ga('send', 'pageview');
Breaking News! Kabar Duka, Kadisdik Banjar Maidi Armansyah Meninggal Dunia Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan




Home Kalsel

Rabu, 1 Juli 2020 - 17:00 WIB

Motif Penikaman Brutal di Alalak Utara Dipicu Masalah Lama

Reporter: Riyad Dafhi R - apahabar.com

Pelaku Irvan saat dihadapkan ke awak media di Mapolsek Banjarmasin Utara, Rabu (1/7) siang. Foto-apahabar.com/Riyad Dafhi R

Pelaku Irvan saat dihadapkan ke awak media di Mapolsek Banjarmasin Utara, Rabu (1/7) siang. Foto-apahabar.com/Riyad Dafhi R

apahabar.com, BANJARMASIN – Motif penikaman di Alalak Utara akhirnya terungkap.

Penusukan yang dilakukan oleh Muchammad Irvan (44) terhadap Bahrudin alias Udin (48) itu rupanya dilatari masalah utang piutang.

Baca Juga : Penusukan Brutal di Alalak, Pelaku Hendak Kabur ke Jawa

Sempat didamaikan beberapa bulan silam, pelaku pada Senin (29/6) malam mendatangi rumah korban sambil marah-marah.

Singkat cerita, tujuh luka tusukan bersarang di badan, punggung dan tangan hingga korban meninggal dunia.

Ditemui di Mapolsek Banjarmasin Utara, kata pelaku Irvan, perkara piutang itu terjadi setahun lalu.

Awal cerita, ketika itu korban merentalkan mobil angkutan. Pelaku menjadi salah satu penyewa.

“Saya sudah bayarkan uang sebesar Rp7.500.000 untuk sewa mobil dan bikin SIM, ternyata mobil dan SIM-nya tidak ada,” katanya, Rabu (1/7) siang.

Karenanya, warga Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas ini mencoba beberapa kali menagih uangnya kembali.

Namun, masih kata dia, korban selalu bertele-tele dan terkesan cari-cari alasan.

“Korban sering bohong. Kasar juga, sering ngajak berkelahi saat ditagih,” katanya.

Suatu waktu, pelaku dan korban juga sempat bersitegang. Namun berhasil dimediasi oleh Bhabinkamtibas Alalak Utara, Banjarmasin Utara.

Baca juga :  Perbup Terbit, Warga Tabalong Tanpa Masker Bakal Ditindak

Hingga pada hari kejadian, yakni Senin (29/6) malam, pelaku kembali mendatangi korban mencoba menagih uangnya kembali.

Diceritakannya, saat itu kondisi ekonomi keluarganya sedang terpuruk. Gajinya sebagai buruh bangunan juga tidak dibayarkan oleh bosnya.

Malam itu, menurut Irvan, saat ditagih korban juga mencak-mencak dan menantangnya untuk berkelahi.

“Dia malam itu mau menyerang saya,” katanya.

Merasa terancam, pelaku lantas mencoba menembak dengan pistol airsoft gun yang dibawanya gagal mengenai korban. Sementara korban terus maju dan ingin menyerang korban.

Merasa terdesak, pelaku yang ke mana-mana selalu membawa sebilah belati kemudian menghunuskan senjatanya kepada korban.

“Saya tusuk berkali-kali,” katanya.

Setelah insiden berdarah itu, menurut pengakuannya, pelaku langsung lari ke rumah temannya di kawasan Belitung, Banjarmasin Barat.

“Di sana saya hanya mengamankan barang bukti, kemudian pulang ke rumah saya di Kapuas dan ingin pulang ke kampung,” katanya.

Sementara korban dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Ansari Saleh Banjarmasin untuk dilakukan penanganan medis.

Baca juga :  Tanpa Peringatan Dini, BMKG Lihat Potensi Hujan Lokal di Kalsel

Kapolsek Banjarmasin Utara, AKP Gita Suchandi Achmadi menuturkan malam itu pihaknya sempat berbicara dengan korban.

“Kita mintai keterangan korban. Korban sempat menerangkan soal pelaku dan penyebabnya,” kata Gita.

Namun beberapa saat kemudian, kondisi korban semakin memburuk dan dinyatakan meninggal dunia.

Berbekal keterangan korban, polisi pun langsung bergerak cepat untuk melakukan pengejaran terhadap Irvan.

Hingga akhirnya, pelaku berhasil diringkus saat tengah berada di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Rabu (1/7) sekira pukul 04.00.

“Pelaku ingin pulang ke Jawa Timur, dia asli sana” katanya.

Pelaku ditangkap oleh tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Banjarmasin Utara, Ops Jatanras Polresta Banjarmasin diback-up jajaran Resmob Polda Kalimantan Selatan.

Pelaku diamankan bersama sejumlah barang bukti, antaranya 1 buah pistol air soft gun dan 1 pisau belati.

Saat ini pelaku sudah berada di Mapolsek Banjarmasin Utara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menghilangkan nyawa seseorang. Ancaman hukumannya 7 tahun penjara.

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bupati HSS Minta Kades Karasikan Buat Program Mensejahterakan Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

Baru 6 Pembangkit Listrik di Kotabaru Beroperasi 24 Jam
apahabar.com

Kalsel

Bobol Toko Ponsel di Jalan HKSN, Pria Sungai Andai Ditangkap Polisi
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini Titik Api Meningkat, BPBD Kalsel Prioritaskan Wilayah Bandara
apahabar.com

Kalsel

Walhi: Banjir Tanbu Bukan Semata Faktor Cuaca Ekstrem
apahabar.com

Kalsel

Pisah Sambut Dandim 1005 Marabahan, Dua Sahabat Bertukar Wilayah
apahabar.com

Kalsel

Sirine Gerindra di Pilwali Banjarmasin: Bacalon ASN Jangan Pencitraan
apahabar.com

Kalsel

Petani HST Panen Jagung Hibrida Lampaui Target
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com