UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar

Mengulik Fakta Saranjana (1); Kota Gaib di Bumi Saijaan Kotabaru

- Apahabar.com Minggu, 26 Juli 2020 - 16:34 WIB

Mengulik Fakta Saranjana (1); Kota Gaib di Bumi Saijaan Kotabaru

Ilustrasi peta berjudul 'Sketch map of the Residency Southern and Eastern Division of Borneo' tahun 1913, tertulis adanya wilayah Saranjana dengan nama T. Sarang Djanak. Foto-Istimewa.

apahabar.com, BANJARMASIN – Kota Saranjana sudah melegenda bagi masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel).

Rumor soal kota misterius ini kian sontar karena keberadaannya dianggap tidak tercatat dalam peta Indonesia.

Saranjana merupakan kota gaib yang hadir sebagai urband legend pada masyarakat di Kotabaru (Pulau Laut).

Lokasinya berada di sebuah bukit kecil yang terletak di Desa Oka-Oka, Kecamatan Pulau Laut Kelautan, Kalsel.

Bukit yang berbatasan langsung dengan laut ini sangat indah dan cocok dijadikan sebagai destinasi wisata di Bumi Saijaan, sebutan Kotabaru.

Namun, tempat ini dianggap angker oleh penduduk sekitar.

Bagaimana Kota Saranjana dalam perspektif historis?

Dosen Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP ULM, Mansyur menilai keberadaan Saranjana adalah fakta.

Hal itu dilukiskan Salomon Muller, naturalis berkebangsaan Jerman yang dilahirkan di Heidelberg.

Dalam petanya berjudul Kaart van de Kust-en Binnenlanden van Banjermasing behoorende tot de Reize in het zuidelijke gedelte van Borneo (peta wilayah pesisir dan pedalaman Borneo), 1845, Muller mengambarkan sebuah wilayah sebagai Tandjong Serandjana.

“Tandjong ini terletak di sebelah selatan Pulau Laut,” ucap Mansyur kepada apahabar.com, Minggu (26/7) siang.

Tepatnya, kata Mansyur, berbatasan dengan wilayah Poeloe Kroempoetan (Pulau Kerumputan) dan Poeloe Kidjang (Pulau Kijang).

Dalam kapasitasnya sebagai pembuat peta, Salomon Muller sudah mendapatkan pelatihan dari Museum Leiden.

Ia juga sedang melakukan penelitian tentang dunia binatang dan tumbuhan di Hindia Belanda.

“Muller pernah berkunjung ke Tandjong (hoek) Serandjana sebelum memetakannya,” kata Mansyur.

Sayangnya, Salomon Muller tidak pernah menyinggungnya dalam beberapa artikel yang diterbitkan Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen.

Peta yang memuat Tandjong (hoek) Serandjana tersebut dimuat dalam Reizen en onderzoekingen in den Indischen Archipel, seri pertama yang diterbitkan Staatsbibliothek zu Berlin.

“Peta ini dibuat 18 tahun sebelum Salomon Muller meninggal dunia pada tahun 1863,” bebernya.

Sebagai pembanding, tambah dia penamaan wilayah Saranjana masih muncul pada 1913.

Dalam peta berjudul ‘Sketch map of the Residency Southern and Eastern Division of Borneo’ tahun 1913, tertulis adanya wilayah Saranjana dengan nama T. Sarang Djanak.

Sumber lainnya yang memuat tentang Sarandjana, sambung Mansyur, adalah Pieter Johannes Veth.

Dalam Aardrijkskundig en statistisch woordenboek van Nederlandsch Indie: bewerkt naar de jongste en beste berigten.

Kamus ini diterbitkan di Amsterdam oleh P.N. van Kampen, tahun 1869 silam.

Veth menuliskan Sarandjana, tanjung di sisi selatan Poeloe Laut, merupakan pulau yang terletak di bagian tenggara Kalimantan.

“Secara terminologi, kalau dikomparasikan dengan kosakata India, Saranjana berarti tanah yang diberikan,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Reporter: Muhammad Robby - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Berkunjung ke Perpustakaan Palnam, Nadia Mulya Buka-Bukaan Awal Menjadi Penulis
apahabar.com

Kalsel

Pemprov Kalsel Terus Genjot Pembangunan Infrastruktur Daerah
Per Hari Ini, Kapal Surabaya Tak Boleh Angkut Penumpang ke Banjarmasin

Kalsel

Per Hari Ini, Kapal Surabaya Tak Boleh Angkut Penumpang ke Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kasus Covid-19 di Batola Kembali Meledak, 24 Pasien Positif Ditemukan pada Kluster Baru
apahabar.com

Kalsel

Reporter Humas Provinsi Kalsel Ikuti Sindo’s Jurnalism Class
apahabar.com

Kalsel

Sukseskan Pemilu 2019, Panwascam Ditatar
apahabar.com

Kalsel

Terkuak Penyebab Tewasnya Salah Satu Penghuni Hotel di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Cacat Prosedur, Dua Perda di Kotabaru Dicabut
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com