Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel Terpapar Covid-19, Kemenag Tutup Satu Ponpes di Palangka Raya Cobain Bikin Video Berkualitas Film dengan Galaxy Note20 Series Maladministrasi, Pemkot Banjarmasin Diminta Setop Tertibkan Reklame Sepihak

Manfaatkan JKN, Dipta Klaim Kacamata Baru

- Apahabar.com Jumat, 10 Juli 2020 - 04:30 WIB

Manfaatkan JKN, Dipta Klaim Kacamata Baru

Dipta warga Kasarangan saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Barabai. Foto-Reza for apahabar.com.

apahabar.com, BARABAI – Selain memberikan fasilitas penjaminan dalam hal pengobatan, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga memberikan pemenuhan alat kesehatan, salah satunya kacamata.

Jika peserta JKN mengalami gangguan pada penglihatan, bisa diperiksakan pada fasilitas kesehatan terdekat dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari program BPJS Kesehatan itu.

Dipta Indah Lestari, warga Kasarangan Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU) di Hulu Sungai Tengah (HST) pernah merasakan manfaat untuk klaim kacamatanya.

Wanita yang akrab disapa Dipta ini menganggap, pemenuhan alat kesehatan yang diberikan program itu untuk klaim kacamata, sangatlah membantu.

Sebagai peserta yang aktif kepesertaanya, Dipta mempunyai hak untuk mendapatkan pelayanan tersebut.

“Tahun lalu sempat dirujuk ke Klinik Mubarak, terus dapat rujukan ke optik, lumayan dijamin untuk lensanya, walaupun frame-nya harus bayar sendiri, tapi sudah sangat membantu sekali,” ucap Dipta saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Barabai beberapa waktu lalu.

Untuk penyediaan alat kesehatan dengan program JKN ini, jumlah dananya disesuaikan dengan kelas kepesertaan JKN BPJS Kesehatan.

Untuk kelas I Rp300.000, kelas II Rp200.000 dan untuk kelas III Rp150.000.

Bantuan tersebut hanya dibebankan untuk lensa, tidak termasuk pembelian frame kacamata.

Sedangkan untuk pengajuan paling cepat yakni dua tahun sekali sejak pengajuan terakhir.

Menurut Dipta, segala kenyamanan yang diberikan Program JKN-KIS merupakan perwujudan dari gotong-royong dari peserta.

Ia dan keluarganya sangat memahami prinsip itu.

“Dari iuran yang dibayarkan peserta akan disalurkan pada yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Kaya gitu pas saja menurut saya,” katanya.

Dipta berharap dengan adanya kemudahan dan fasilitas yang diberikan Program JKN-KIS, dapat dipertahankan.

“Siapa tahu bisa tambah fasilitasnya, yang awalnya ganti kacamata maksimal 2 tahun sekali bisa jadi sekali setahun,” kata dia.

Namun ia tetap mengapresiasi apa yang menjadi program pemerintah dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh seluruh masyarakat.

Dia juga mempunyai pengalaman lain terkait program dari BPJS Kesehatan.

“Pernah sekali nambal gigi, dilayani dengan baik dan gratis,” tutup Dipta.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: HN Lazuardi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Pengalaman Mahasiswi Malang Gunakan KIS Berobat di Barabai
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Ikut JKN-KIS, Sudah Jadi Fesyen Dara Asal HST ini
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

JKN-KIS dan Prinsip Gotong Royong, Agus Punya Pengalaman
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

UHC Kurang Dana Rp9 Miliar, DPRD HSU Kunjungi BPJS Kesehatan Barabai
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Warga HST Ini Rasakan Manfaat JKN-KIS BPJS Kesehatan
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Rela Pensiunan Almarhum Dipotong, Mursinah: Demi Kesehatan
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Wajibkan Kepesertaan JKN-KIS, Warning Bagi Badan Usaha Tak Patuh di Tapin
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Jalan Kaki Telusuri Nusantara, Pria asal Sumedang Berbekal JKN KIS
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com