Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Korban Jiwa, Warga HST Tewas Cara Nonton Live Streaming Liga Champions Chelsea vs Sevilla di SCTV & Vidio.com Malam Ini 7 Pemuda Diamankan Saat Demo di Banjarmasin, Polisi: Mereka Mabuk Gaduk Sudah Minta Maaf, Sekda Tala Tetap Dipolisikan

Menteri Nadiem: Kuota Internet Jadi Masalah Utama PJJ

- Apahabar.com Kamis, 30 Juli 2020 - 18:10 WIB

Menteri Nadiem: Kuota Internet Jadi Masalah Utama PJJ

Ilustrasi pembelajaran jarak jauh (PJJ). Foto-detikcom/Edi Wahyono

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengatakan kendala terkait kuota internet merupakan salah satu permasalahan utama yang ditemukan selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dilaksanakan di masa pandemi Covid-19.

“Jadi kami benar-benar mengidentifikasi beberapa permasalahan utama,” ujar Menteri Nadiem dalam taklimat media setelah mengunjungi 5 sekolah di Kota dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/7).

Ia mengatakan selama kunjungan tersebut, dirinya mendapat banyak pelajaran dan masukan. Dia dapat melihat dan mendengar secara langsung permasalahan yang diutarakan para guru dan kepala sekolah sehingga bisa mengerti dan mencoba menemukan solusi ke depannya.

“Itu menjadi jauh lebih praktis untuk kami mengerti apa mungkin solusi-solusi ke depannya,” kata Nadiem.

Saat mencoba menjaring permasalahan yang muncul selama pelaksanaan PJJ, ia menemukan bahwa kuota internet untuk dapat mengikuti PJJ daring merupakan salah satu masalah utama di lapangan.

“Jadi satu yang besar dan selalu kami dengar adalah terkait pembiayaan kuota. Ini yang memang menjadi beban ekonomi bagi banyak sekali orang tua murid,” katanya.

Untuk itu, Kemendikbud, katanya, memperbolehkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk dimanfaatkan untuk membeli pulsa murid-murid dan guru yang terkendala secara ekonomi.

“Kami sudah memperbolehkan dana BOS itu digunakan untuk pulsanya murid-murid. Tapi mungkin ini perlu kita sosialisasikan lebih banyak dan mungkin akan kembali kami kaji sebagai masukan,” katanya.

Kemudian, masalah berikutnya yang menurutnya menjadi persoalan utama guru dan siswa selama PJJ adalah terkait perlunya penyederhanaan dan fleksibilitas kurikulum sehingga tidak semua standar pencapaian harus terwujud.

“Enggak semua standar pencapaian harus terjadi, tetapi lebih mendalam, tapi lebih yang esensial saja. Jadi itu salah satu PR kami,” katanya.

Selain itu, ia juga melihat bahwa peralatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi karena menjadi fasilitator utama dalam PJJ.

“Dan bukan cuma pelajaran jarak jauh, tapi juga setelah semua balik ke sekolah juga akan menjadi suatu sarana untuk maju kepada era digital bagi guru-guru dan bagi murid-murid juga. Jadi itu adalah satu hal yang kami pelajari. Itu merupakan suatu hal yang sangat penting,” kata Nadiem.(Ant)

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pesawat Tempur TNI AU Jatuh di Kampar Riau
apahabar.com

Nasional

Menkominfo Siapkan Informasi Lawan Kabar Hoaks Virus Corona
apahabar.com

Nasional

Diperiksa 10 Jam, Novel Baswedan Dicecar 36 Pertanyaan
apahabar.com

Nasional

Anggarkan Rp 10 Triliun untuk Kartu Prakerja
apahabar.com

Nasional

Debat Final Caketum Hipmi, Mardani H Maming Siap Maksimalkan Revolusi Industri 4.0
apahabar.com

Nasional

Gantikan Jokowi, Hari Ini Ma’ruf Amin Bertolak ke Jepang Hadiri Penobatan Kaisar
apahabar.com

Nasional

Gerindra: Prabowo ke Dubai untuk Bertemu Kolega Bisnis dan Cek Kesehatan Rutin
apahabar.com

Nasional

Bahlil Jadi Menteri, Hipmi Canangkan Tahun Investasi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com