Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Minum Suplemen Peningkat Sistem Imun Sebaiknya Ada Jeda, Simak Kata Pakar

- Apahabar.com Jumat, 10 Juli 2020 - 05:00 WIB

Minum Suplemen Peningkat Sistem Imun Sebaiknya Ada Jeda, Simak Kata Pakar

Ilustrasi kapsul suplemen. Foto-Pixabay

apahabara.com, JAKARTA – Minum suplemen untuk meningkatkan imunitas memang baik selama pandmei Covid-19.

Namun, hal itu tetap harus diimbangi dengan asupan nutrisi yang lengkap dan bergizi seimbang, istirahat cukup, asupan cairan cukup dan olahraga.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Inggrid Tania, mengatakan konsumsi immunomodulator yang bersifat immuno stimulan kuat bisa setiap hari antara 8 minggu – 16 minggu.

“Biasanya, jeda dua minggu sudah cukup. Setelah itu, kita bisa konsumsi kembali suplemen immunomodulator itu,” kata Inggrid Tania, Kamis (9/7).

Menurut Tania, hal ini untuk menghindari kemungkinan timbulnya efek samping, seperti imuno supresan, dan sebagainya, meskipun sebenarnya belum ada bukti-bukti kuat terkait ini.

Di sisi lain, dokter dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI, Budhi Antariksa berpendapat, suplemen seperti immunomodulator dan multivitamin masih diperlukan di masa normal baru karena tidak ada yang tahu kapan pandemi virus corona (Covid-19) berakhir.

Saat ini ada beragam suplemen immunomodulator dengan substansi natural atau subtansi sitentik. Contoh yang sintentik misalnya vitamin C, vitamin D. Sementara untuk substansi natural, seperti yang mengandung ekstrak Echinacea pupurea dan zinc picolinate.

VP Research & Development and Regulatory SOHO Global Health DR. Raphael Aswin Susilowidodo menuturkan, kandungan ekstrak Echinacea purpurea terbukti secara klinis dapat memodulasi atau mengatur sistem daya tahan tubuh dan mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut.

Studi mengungkapkan, Echinacea dengan dosis lebih tinggi secara signifikan memberikan hasil perbaikan gejala lebih baik versus plasebo maupun echinacea dosis lebih rendah.

Menurut Tania, sekalipun natural, substansi ini aman dikonsumsi sampai empat bulan kemudian dihentikan selama dua minggu dan kembali bisa dikonsumsi setelah itu jika dibutuhkan.

Selain menjaga sistem imun, Budi mengingatkan Anda tetap menaati protokol kesehatan walau kini pemerintah sudah melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Saat PSBB diperlonggar, angka kepositifan virus meningkat. Yang tadinya sudah sempat menurun, lalu naik lagi. Ini sudah kejadian di Jakarta. Hal itu menjadi pertanda kalau virus berpindah ke orang lain, maka virus itu bermutasi dan bertambah banyak,” pungkas Budi.

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

Studio XXI Masih Dipadati Penggemar Avengers Endgame
apahabar.com

Gaya

Diduga Jadi Otak Peretasan Akun Twitter, Remaja 17 Tahun Diciduk Polisi
apahabar.com

Gaya

Dorong UMKM di Tengah Pandemi, Instagram Luncurkan Fitur Shopping
apahabar.com

Gaya

Tongkrongan Akhir Pekan, Wisata Kuliner Wasaka dan ‘Mawarung Baimbai’
apahabar.com

Gaya

Pandemi, Waktu Tonton Konten Otomotif di Youtube Meningkat
apahabar.com

Gaya

Google Memungkinkan Bahasa Isyarat dalam Panggilan Video
apahabar.com

Gaya

Polusi dan Virus Ancaman Nyata, Begini Bunda Lindungi Buah Hati
apahabar.com

Gaya

Viral! Sentil Omnibus Law, Video DPO Bintang Emon Ditonton Jutaan Kali
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com