Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Mudahkan Pelayanan, Kemenag Siapkan Prasarana dan Regulasi Daftar Haji Online

- Apahabar.com Kamis, 9 Juli 2020 - 11:41 WIB

Mudahkan Pelayanan, Kemenag Siapkan Prasarana dan Regulasi Daftar Haji Online

Kemenag menyiapkan prasarana dan regulasi terkait layanan mobile dan online. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Sebagai upaya memberikan kemudahan pelayanan bagi calon Jemaah haji Indonesia, Kemenag menyiapkan prasarana dan regulasi terkait layanan mobile dan online untuk pendaftaran haji.

Menurut Kasubdit Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler Kementerian Agama (Kemenag), Abdul Khanif, hal itu berkaitan dengan kesiapan bank dan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag.

“Kalau rencananya, calon jemaah dapat mendaftar melalui aplikasi Haji Pintar,” kata Khanif, seperti dilansir Republika.co.id, Rabu (8/7). Saat ini, sambungnya, pendaftaran online belum bisa dilakukan karena regulasinya sendiri masih disiapkan.

Kebutuhan akan inovasi online dan mobil kian terasa diperlukan di masa seperti pandemi Covid-19 ini. Sebab, layanan pendaftaran haji secara manual di kantor Kemenag dibatasi hanya lima jemaah per hari.

Sebelumnya, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis, mengatakan Kemenag telah merancang pendaftaran secara mobile dan online, namun masih terkendala regulasi.

Adapun layanan pendaftaran haji online dan mobile ini, menurutnya, merupakan pengembangan dari layanan pelunasan secara online yang sudah berjalan sejak dua tahun lalu.

Ia menambahkan, bahwa Rancangan Peraturan Menteri Agama (RPMA) terkait ini telah dibahas sejak tahun lalu. Regulasi itu antara lain menjelaskan makna diktum pendaftaran haji di kantor Kemenag yang ada dalam UU Nomor 8 tahun 2019.

Regulasi itu mengatur kantor tidak sebatas diartikan secara fisik yang mengharuskan orang datang. Tetapi juga bisa dimaknai lebih luas, termasuk sebagai layanan virtual.

Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umroh dan Haji (SAPUHI), Syam Resfiadi, mengatakan bahwa travel haji dan umrah juga belum membuka pendaftaran secara online. Sebab, Kemenag sendiri memang belum membuka layanan pendaftaran online.

“Belum bisa online karena Siskohatnya memang tetap masih manual,” kata Syam.

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Haul

Habar

Haul ke-16 Abah Guru Sekumpul Resmi Ditiadakan, Berikut Penjelasannya
apahabar.com

Habar

Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Ibadah Ramadan Terkait Corona
apahabar.com

Ceramah

Salat Melihat Rasul, Bagaimana Praktiknya?
apahabar.com

Religi

Para Nabi pun Bekerja, Berikut Ragam Usaha Mereka
apahabar.com

Religi

Tarawih Ala Haramain akan Digelar di Masjid Al Markaz Makassar
apahabar.com

Habar

Sambut Milad Ke-2, Rumah Tahfidz Al Maher Bil Qur’an Selenggarakan Festival Anak Sholeh
apahabar.com

Habar

Mengapa Orang Nusantara Banyak Masuk Islam? Simak Penjelasan 3 Teori Ini
apahabar.com

Habar

Kebersihan di Haul Sekumpul ke-15, DLH Berharap Jemaah Ikut Terlibat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com