Siap-Siap, Ditlantas Polda Kalsel Bakal Uji Coba Tilang Elektronik Usai Banjir Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel

Mengendalikan Perasaan Cinta dan Benci pada Manusia

- Apahabar.com Selasa, 28 Juli 2020 - 11:18 WIB

Mengendalikan Perasaan Cinta dan Benci pada Manusia

KH Buya Syakur Yasin. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Cinta dan benci kepada sesama manusia kadang dipraktikkan secara berlebihan, bahkan tak jarang batas norma sosial dan agama. Bagaimana mestinya?

Dijelaskan KH Buya Syakur Yasin dalam ceramahnya, seyogianya semua yang ada di dunia ini harus tertakar, tidak boleh berlebihan dan harus dilakukan secara sedang-sedang saja. Begitupula dalam hal memberikan cinta kepada sesama manusia. Hal ini bukan berkaitan dengan memberi separuh cinta, bukan masalah separuh atau seperempatnya. Tetapi cinta yang terkendali. Begitupun dengan kebencian yaitu kebencian yang terkendali.

“Begitu pula ketika kita berbicara tentang hakikat cinta: tidak ada yang kita cintai kecuali Allah. Cinta yang benar adalah cinta kepada Allah. Kalau kita mencintai yang lain selain Allah, maka cinta itu hanyalah refleksi dari cinta kita kepada Allah. Sebab, ketika kita kita cinta kepada Allah, maka cinta itu dengan sendirinya tentu akan tertakar,” jelas Kiai Buya.

Oleh sebab itulah, ketika cinta kepada sesuatu yang merupakan refleksi dari cinta kepada Allah, maka semuanya akan terukur. Akan tetapi, ketika yang dicintai sudah tidak benar, maka tidak ada urusan lagi dengan Allah.

“Yang kemudian inilah yang disebut dengan cinta buta. Bagi cinta buta seperti ini, benar atau salah tetap dibela,” kata Kiai.

Hal ini juga berlaku sebaliknya, ketika membenci yaitu membenci kepada kelakuan seseorang yang tidak sesuai dengan aturan Allah. Membenci karena Allah, mencintai karena Allah sehingga semuanya akan terkendali.

“Misalnya dalam realita sehari-hari, ketika kita sudah membenci maka kita akan memiliki kecenderungan untuk membalaskan kebencian tersebut. Bahkan ketika kebencian belum dilakukan dalam bentuk tindakan, maka kebencian tersebut masih belum selesai,” terang Kiai.

Begitulah, kadang dalam hal mencintai dan membenci tidak dilakukan sesuai takaran. Padahal, mestinya keduanya disandarkan karena Allah.

Sumber: laduni.id
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Surat At-thur Buat Umar bin Khattab Selalu Menangis, Simak Kisahnya
apahabar.com

Religi

Habib Ali Masyhur Meninggal Dunia, Medsos Bertabur Pesan Duka
apahabar.com

Habar

Arab Saudi Mulai Terapkan Umrah dengan Kapasitas Lebih Besar
apahabar.com

Ceramah

Batalkan Haji Padahal Sudah Diniatkan, Berdosakah?
apahabar.com

Religi

Ustadz Riza Rahman: Dajjal 40 Hari Kuasai Dunia di Akhir Zaman, Bisa Perlihatkan Surga dan Neraka
apahabar.com

Ceramah

Guru Fadhlan; Semua Nikmat Adalah Berkat Rasulullah
apahabar.com

Religi

Pembangunan Masjid Syuhada Paringin Diiringi Salawat
apahabar.com

Habar

Dampak Pembatasan Jemaah Haji 2020; Pendapatan Ekonomi Arab Suadi Merosot
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com