Nah Lho.. Anggota DPRD Kalsel Terjaring Jam Malam di Banjarmasin Yang Terjadi Jika MK Menerima Permohonan AnandaMu… Saat Banjarmasin Berlakukan Jam Malam: Lampu-Lampu Dimatikan, ‘Jalur Tikus’ Dijaga Ketat 3 Pelajar Banjarmasin Raih Juara Lomba Baca Berita, Salah Satunya dari SMP Almazaya Maksimalkan Penyekatan, Kalsel Tutup Semua Jalur Mudik Provinsi-Kabupaten

Minum Suplemen Peningkat Sistem Imun Sebaiknya Ada Jeda, Simak Kata Pakar

- Apahabar.com Jumat, 10 Juli 2020 - 05:00 WIB

Minum Suplemen Peningkat Sistem Imun Sebaiknya Ada Jeda, Simak Kata Pakar

Ilustrasi kapsul suplemen. Foto-Pixabay

apahabara.com, JAKARTA – Minum suplemen untuk meningkatkan imunitas memang baik selama pandmei Covid-19.

Namun, hal itu tetap harus diimbangi dengan asupan nutrisi yang lengkap dan bergizi seimbang, istirahat cukup, asupan cairan cukup dan olahraga.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Inggrid Tania, mengatakan konsumsi immunomodulator yang bersifat immuno stimulan kuat bisa setiap hari antara 8 minggu – 16 minggu.

“Biasanya, jeda dua minggu sudah cukup. Setelah itu, kita bisa konsumsi kembali suplemen immunomodulator itu,” kata Inggrid Tania, Kamis (9/7).

Menurut Tania, hal ini untuk menghindari kemungkinan timbulnya efek samping, seperti imuno supresan, dan sebagainya, meskipun sebenarnya belum ada bukti-bukti kuat terkait ini.

Di sisi lain, dokter dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI, Budhi Antariksa berpendapat, suplemen seperti immunomodulator dan multivitamin masih diperlukan di masa normal baru karena tidak ada yang tahu kapan pandemi virus corona (Covid-19) berakhir.

Saat ini ada beragam suplemen immunomodulator dengan substansi natural atau subtansi sitentik. Contoh yang sintentik misalnya vitamin C, vitamin D. Sementara untuk substansi natural, seperti yang mengandung ekstrak Echinacea pupurea dan zinc picolinate.

VP Research & Development and Regulatory SOHO Global Health DR. Raphael Aswin Susilowidodo menuturkan, kandungan ekstrak Echinacea purpurea terbukti secara klinis dapat memodulasi atau mengatur sistem daya tahan tubuh dan mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut.

Studi mengungkapkan, Echinacea dengan dosis lebih tinggi secara signifikan memberikan hasil perbaikan gejala lebih baik versus plasebo maupun echinacea dosis lebih rendah.

Menurut Tania, sekalipun natural, substansi ini aman dikonsumsi sampai empat bulan kemudian dihentikan selama dua minggu dan kembali bisa dikonsumsi setelah itu jika dibutuhkan.

Selain menjaga sistem imun, Budi mengingatkan Anda tetap menaati protokol kesehatan walau kini pemerintah sudah melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Saat PSBB diperlonggar, angka kepositifan virus meningkat. Yang tadinya sudah sempat menurun, lalu naik lagi. Ini sudah kejadian di Jakarta. Hal itu menjadi pertanda kalau virus berpindah ke orang lain, maka virus itu bermutasi dan bertambah banyak,” pungkas Budi.

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Gaya

Begini Cara Membedakan Gejala Covid-19 dengan Flu Biasa
apahabar.com

Gaya

Paliat Kuliner Khas Tabalong, Bikin Lidah Menggeliat
apahabar.com

Gaya

Indonesia Gunakan Roket Milik Elon Musk untuk Satelit Satria, Berikut Alasannya
apahabar.com

Gaya

Ngidam Makanan Manis, Asin, atau Pedas? Berikut Ini Penjelasan di Baliknya
apahabar.com

Gaya

Psikolog: Anak Korban Penculikan Rentan Depresi
apahabar.com

Gaya

Implementasi 5G Dapat Percepat Era New Normal
Bold Riders Banjarmasin

Gaya

Rayakan Ultah Ketiga, Bold Riders Banjarmasin Tanam Bibit Pohon Buah di Kiram Park
Chip Langka

Gaya

Chip Langka, Harga Ponsel Baru Terancam Naik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com