Dituduh 2BHD Curang dalam Sidang MK, Tim SJA-Arul Irit Bicara Breaking! 2 Penganiaya Brutal ABG di Hotel Banjarmasin Ditangkap Viral Aksi Brutal ABG Dianiaya di Hotel Banjarmasin, Pacar Pelaku Ternyata Salah Kamar Motif Penganiayaan Brutal ABG di Hotel Banjarmasin: Korban Menolak Dijual! Jejak 6 Preman Perbatasan Kalsel-Kaltim yang Disikat Polisi, Galang Dana dengan Memeras

Mengenang Kiprah Djok Mentaya di Dunia Pers Kalimantan Selatan

- Apahabar.com Selasa, 21 Juli 2020 - 12:55 WIB

Mengenang Kiprah Djok Mentaya di Dunia Pers Kalimantan Selatan

Djok Mentaya dikenal sebagai sosok pantang menyerah. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Media massa khususnya surat kabar dan majalah mempunyai peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia di Kalimantan. Tidak terkecuali di Bumi Lambung Mangkurat (Kalsel).

Sepanjang perjalanan pers di Kalsel, sosok Huzai Junus Djok Mentaya atau Djok Mentaya tak asing bagi warga Kalsel. Lelaki kelahiran Sampit, Kalimantan Tengah, 19 Juli 1939 silam itu merupakan salah satu tokoh yang berperan penting dalam kemajuan pers di Kalsel.

“Djok juga dikenal memiliki jiwa yang pantang menyerah, gigih dan senang bergaul dengan masyarakat luas,” ucap Guru Sejarah SMAN 1 Kahayan Hulu Utara, M. Riski Syahbandi kepada apahabar.com, Selasa (21/7) pagi.

Menurut Bandi, semangat Djok Mentaya tidak kalah dengan tokoh wartawan lain. Di antaranya seperti AA Hamidan, Zafri Zamzam, Anggraini Antemas, dan Arthum Arta.

Mengutip dalam sebuah buku berjudul Djok Penakluk dari Sungai Mentaya (2007), menyebutkan, keberadaannya sangat penting bagi media cetak besar di Banjarmasin, yakni harian Banjarmasin Post yang berdiri pada 2 Agustus 1971 silam.

Di mana, pendirian digawangi HJ Djok Mentaya sebagai Pemimpin Umum dan rekan-rekannya Yustan Aziddin, H Gusti Rusdi Effendi AR, dan Djohar Hamid.

Sebelum mendirikan media Banjarmasin Post, Djok juga aktif sebagai Redaktur di Mimbar Mahasiswa, sebuah koran kampus yang berfungsi sebagai corong KAMI di Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

“Universitas tersebut merupakan tempat kuliah Djok yang terakhir. Setelah sebelumnya sempat mengenyam bangku kuliah di Fakultas Hukum, Universitas Airlangga, Surabaya,” beber Bandi.

Di universitas tertua di Kalimantan itu, Djok tidak langsung masuk ke jurusan sosial politik, melainkan fakultas ekonomi.

Djok juga aktif sebagai gerakan mahasiswa di Kalsel dalam menumbangkan orde lama dan PKI pada 1966 silam. Mereka tergabung dalam Eksponen 66.

“Bahkan Djok dapat disebutkan sebagai penerobos bersama Anang Adenansi,” kenangnya.

Sebagai corong untuk menyuarakan aspirasi mahasiswa dan masyarakat Kalsel, mereka bersama-sama menerbitkan harian Mimbar Mahasiswa.
Dengan tekad, kerja keras dan prinsipnya, pers kian maju dan media semakin berkembang pesat di Kalsel.

“Akhirnya nama Djok Mentaya dijadikan nama sebuah jalan di Banjarmasin, guna mengenang dan menghormati jasa-jasa Djok dalam masa hidupnya. Tak terkecuali perjuangannya dalam dunia pers atau kewartawanan,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Reporter: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dikepung Asap, Udara di Banjarmasin Masuk Level Tak Sehat
apahabar.com

Kalsel

Ngopi Bareng di Café Rumah The Panasdalam, MHM Tawarkan Metode ‘ATM’
apahabar.com

Kalsel

Linus 2019 Zona Kalsel, Amuntai FC Kandaskan Perlawanan AFK Batola
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini Waspadai Hujan Lokal
apahabar.com

Kalsel

Badan BPOM HSU Temukan Garam Tidak Standar 
apahabar.com

Kalsel

Maksimalkan Pencegahan Covid-19, Polsek Kuripan Pasang Spanduk hingga Ketuki Pintu Rumah
apahabar.com

Kalsel

Acungkan Golok, Pembakar Lahan di Mataraman Disergap  
apahabar.com

Kalsel

BMKG: Kalsel Waspada Gelombang Tinggi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com