Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Meninggal Seorang Diri, Kakek di Martapura Itu Pendulang Intan dan Rajin Iktikaf

- Apahabar.com Selasa, 28 Juli 2020 - 17:12 WIB

Meninggal Seorang Diri, Kakek di Martapura Itu Pendulang Intan dan Rajin Iktikaf

Evakuasi seorang kakek ditemukan meninggal sendirian di dalam rumahnya, di Jl. Makam, RT 8 RW 03, Kelurahan Keraton, Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar, Selasa (28/7) siang. Foto-apahabar.com/Hendra Lianor

apahabar.com, MARTAPURA – Kabar meninggalnya seorang kakek bernama Khusu Abdi Abdullah (70), warga Jalan Makam RT 8 RW 03, Kelurahan Keraton, Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar, Selasa (28/7) menyedot perhatian warga sekitar.

Menurut penuturan Fadli, teangganya, Kakek Abdi hanya tinggal seorang diri di rumahnya, tidak ada keluarga yang menemani hari tuanya.
“Anak beliau ada tiga orang, satu tinggal di Amuntai dan lainnya bekerja di luar daerah. Kalau di Martapura ini sanak keluarganya ada, mereka juga punya rumah masing-masing,” ujar Fadli.

Dalam kesehariannya, lanjut Fadli, kakek Abdi bekerja mendulang intan di Cempaka, Banjarbaru. “Terakhir berangkat mendulang beberapa hari yang lalu sebelum akhirnya tidak keluar rumah lagi,” ungkapnya.

Sementara tetangga lainnya, Abdurrahman mengatakan almarhum dalam kesehariannya selain mendulang intan, juga rajin ibadah salah berjemaah di masjid terdekat.

“Subuh ke masjid. Pagi jam kira-kira jam Sembilan berangkat mendulang. Jam tiga sore pulang, mandi, lalu salat Asar di masjid. Sering di masjid aja diam (iktikaf) sampai Magrib,” ungkapnya.

Namun lanjutnya, selama dua hari belakangan ini kakek Khusu tidak terlihat lagi keluar rumah. Sementara lampu listrik di luar terus menyala.

Sehingga menimbulkan kecurigaan dengan kondisi kakek Khusu, dan akhirnya dibuka pintu belakang dan ditemukan sudah terbaring tidak bernyawa dengan posisi telantang, berpakaian sarung dan baju koko merah maron.

Terpantau di lapangan, aparat kepolisian, tim inafis, PMI, dan anggota relawan rescue turut mengevakuasi kakek Khusu dengan berpakaian APD lengkap. Jenazah juga sudah mulai mengeluarkan aruma tidak sedap.

Sekitar pukul 14.00 proses evakuasi selesai dan dibawa ke RSUD Ratu Zalecha Martapura untuk divisum, untuk memastikan penyebab kematiannya.

“Selama hidup memang beliau punya penyakit mag, namun tetap terlihat sehat makanya tetap beraktivitas seperti biasanya. Kalau memang ada sakit, beliau pasti melakukan pengobatan mandiri secara tradisional menggunakan biji pala yang dihaluskan kemudian diusapkan ke tubuh yang sakit,” papar Abdurrahman.

Editor: Syarif

Reporter: Hendra Lianor - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Serahkan Santunan Almarhum Aminuddin Latif, PT Taspen Imbau Non ASN Ikuti Program JKK-JKM
apahabar.com

Kalsel

Perlakuan Kompol Ukkas Kepada Para Tahanan Kriminal
apahabar.com

Kalsel

CEK FAKTA: Benarkah Landasan Ulin Terendam Banjir Pagi Tadi?
apahabar.com

Kalsel

Duh, Dua Desa di Sungai Loban Tanbu Mulai Terendam
apahabar.com

Kalsel

Polresta Banjarmasin Ungkap Penyalahgunaan Ribuan Liter BBM, 7 Pelaku Diamankan
apahabar.com

Kalsel

Noormiliyani Kebut Perubahan 19 Desa Tertinggal
apahabar.com

Kalsel

Hindari Lubang, Pengendara Motor Terlindas Truk di Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Simulasi Arus Lalin, Jembatan Alalak Ditutup Sementara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com