ga('send', 'pageview');
Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI




Home Habar Religi

Kamis, 9 Juli 2020 - 11:41 WIB

Mudahkan Pelayanan, Kemenag Siapkan Prasarana dan Regulasi Daftar Haji Online

Redaksi - apahabar.com

Kemenag menyiapkan prasarana dan regulasi terkait layanan mobile dan online. Foto-Net

Kemenag menyiapkan prasarana dan regulasi terkait layanan mobile dan online. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Sebagai upaya memberikan kemudahan pelayanan bagi calon Jemaah haji Indonesia, Kemenag menyiapkan prasarana dan regulasi terkait layanan mobile dan online untuk pendaftaran haji.

Menurut Kasubdit Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler Kementerian Agama (Kemenag), Abdul Khanif, hal itu berkaitan dengan kesiapan bank dan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag.

“Kalau rencananya, calon jemaah dapat mendaftar melalui aplikasi Haji Pintar,” kata Khanif, seperti dilansir Republika.co.id, Rabu (8/7). Saat ini, sambungnya, pendaftaran online belum bisa dilakukan karena regulasinya sendiri masih disiapkan.

Kebutuhan akan inovasi online dan mobil kian terasa diperlukan di masa seperti pandemi Covid-19 ini. Sebab, layanan pendaftaran haji secara manual di kantor Kemenag dibatasi hanya lima jemaah per hari.

Baca juga :  Cerita Kecintaan Syekh Yasin dengan Bangsa Indonesia

Sebelumnya, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis, mengatakan Kemenag telah merancang pendaftaran secara mobile dan online, namun masih terkendala regulasi.

Adapun layanan pendaftaran haji online dan mobile ini, menurutnya, merupakan pengembangan dari layanan pelunasan secara online yang sudah berjalan sejak dua tahun lalu.

Ia menambahkan, bahwa Rancangan Peraturan Menteri Agama (RPMA) terkait ini telah dibahas sejak tahun lalu. Regulasi itu antara lain menjelaskan makna diktum pendaftaran haji di kantor Kemenag yang ada dalam UU Nomor 8 tahun 2019.

Baca juga :  Cerita Kecintaan Syekh Yasin dengan Bangsa Indonesia

Regulasi itu mengatur kantor tidak sebatas diartikan secara fisik yang mengharuskan orang datang. Tetapi juga bisa dimaknai lebih luas, termasuk sebagai layanan virtual.

Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umroh dan Haji (SAPUHI), Syam Resfiadi, mengatakan bahwa travel haji dan umrah juga belum membuka pendaftaran secara online. Sebab, Kemenag sendiri memang belum membuka layanan pendaftaran online.

“Belum bisa online karena Siskohatnya memang tetap masih manual,” kata Syam.

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Harlah Ponpes Darussalam ke-105, Guru Naufal; Alumni Kembangkan Faham Aswaja
apahabar.com

Religi

Khutbah dan Nasihat Terakhir Umar Bin Abdul Aziz untuk Umat
apahabar.com

Ceramah

Benarkah Semua Agama Sama? Simak Penjelasan Gus Baha
apahabar.com

Habar

Tempat Ibadah Umat Muslim Dibuka Kembali, MUI Batola Beri Catatan Khusus
apahabar.com

Habar

Tabligh Akbar Bersama UAS di Martapura, Jemaah Akan Dipisah
apahabar.com

Religi

Disunnahkan Membaca Zikir Ini Setelah Salat Jumat
apahabar.com

Habar

Puluhan Pengurus PCNU Banjarbaru Resmi Dilantik
apahabar.com

Habar

Masjid Pusaka Banua Lawas Tabalong, Bukti Islam Diterima Suku Dayak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com