Nomor 1 di Pilbup Tanah Bumbu, Cuncung Bakal Ulang Sukses Mardani H Maming Viral, Kisah Nelayan Kotabaru Terombang-ambing 6 Hari di Laut karena Perahu Karam Skandal Sabu IRT Kotabaru, Ditangkap Gegara 0,36 Gram Nomor Urut Diundi, Cuma 1 Paslon Pilwali Banjarmasin Taat Prokes! Kronologi Lengkap Ambruknya Pilar Jembatan HKSN Banjarmasin Versi Pemerintah

Mau Kungker Luar Daerah, Dewan Kalsel Harus Jalani Rapid Test

- Apahabar.com Rabu, 1 Juli 2020 - 12:57 WIB

Mau Kungker Luar Daerah, Dewan Kalsel Harus Jalani Rapid Test

Sebanyak 16 anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan menjalani Rapid Test Covid-19. Foto-apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMASIN – Sebanyak 16 anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan menjalani Rapid Test Covid-19 sebelum melakukan kunjungan kerja ke luar daerah.

“Sesuai dengan hasil Badan Musyawarah kita akan melaksanakan kunjungan kerja. Kami melakukan Rapid Test sesuai dengan protokol kesehatan. Soal mau ke mana masih mau dirapatkan,” kata Ketua Komisi III DPRD Kalsel H Sahrujani, Rabu (1/7).

Komisi III, kata dia, mewajibkan semua anggotanya mengikuti Rafid Test. Sebab hasil rekomendasi Rapid Test yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Mutiara Bunda itu akan disertakan saat berangkat mengunakan pesawat.

Beruntung, 14 anggota dewan yang sudah mengikuti Rapid Test hasilnya non reaktif.

“Sementara tidak ada yang reaktif, yang test non reaktif semua,” kata petugas Test Rapid, Dokter Aprilia.

Dokter Aprilia menjelaskan, Rapid Test merupakan teknik pengetesan keberadaan antibodi terhadap serangan kuman di dalam tubuh. Hasil rapid test tak boleh dan tak bisa digunakan secara mandiri untuk mengonfirmasi keberadaan atau ketiadaan infeksi virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di dalam tubuh

Untuk mengonfirmasi keberadaan virus corona secara akurat dalam tubuh seseorang harus dilakukan Tes Swab dengan metode PCR (polymerase chain reaction).

Hasil rapid test adalah reaktif (ada reaksi terhadap keberadaan antibodi) atau non-reaktif (tidak ada reaksi terhadap keberadaan antibodi).

“Jika anda sempat membaca hasil Rapid Test adalah positif atau negatif, harus dimaknai sebagai positif atau negatif terhadap keberadaan antibodi dalam tubuh, bukan positif atau negatif terhadap keberadaan virus corona penyebab Covid-19,” jelasnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Reporter: Rizal Khalqi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Apindo Singgung Sikap Komisi IV DPRD Kalsel: Tak Perlu Arogan

Kalsel

Pembunuhan Sadis Menantu di Tamban, Istri Ikut Kuburkan Jasad!
apahabar.com

Kalsel

Strategi Baru BPBD Tangani Asap Yang Mulai Menebal
apahabar.com

Kalsel

Minimarket Indomaret Teluk Tiram Dibobol
apahabar.com

Kalsel

Demi Operasional Sekolah Keagamaan, DPRD Kalsel ‘Curi’ Ilmu ke Jatim
apahabar.com

Kalsel

Di Tengah Pandemi, Petambak Binaan Lanal Kotabaru Sukses Panen Kepiting
apahabar.com

Kalsel

Butuh Uluran Tangan, Warga Muslim Dusun Sindawak Hutan Meratus Berjuang Bangun Rumah Ibadah
apahabar.com

Kalsel

Komisi IV DPRD Banjarmasin Salurkan Bantuan ke Nenek Sabariah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com