Geger! Buaya Liar Masuk Kolam Musala SKJ Kotabaru [FOTO] Jumat Kelabu di Turunan Maut Rapak Balikpapan Eks TKP Penusukan Bakal Rumjab Wali Kota Banjarmasin Tebing Longsor di Panaan Tabalong, 1 Rumah Rusak Parah Detik-detik Tabrakan Horor di Balikpapan: 5 Tewas, Belasan Luka-Luka

Naik Rp 7.000, Harga Emas Antam Jadi Rp 997.000 per Gram

- Apahabar.com     Senin, 27 Juli 2020 - 10:40 WITA

Naik Rp 7.000, Harga Emas Antam Jadi Rp 997.000 per Gram

Ilustrasi Emas Antam. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dirilis Rp 997.000 per gram pada perdagangan Senin (27/7) ini.

Angka ini mengalami kenaikan cukup tinggi, Rp 7.000, dari harga jual pada Minggu (26/7) kemarin. Harga emas memang terus meroket sejak pertama kali rekor terpecahkan pada Selasa (22/7) lalu.

Dilansir Republika.co.id, harga buyback juga mengalami kenaikan Rp 7.000, menjadi Rp 896.000 per gram.

Angka ini sudah jauh lebih tinggi dibanding rekor buyback yang sempat tercatat pada 7 April lalu sebesar Rp 862.000. Saat itu, harga jual emas juga mencatatkan rekor ke level Rp 963.000.

Harga jual dan harga buyback yang ditampilkan dalam berita ini merupakan harga resmi di Butik Emas Logam Mulia Pulo Gadung Jakarta, dikutip dari situs resminya.

Logam mulia, khususnya emas, memang menjadi incaran para investor di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi global seperti saat ini. Seperti diketahui, emas adalah safe haven alias instrumen investasi paling aman dibanding aset lain, seperti saham.

Namun perlu dipahami bahwa bila Anda berminat berinvestasi emas, niatkan untuk jangka panjang. Karena emas memiliki selisih harga jual dan buyback yang cukup tinggi. Seperti pada hari ini, ada selisih Rp 101.000 per gram antara harga jual dan harga beli kembalinya.

Dikutip Reuters, harga emas di pasar dunia kemarin menyentuh rekor tertinggi sejak 2011 lalu. Sementara harga perak mencapai rekor sejak 2014. Harga emas dan perak mengalami lonjakan tinggi pada perdagangan hari ini menyusul kenaikan cukup tinggi kasus Covid-19 di Hong Kong dan Australia.

Berangkat dari kondisi ini, investor di Amerika Serikat sedang ramai-ramai beralih ke emas dibanding aset lain yang berisiko. Kendati begitu, investor masih ‘wait and see’ dengan perkembangan ke depan.

Pada perdagangan dunia, emas dipatok pada harga 1.916,91 per ons troi pada perdagangan Senin (27/7). Angka ini nyaris melampaui rekor tertinggi yang sempat tercatat pada September 2011 silam.

Sejumah pihak sempat memprediksi bahwa harga emas dunia akan menembus rekor yang pernah tercatat pada 2011, yakni 1.920,3 dolar AS per ons troi.

Sementara untuk harga jual perak juga mengalami kenaikan sebesar Rp 150, menjadi Rp 11.450 per gram. Perak sendiri ikut mengalami kenaikan permintaan dari industri. Seperti kita tahu, logam perak digunakan dalam berbagai industri manufaktur seperti pembuatan panel surya hingga alat elektronik.

Berikut adalah daftar harga emas batangan Antam sesuai beratnya:
0,5 gram: Rp 528.500
1 gram: Rp 997.000
2 gram: Rp 1.934.000
3 gram: Rp 2.876.000
5 gram: Rp 4.765.000
10 gram: Rp 9.465.000
25 gram: Rp 23.537.000
50 gram: Rp 46.995.000
100 gram: Rp 93.912.000
250 gram: Rp 234.515.000
500 gram: Rp 468.820.000
1 kg: Rp 937.600.000

Suku bunga rendah yang dikeluarkan bank sentral juga mendorong kepemilikan aset tanpa bunga.(Rep)

Editor: Aprianoor

Editor: Uploader - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Jokowi Sebut IA-CEPA Bakal Tingkatkan Keterbukaan Perdagangan dan Investasi
Investasi Kalsel

Ekbis

Kejar Target, Realisasi Investasi Kalsel 2021 Sudah Capai Rp9,34 Triliun
apahabar.com

Ekbis

2 Tambang Batu Bara RI Masuk 10 Besar Dunia, Salah Satunya di Kalsel
apahabar.com

Ekbis

THR Tak Boleh Dicicil, Pengusaha: Sulit Direalisasikan
Rupiah

Ekbis

Neraca Perdagangan November Surplus, Rupiah Tetap Ditutup Melemah
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Minta Menkeu Berikan Insentif Bagi Tenaga Medis Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Pandemi Covid-19, Produksi Migas Pertamina Naik
apahabar.com

Ekbis

Jaga Ketersediaan Pangan, Pemerintah Siapkan Lahan Lumbung Padi Baru di Kalimantan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com