Usai Kios Pasar Kuripan Dibongkar, Pemkot Banjarmasin Incar Ruko dan TPS Veteran BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin

Lonjakan Kasus Covid-19 Kalsel, Pakar ULM: Imbas New Normal

- Apahabar.com Rabu, 15 Juli 2020 - 12:52 WIB

Lonjakan Kasus Covid-19 Kalsel, Pakar ULM: Imbas New Normal

Ilustrasi seorang petugas kesehatan melakukan tes cepat virus korona (Covid-19) kepada seorang anggota polisi. Foto-Anadolu Agency

apahabar.com, BANJARMASIN – Tim Pakar untuk Percepatan Penanganan Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) angkat bicara terkait lonjakan kasus positif di Kalimantan Selatan (Kalsel) di tengah kebijakan Era New Normal.

“Penanganan saat ini tidak hanya menampilkan pergerakan angka-angka, kampanye hidup sehat, protokol kesehatan dalam menghindari Covid-19, penanganan medis yang responsif, tetapi juga diperlukan pemetaan masalah dalam sosial lingkungan kebijakan itu sendiri,” ucap Anggota Tim Pakar untuk Percepatan Penanganan Covid-19 ULM, Taufik Arbain, Rabu (14/7) pagi.

Menurut Taufik, konteks lingkungan kebijakan sangat urgen ditangani secara serius. Mengingat, sumber masalah akselarasi peningkatan jumlah pada ranah ini.

“Kita memberikan apresiasi kepada pemerintah karena telah melakukan langkah-langkah fundamental dalam menangani Covid-19 di Banua ini, termasuk keterlibatan banyak aktor,” katanya.

Meski demikian, kata dia, penanganan harus selalu bergerak karena lingkungan kebijakan juga terjadi pergerakan dan perubahan. Khususnya perubahan perilaku akibat Covid-19 itu sendiri pada aspek sosial – ekonomi.

Oleh sebab itu, Tim Pakar Percepatan dan Penanganan Covid-19 ULM terus melakukan kajian dan telaah dengan cermat dalam berbagai perspektif keilmuan agar pemetaan masalah bisa tertangani dengan baik.

Namun, sejauh ini terdapat tantangan yang dihadapi dalam percepatan penanganan virus mematikan asal Wuhan China tersebut.

Pertama, kebijakan new normal atau adaptasi kebiasaan baru sejak sebulan lalu telah mendorong euforia publik atas kondisi sosial yang cenderung berorientasi pada pemenuhan ekonomi.

“Hal ini bisa kita pahami bahwa pihak yang terdampak adalah masyarakat kelas menengah ke bawah. Sehingga mobilitas penduduk menggambarkan kondisi normal. Hanya saja, kondisi ini semakin membenarkan sebagian perilaku masyarakat kita dari semua kelas yang sebelumnya tidak suka pakai masker dan memenuhi standar protokol Covid-19. Realitas ini harus menghadirkan produk kebijakan baru dan formula baru serta gerakan kampanye yang masuk dalam alam sadar publik bahwa kondisi sekarang masih pandemi,” tegasnya.

Kedua, diperlukan kebijakan yang konsisten untuk terus melakukan rappid test, swab dan lainnya agar melahirkan upaya tracking (penelusuran sebaran) baik jumlah maupun zona, sehingga memudahkan pemetaan dan langkah strategis yang diambil.

“Untuk itu pada musim Pilkada ini para pengambil keputusan di daerah jangan terpengaruh dengan pernyataan Menteri Dalam Negeri yang mengatakan, jangan pilih kepala daerah incumbent yang tidak beres menangani Covid-19,” bebernya.

Justru semakin massif tracking, otomatis semakin tinggi temuan sebaran dan jumlah yang harus dipahami sebagai upaya progres dari pemerintah daerah.

“Kita mengkhawatirkan akibat salah persepsi di publik, mendorong adanya elit dalam pengambilan keputusan yang meminimalkan upaya tracking ini,” paparnya.

Ketiga, tambah dia, munculnya stigma publik bahwa setiap masyarakat yang mengalami morbiditas yang disebabkan penyakit umum seperti batuk, stroke, penyakit gula, darah tinggi dan lainnya akan divonis positif Covid-19 oleh petugas medis jika mereka berobat ke rumah sakit.

“Inilah realitas persepsi yang beredar pada masyarakat kita, sehingga mereka enggan untuk memeriksakan diri mereka ke rumah sakit. Akibatnya berdasarkan survei relawan dari tim kami ada beberapa rumah sakit di kabupaten atau kota mengalami penurunan kunjungan masyarakat untuk berobat,” katanya.

Tentu hal ini akan meningkatkan penurunan data tahunan frekuensi berkunjung ke rumah sakit.

Di satu sisi pemerintah berupaya memastikan masyarakat selalu sehat, akan tetapi di sisi lain ada ancaman psikologis yang mendera.

“Untuk itu kami menyarankan perlu langkah progres atas penurunan kunjungan ini. Kita tidak sekadar terfokus pada penanganan Covid-19, tetapi di sisi lain perlu menjawab kelengahan kita pada morbiditas masyarakat berimplikasi pada menurunnya imunitas hingga mudah terserang Covid 19,” ungkap Alumnus Doktoral UGM Managemen dan Kebijakan Publik ini.

Tim Pakar ULM akan selalu menyelaraskan kebijakan apa saja yang telah diambil dan dilakukan pemerintah dalam rangka bersama-sama membantu percepatan penanganan Covid 19 di Banua. Termasuk aspek sosial dan kebijakan publik.

“Kita mengapresiasi langkah Pemprov, Kabupaten atau Kota selama ini yang mengintegrasikan semua pihak. Hanya saja diperlukan peningkatan dan pemetaan apa yang mesti dilakukan. Mengingat, perubahan perilaku sosial baik karena perubahan itu sendiri atau implikasi dari kebijakan bergerak sangat cepat,” cetusnya.

Ia menyarankan agar langkah diambil harus berbasis Dynamic Policy Analysis dalam menjawab masalah Covid-19 yang semakin kompleks.

“New idea, fresh perception, up-grading, responsive, fleksibel dan adaptif sangat diperlukan di masa AKB ini. Sebab ini adalah tindakan penyelamatan kita bersama,” pungkasnya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Reporter: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Stunting Masih Ancam Balita di Batola
apahabar.com

Kalsel

Bang Dhin: Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim Bagus untuk Tanah Bumbu

Kalsel

Kronologis Pendulang Intan Tewas Tertimbun Longsor di Pumpung
apahabar.com

Kalsel

Maling Helm Pemko Banjarmasin Diringkus  
apahabar.com

Kalsel

Peringati Proklamasi Kemerdekaan RI ke-75, Polda Kalsel Salurkan 1000 Paket Sembako
apahabar.com

Kalsel

Duh, Sebaran Covid-19 di Tanbu Capai 287 Kasus
apahabar.com

Kalsel

Operasi Patuh di HSU, Pelanggar Bisa Dihitung Jari
apahabar.com

Kalsel

Aturan Pilwali Banjarbaru 2020: APK Dilarang Sembarang Tempat Hingga Pertemuan Tatap Muka Dibatasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com