ga('send', 'pageview');
Breaking News! Kabar Duka, Kadisdik Banjar Maidi Armansyah Meninggal Dunia Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan




Home Ekbis

Selasa, 7 Juli 2020 - 16:44 WIB

Menko Airlangga: UMKM Jadi Prioritas Utama dalam Pemulihan Ekonomi

Redaksi - apahabar.com

Ilustrasi UMKM. Foto: Net

Ilustrasi UMKM. Foto: Net

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi prioritas utama pemerintah untuk memulihkan ekonomi nasional dari dampak pandemi Covid-19.

“Pada kesempatan ini, UMKM menjadi prioritas utama dalam pemulihan ekonomi,” katanya dalam peluncuran Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakata, Selasa (7/7).

Pemerintah menyediakan anggaran sebesar Rp 123,46 triliun dari total biaya penanganan Covid-19 senilai Rp 695,2 triliun dengan rincian subsidi bunga Rp 35,28 triliun dan penempatan dana restrukturisasi Rp 78,78 triliun.

Kemudian, juga untuk belanja IJP Rp 5 triliun, penjaminan modal kerja Rp 1 triliun, PPh final UMKM ditanggung pemerintah (DTP) Rp 2,4 triliun, serta pembiayaan investasi kepada koperasi melalui LPDB KUMKM Rp 1 triliun.

Baca juga :  Kementerian ESDM Ubah Lagi Formula Harga BBM Solar

Airlangga mengatakan pemberian berbagai stimulus dan insentif tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada UMKM agar mampu bertahan di tengah situasi tidak normal akibat COVID-19.

“Ini menjadi penting karena program PEN diharapkan menjadi faktor pengungkit perekonomian di kuartal III dan IV,” ujarnya.

Airlangga menuturkan ekonomi Indonesia dapat mengarah ke zona positif pada kuartal III dengan adanya realisasi yang baik dalam pelaksanaan program PEN termasuk untuk UMKM serta belanja kementerian/lembaga.

“Kuartal II yang diperkirakan negatif menjadi positif di kuartal III tentu ada prasyarat. Realisasi belanja K/L dan program PEN mampu mendongkrak Q to Q bisa tumbuh 5 persen kalau kita mau masuk jalur positif,” katanya.

Baca juga :  Kesepakatan Paket Stimulus AS Tercapai, Rupiah Ikut Menguat

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap manfaat dana sebesar Rp 123,46 triliun dapat benar-benar diterima oleh UMKM sehingga mampu bangkit kembali dari tekanan ekonomi.

“Seluruh aspek untuk dunia usaha terutama UMKM sekarang didukung, diberikan bantuan, dan dilindungi oleh pemerintah. Ini maksudnya supaya UMKM bisa bangkit kembali,” katanya

Tak hanya itu, Sri Mulyani mengatakan program kredit modal kerja yang nilainya bisa mencapai Rp 100 triliun dan diperpanjang sampai 2021 juga diharapkan manfaatnya dapat bergulir hingga tahun depan.

“Kredit modal kerja yang nilainya bisa mencapai Rp 100 triliun kita harap tetap bergulir untuk pemulihan ekonomi yang akselerasinya tidak hanya 2020 tapi terus sampai 2021,” ujarnya.(Ant)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Jelang Lebaran, Pertamina Jamin Kebutuhan BBM dan Elpiji di Kalimantan
apahabar.com

Ekbis

KPPBC TMP B Banjarmasin Bebaskan Bea Masuk dan Larangan Pembatasan Barang Impor APD Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Harus Pulih! Pusat Suntik Puluhan Miliar ke Banjarmasin
apahabar.com

Ekbis

Jadi Pengusaha Itu Harus Direncanakan
apahabar.com

Ekbis

New Agya Tampil Lebih Modern, Jawab Kebutuhan Anak Muda
apahabar.com

Ekbis

Timur Tengah Memanas, Rupiah Berpotensi Melemah Tembus Rp14.000 per Dolar AS
apahabar.com

Ekbis

Asuransi Barang Milik Negara, Peluang Industri Syariah
apahabar.com

Ekbis

Kesepakatan Paket Stimulus AS Tercapai, Rupiah Ikut Menguat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com