribadi, Pelaku Disebut Berhalusinasi Jasad Wanita Muda Banjarmasin dengan Luka Tusuk di Dada Itu Ternyata… Sosok Pembacok Advokat Jurkani di Tanah Bumbu, dan Detik-Detik Penganiayaan

Lelah Tunggu Hasil PCR, Batola Segera Beli Peralatan Sendiri

- Apahabar.com     Kamis, 2 Juli 2020 - 18:17 WITA

Lelah Tunggu Hasil PCR, Batola Segera Beli Peralatan Sendiri

Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, bersama Wakil Bupati dan Penjabat Sekretaris Daerah menyimak presentasi vendor mesin PCR. Foto-Humpro Setda Batola

apahabar.com, MARABAHAN – Demi percepatan penanganan pasien Covid-19, Barito Kuala (Batola) berencana segera membeli peralatan pemeriksa Polymerase Chain Reaction (PCR).

Peralatan tersebut ditawarkan perusahaan vendor Laboratorium Klinik Genetik Indonesia. Diklaim bahwa mesin pemeriksa spesimen itu buatan Swiss.

Keputusan Batola membeli peralatan sendiri disebabkan durasi hasil pemeriksaan PCR di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) di Banjarbaru.

Dari sebelumnya hanya menunggu selama tiga sampai empat hari, sekarang sudah mencapai dua minggu akibat penambahan jumlah spesimen yang diperiksa.

“Kalau memiliki peralatan sendiri, petugas kesehatan bisa segera menentukan status pasien antara ditempatkan di karantina atau cukup di rumah,” ungkap Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, Kamis (2/7).

“Kalau harus terus menunggu hasil swab, pengambilan keputusan mengkarantina juga lama. Ini berbahaya kalau kemudian orang tersebut positif dan kemudian bepergian,” tambahnya.

Direncanakan mesin PCR itu ditempatkan di RSUD Abdul Aziz Marabahan. Andai terjadi kecocokan harga dan kebutuhan, diperlukan waktu kurang lebih sebulan persiapan operasional, termasuk tata ruang laboratorium.

Diestimasi total anggaran yang harus disiapkan Batola untuk memiliki laboratorium PCR sendiri ini mencapai Rp1,3 miliar.

“Vendor menawarkan beberapa varian. Di antaranya mesin yang dapat memeriksa 50 sampel per jam,” sahut dr Fathurrahman, Direktur RSUD Abdul Aziz.

“Kalau terus beroperasi selama 10 jam, berarti diperoleh sampai 500 sampel per hari. Namun kebutuhan efektif di Batola hanya sekitar 100 sampel per hari, sehingga mesin yang dibutuhkan bisa lebih kecil,” tandasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Bastian Alkaf - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Halo Tabalong, Ini Imbauan untuk Panitia Bungkus Daging Kurban
apahabar.com

Kalsel

Nikah di New Normal, Vendor Wedding Kalsel Wajib Usung Protap Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Disdik Banjarmasin Rencanakan Sekolah Tatap Muka, Kemenag Tak Mau Gegabah
apahabar.com

Kalsel

Divonis Seumur Hidup, Apa Kabar Harta Rp 2 M Habibi?
apahabar.com

Kalsel

Gerakan Salat Subuh Dekatkan TNI dan Warga
Beliung

Kalsel

Tak Hanya TPS, Puting Beliung Juga Rusak Rumah Warga di Tala
apahabar.com

Kalsel

Usai Libur Lebaran, Ibnu Sina Ganti Sidak dengan Halalbihalal
apahabar.com

Kalsel

Duta Mall Salurkan Bantuan Hasil Penggalangan Dana untuk Sebuku
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com