ga('send', 'pageview');
Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia




Home Nasional

Minggu, 12 Juli 2020 - 21:10 WIB

Muhammadiyah Tetapkan Iduladha pada 31 Juli

Redaksi - apahabar.com

Ilustrasi logo muhammadiyah. Foto-Dok.JawaPos.com

Ilustrasi logo muhammadiyah. Foto-Dok.JawaPos.com

apahabar.com, JAKARTA – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan, 10 Dzulhijjah 1441 Hijriyah atau hari Iduladha jatuh pada Jumat (31/7).

Hal tersebut ditetapkan setelah mengacu pada maklumat atau surat edaran Nomor 01/MLM/I.0/E/2020 PP Muhammadiyah tentang hasil hisab 1441 hijriyah.

“Betul hasil hisab PP Muhammadiyah Iduladha jatuh pada tanggal 31 juli 2020,” kata Ketua PP Muhammadiyah, Prof Dadang Kahmad seperti dilansir Republika.co.id di Jakarta, Minggu (12/7).

Dia mengatakan, penetapan tanggal tersebut artinya bahwa pelaksanaan hari raya idul kurban akan dilakukan bersamaan dengan tanggal yang telah ditetapkan pemerintah melalui kementerian agama (kemenag). Maklumat juga menentukan, 1 dan 9 Dzulhijjah 1441 H masing-masing jatuh pada Rabu (22/7) dan Kamis (30/7).

Dadang mengungkapkan, PP Muhammadiyah menyarankan warga melakukan salat Iduladha di rumah mengingat tingginya persebaran wabah virus Covid-19. Lanjutnya, salat diperbolehkan di lapangan kecil dengan jumlah jemaah yang sedikit itupun hanya di wilayah zona hijau.

Baca juga :  Jokowi Saksikan Penyuntikan Uji Klinis Calon Vaksin Covid-19

“Pelaksanaan salat sambil menerapkan protokol kasehatan, pakai masker, jaga jarak, bawa alat salat sendiri dan bawa hand sanitizer,” kata Dadang lagi.

Dalam surat edaran juga menyebutkan bahwa salat Iduladha di lapangan sebaiknya ditiadakan atau tidak dilaksanakan. Salat bagi yang menghendaki dapat dilakukan di rumah masing-masing bersama anggota keluarga dengan cara yang sama seperti salat Id di lapangan.

Sementara, bagi yang berada di daerah aman atau tidak terdampak (zona hijau) maka salat Iduladha dapat dilakukan di lapangan kecil atau ruang terbuka di sekitar tempat tinggal. Hal tersebut tetap dilakukan dengan menerapkan beberapa protokol kesehatan.

Baca juga :  Gunakan Data BPJS Ketenagakerjaan untuk Subsidi Gaji, Simak Alasan Menaker

Menteri Agama Fachrul Razi sebelumnya mengatakan, Kemenag telah mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan sholat Iduladha dan pemotongan hewan kurban. Dia mengatakan, pemerintah tidak melarang pelaksanaan salat di manapun asalkan memenuhi persyaratan-persyaratan kesehatan.

Dia mengatakan, pemerintah mempersilahkan pelaksanaan sholat Idul Adha baik di lapangan, masjid, atau dimanapun. Kendati, dia mengingatkan wilayah dengan tingkat penyebaran wabah Covid-19 tinggi berdasarkan pemerintah daerah atau gugus tugas setempat untuk tidak mengadakan salat berjamaah.

“Tapi terlepas dari itu semua boleh dengan catatan harus menaati protokol-protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Begitu juga masalah qurban,” katanya.(Rep)

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Begini Syarat Nyoblos di Rumah Sakit
apahabar.com

Nasional

Hari Ini Diprediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2019
apahabar.com

Nasional

C-130 Hercules VIP Jemput Jenazah Ani Yudhoyono
apahabar.com

Nasional

MUI: Idul Fitri Saatnya Kembali Jalin Silaturahmi
apahabar.com

Nasional

Selain Kiamat, Fatwa Khotimun Lainnya Juga ‘Menakutkan’
apahabar.com

Nasional

Jelang Puncak Haul Guru Sekumpul, Ini Prediksi Pihak Bandara
apahabar.com

Nasional

Gubernur Sumut Belum Terima Surat Pengunduran Diri Bupati Madina
apahabar.com

Nasional

Alhamdulillah, Seorang Ibu Positif Covid-19 Melahirkan Bayi Sehat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com