Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

Menteri Nadiem: Kuota Internet Jadi Masalah Utama PJJ

- Apahabar.com     Kamis, 30 Juli 2020 - 18:10 WITA

Menteri Nadiem: Kuota Internet Jadi Masalah Utama PJJ

Ilustrasi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Foto-detikcom/Edi Wahyono

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengatakan kendala terkait kuota internet merupakan salah satu permasalahan utama yang ditemukan selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilaksanakan di masa pandemi Covid-19.

“Jadi kami benar-benar mengidentifikasi beberapa permasalahan utama,” ujar Menteri Nadiem dalam taklimat media setelah mengunjungi 5 sekolah di Kota dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/7).

Ia mengatakan selama kunjungan tersebut, dirinya mendapat banyak pelajaran dan masukan. Dia dapat melihat dan mendengar secara langsung permasalahan yang diutarakan para guru dan kepala sekolah sehingga bisa mengerti dan mencoba menemukan solusi ke depannya.

“Itu menjadi jauh lebih praktis untuk kami mengerti apa mungkin solusi-solusi ke depannya,” kata Nadiem.

Saat mencoba menjaring permasalahan yang muncul selama pelaksanaan PJJ, ia menemukan bahwa kuota internet untuk dapat mengikuti PJJ daring merupakan salah satu masalah utama di lapangan.

“Jadi satu yang besar dan selalu kami dengar adalah terkait pembiayaan kuota. Ini yang memang menjadi beban ekonomi bagi banyak sekali orang tua murid,” katanya.

Untuk itu, Kemendikbud, katanya, memperbolehkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk dimanfaatkan untuk membeli pulsa murid-murid dan guru yang terkendala secara ekonomi.

“Kami sudah memperbolehkan dana BOS itu digunakan untuk pulsanya murid-murid. Tapi mungkin ini perlu kita sosialisasikan lebih banyak dan mungkin akan kembali kami kaji sebagai masukan,” katanya.

Kemudian, masalah berikutnya yang menurutnya menjadi persoalan utama guru dan siswa selama PJJ adalah terkait perlunya penyederhanaan dan fleksibilitas kurikulum sehingga tidak semua standar pencapaian harus terwujud.

“Enggak semua standar pencapaian harus terjadi, tetapi lebih mendalam, tapi lebih yang esensial saja. Jadi itu salah satu PR kami,” katanya.

Selain itu, ia juga melihat bahwa peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi karena menjadi fasilitator utama dalam PJJ.

“Dan bukan cuma pelajaran jarak jauh, tapi juga setelah semua balik ke sekolah juga akan menjadi suatu sarana untuk maju kepada era digital bagi guru-guru dan bagi murid-murid juga. Jadi itu adalah satu hal yang kami pelajari. Itu merupakan suatu hal yang sangat penting,” kata Nadiem.(Ant)

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gempa di Sulteng; Dua Gempa Susulan
Pembunuhan

Nasional

Polisi Periksa 17 Saksi Terkait Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

Nasional

Warning Menaker: Pengusaha Tak Boleh Cicil THR!
apahabar.com

Nasional

Penting Mana, Hindari Covid-19 atau Tarawih Berjemaah?
apahabar.com

Nasional

Nikah Era New Normal, Baca Edaran Kementerian Agama

Nasional

Demokrat Versi KLB Laporkan Andi Mallarangeng ke Polda Metro Jaya
BMKG

Nasional

BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat di Sebagian Wilayah Indonesia
apahabar.com

Nasional

Besok, BI Luncurkan Uang Baru Edisi Khusus 17 Agustus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com