Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel

Mensesneg: Reshuffle Tidak Relevan Lagi Bila Kabinet Bekerja Bagus

- Apahabar.com     Senin, 6 Juli 2020 - 15:20 WITA

Mensesneg: Reshuffle Tidak Relevan Lagi Bila Kabinet Bekerja Bagus

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno (kedua dari kiri) di gedung Sekretariat Negara Jakarta, Senin (6/7). Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan perombakan kabinet (reshuffle) Indonesia Maju tidak lagi relevan karena para menteri bekerja dengan baik.

“Tentu saja kalau (bekerja) bagus terus ya tidak ada isu, tidak relevan lagi reshuffle. Jadi jangan ribut lagi reshuffle karena progress kabinet berjalan dengan bagus,” kata Pratikno di gedung Sekretariat Negara Jakarta, Senin (6/7).

Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara pada 18 Juni 2020 lalu Presiden Joko Widodo menegur dengan keras para menteri Kabinet Indonesia Maju. Presiden Jokowi bahkan membuka opsi reshuffle menteri atau pembubaran lembaga yang masih bekerja biasa-biasa saja.

“Dalam waktu yang relatif singkat kita melihat progress yang luar biasa di kementerian/lembaga antara lain bisa dilihat dari serapan anggaran yang meningkat, program-program yang sudah mulai berjalan,” ungkap Pratikono.

Artinya menurut Pratikno, teguran keras Presiden Jokowi tersebut punya arti yang signifikan.

“Teguran keras tersebut dilaksanakan secara cepat oleh kabinet. Ini progress yang bagus. Jadi kalau progressnya bagus, ngapain direshuffle? Intinya begitu. Tentunya dengan progress yang bagus ini isu reshuffle tidak relevan, sejauh bagus terus,” tambah Pratikno.

Pratikno berharap perbaikan kinerja para menteri tersebut dapat terus dipertahankan.

“Kami fokus untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan dan permasalahan ekonomi yang menjadi ikutan luar biasa dari pandemi Covid-19 ini,” ungkap Pratikno.

Menurut Pratikno, Presiden Jokowi sejak awal pandemi bulan Februari 2020 sudah sangat fokus untuk mengatasi masalah kesehatan sekaligus ekonomi akibat Covid-19.

“Bahkan beliau juga sangat menyadari pandemi ini jangan semata harus segera selesaikan masalahnya, tapi juga sebagai momentum fundamental reform. Beliau kadang mengatakan jangan sia-siakan krisis ini, jangan sia-siakan masalah besar ini, masalah besar ini justru sebagai momentum,” tambah Pratikno.

Presiden Jokowi, menurut Pratikno, terus menerus mendorong semua institusi, termasuk kabinet untuk bekerja keras.

“Memang karena permasalahan, mungkin juga karena kantor yang sempat tidak sepenuhnya optimal waktu transisi awal itu, jadi Bapak Presiden merasa bahwa mestinya lembaga-lembaga pemerintahan terutama sekali kabinet bisa bekerja lebih maksimal dengan kinerja yang lebih baik,” ungkap Pratikno.

Itulah alasan mengapa Presiden Jokowi menyampaikan teguran yang keras kepada para menterinya.

“Terutama sekali antara lain adalah permasalahan ekonomi di masyarakat harus segera diselesaikan, bantuan sosial harus segera sampai kepada masyarakat di seluruh pelosok, program-program pemerintah yang membantu belanja masyarakat, meningkatkan daya beli masyarakat harus segera dipercepat,” tambah Pratikno.

Intinya, Presiden Jokowi meminta agar program-program pemerintah harus dipercepat, serapan anggaran harus ditingkatkan.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Dandhy Dwi Laksono Dipulangkan dengan Status Tersangka
apahabar.com

Nasional

Mengerikan, Virus Corona Sudah Tewaskan 724 Korban
apahabar.com

Nasional

51 Orang di Kawasan Tambang PT Freeport Positif Covid-19
Ahok-Anies

Nasional

Trending Twitter! Warganet Bandingkan Kinerja Ahok-Anies Cegah Banjir Jakarta
apahabar.com

Nasional

Pelantikan Jokowi-Ma’ruf, Relawan Akan Gelar Parade Budaya

Nasional

Aneh, Senpi Laras Panjang Penembak Polisi di Tala Bisa Diisi Bermacam Peluru
apahabar.com

Nasional

Sidang MK, KPU Tolak Perbaikan Permohonan Gugatan Prabowo-Sandi
apahabar.com

Nasional

Warga Pulau Sebesi Belum Tersentuh Bantuan Pasca-Disapu Tsunami
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com